Bupati Faida: Sikat Pelaku Pungli Jember

0
176

Nusantara.news, Jember –  Bukan rahasia lagi, pungutan liar telah mewabah dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Karena itu pula, Presiden Jokowi membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Pungutan Liar (Saber Pungli)/

Keputusan Jokowi inilah yang meginspirasi sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Jember, membuat Saber Pungli di wilayah masing-masing. Pembentukan tim saber pungli Jember terjadi setelah Bupati Jember Faida pulang dari kunjungan kerjanya ke Jakarta.

Pada hari Jum’at pekan lalu (20/1/2017) Bupati Jember secara resmi mengesahkan pembentukan tim terpadu pemberantasan pungutan liar Jember. Tim sabet pungli terdiri atas unsur aparat penegak hukum, akademisi, birokrasi pemerintahan dan anggota DPRD. Bertempat di Aula PB Sudirman Pemkab Jember, acara pengukuhan tim sabet pungli dihadiri oleh 31 camat se-wilayah Jember.

Pembentukan Satgas Saber Pungli di Jember merupakan tindak lanjut dari diterapkannya peraturan Presiden No 87 Tahun 2016 tentang satgas cyber pungli dan sebagai amanah dari presiden, ungkap Bupati Faida (20/1/2017).  “Pembentukan tim satgas pungutan liar menjadi bagian dalam menyelaraskan komitmen pusat dan daerah dalam pemberantasan pungutan liar”, lanjutnya.

Selaras dengan perspektif Presiden Jokowi, Bupati Faida melihat bahwa budaya pungli telah hinggap dalam segala sektor maupun layanan publik, sehingga merugikan masyarakat sebagai pihak yang selama ini dilayani oleh pemerintah. Untuk itulah, dalam penangananya diperlukan sinergitas berbagai pihak dalam menggerus pungli.

Bupati Faida menghimbau dengan adanya pengukuhan tim siber pungli di Kabupaten Jember, yang mana pendanaanya berasal dari APBD itu bisa secara maksimal memberantas pungli serta dapat merevolusi mental para aparatur di seluruh sektor pelayanan publik.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menyatakan kepada para wartawan bahwa dalam upaya pemberantasan pungli, tim tidak hanya bekerja melakukan operasi penindakan dan tangkap tangan saat ditemukan kasus pungutan liar tetapi juga dilakukan upaya untuk pencegahan.

“Pencegahan kita juga memiliki tim yang akan memberikan sosialisasi kepada seluruh aparatur dari desa hingga di tingkat pemerintahan daerah atas bahaya hingga resiko pungli yang pastinya akan berhadapan dengan hukum, sasaranya adalah sentra pelayanan kementrian, lembaga atau pemda” ungkap AKBP Kusworo kepada para wartawan (20/1/2017).

Pungli menjadi penyakit kronis bagi para aparatur pemerintahan. Pungli adalah wujud bobroknya mentalitas pemegang otoritas yang dinaungi negara. Semoga dengan hadirnya tim satgas saber pungli di Jember, dapat menggerus “moral hazard” yang hinggap pada setiap oknum aparaturnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here