Bursa Calon Pilgub Jatim 2018, Akan Ada yang Berlatarbelakang Militer

0
427
Nur Muhidin

Nusantara.news, Surabaya – Wacana tentang Djarot Saiful Hidayat (DSH) dikabarkan akan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Pasca kekalahan di Pilkada DKI, menambah daftar bursa para tokoh yang akan meramaikan kontestasi Pilkada Jatim 2018 mendatang. Dengan demikian, peta persaingan politik di Jatim nantinya tak hanya milik Saifullah Yusuf dan Khofifah.

Di sisi lain, bukan tidak mungkin dalam Pilgub Jatim mendatang sosok yang berasal dari militer juga akan ikut meramaikan bursa kandidat cagub. Hal ini dinyatakan oleh Muhyidin (Gus Din), salah seorang politisi Jatim. Sosok ini, menurutnya, bisa siapa saja, karena sampai detik ini masih belum ada kejutan baru terkait figur calon gubernur maupun wakil gubernur. Nama-nama yang muncul ke publik masih berkutat pada beberapa sosok yang selama ini masuk dalam penjaringan partai untuk diusulkan ke tingkat pusat.

“Yang beredar saat ini berdasarkan opinion leader kebanyakan berlatar belakang sipil. Tapi analisis saya berdasarkan karakter khas Jawa Timur, dalam ajang Pilgub nanti sosok berlatarbelakang militer sangat potensial untuk tampil. Siapa Dia? Tunggu saja, pasti ada nama dalam waktu dekat,” jelasnya kepada Nusantara.news, Senin (1/5/2017).

Tidak hanya itu. Pria yang akrab disapa Gus Din ini menyatakan, karakter Jatim khas dengan cagub militer. Hal ini didasari atas beberapa hal. Pertama, hubungan TNI dan masyarakat Jatim selama ini sangat dekatdan terjaga dengan baik sampai detik ini. Kedua,  banyak tokoh-tokoh TNI terbaik merupakan putra Jawa Timur. “Jadi semua berpeluang untuk maju termasuk warga sipil maupun TNI. Tinggal partai mana yang akan mengusungnya untuk maju di Pilgub 2018,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi soal DSH yang akan running di Pilgub Jatim, Gus Din juga memberikan sedikit informasi bahwa hal tersebut benar. Bahkan, mantan Walikota Blitar yang gagal meneruskan kepemimpinannya di Jakarta bersama Basuki Thahaja Purnama ini dikabarkan sudah melakukan koordinasi inten dengan elit politik partai PDIP pusat. “Djarot sudah inten konsolidasi di jaringan internal PDIP Pusat maupun di DPD PDIP Jatim,” infonya.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa Pilgub Jatim tak kalah seksinya dengan Pilkada DKI Jakarta. Sayang, sampai detik ini beberapa opinion leader yang selama ini santer diberitakan media di Jawa Timur, seperti Mensos Khofifah Indar Parawansa maupun Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, masih belum memberikan keterangan pasti bakal maju atau tidak.

Begitu juga dengan semua DPD partai pemenang Pemilu 2014 yang mempunyai kursi lebih besar dari partai lainnya di DPRD Provinsi Jawa Timur juga masih belum memberikan keterangan yang pasti siapa yang bakal diusungnya. Maklum selain harus melihat peta kekuatan lawan-lawannya, mereka (parpol) juga harus melakukan survei terlebih dulu soal sosok yang dianggap paling pas dan layak sekaligus bisa memenangkan pertarungan politik dalam arena kontestasi Pilgub Jatim.

“Kita tunggu saja, mungkin dalam waktu dekat mereka (parpol) segera mengumumkan siapa sosok yang dianggap pas. Beberapa partai memang sudah memberikan sinyal dan arah dukungan kepada cagub yang dianggap pas, namun semua masih menunggu keputusan dari pusat,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here