Cabai Impor dari China Rp55 Ribu Per Kilogram Trend di Tulungagung

0
128

Nusantara.news, Tulungagung – Harga cabai lokal yang kini menembus angka Rp150 ribu per kilogram mendorong konsumen dan pedagang Tulungagung kini melirik cabai impor sebagai pengganti. “Tidak semua beralih, namun saat ini tren-nya cabai impor sebagai alternatif pilihan konsumen,” kata salah satu pedagang besar bernama Bagiyo, di Pasar Besar Ngemplak, Tulungagung,  Kamis (16/2/2017).

Dalam kurun sebulan terakhir, Bagiyo mengaku rata-rata bisa menjual cabai impor hingga kisaran 1-2 kuintal per hari. Menurut dia, pedagang yang belanja ke tempatnya rata-rata membeli secara kombinasi, yakni 35 persen belanja cabai impor dan 65 persen sisanya cabai lokal.

“Kadang sebaliknya atau bisa juga separuh cabai impor dan separuh cabai lokal. Itu untuk menyiasati konsumen yang sebagian keberatan dengan harga cabai lokal yang kini menyentuh harga Rp150 ribu per kilogram,” ujarnya.

Cabai impor yang didatangkan dari China, misalnya, harganya dipatok di kisaran Rp55 ribu per kilogram. Sementara untuk jenis cabai impor dari India seitar Rp67 ribu per kilogram.

Dikatakan Bagiyo, peredaran cabai impor sudah berlangsung lama. Menurut dia, tidak hanya saat harga cabai lokal melambung tinggi seperti sekarang, pasokan komoditas dari luar negeri tersebut juga ada saat harga cabai lokal turun.

“Bedanya saat ini permintaan meningkat karena harganya yang jauh lebih murah. Cuma teknik pengolahannya memang sedikit berbeda, karena produknya yang dalam bentuk kering sehingga untuk memasak harus direbus dulu baru diolah sebagai bumbu dapur,” ujarnya.

Kabag Humas Pemkab Tulungagung Sudarmaji mengaku peredaran cabai impor tidak bisa dihindari. “Kebanyakan pasokan cabai ini berasal dari Cirebon, dan selama ada izin impornya kita tidak bisa melarang penjualan komoditas ini,” ujarnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here