Cagar Budaya PORES Surabaya Disulap Jadi Apartemen Mewah

0
95

Nusantara.news, Surabaya – Pembangunan apartemen mewah Grand Shamaya yang dibangun di areal lokasi cagar budaya lapangan tenis PORES (Persatuan Olahraga Embong Sawo) –yang terletak di triange strategis antara Jalan Basuki Rahmat, Jalan Gubernur Suryo  dan Jalan Panglima Sudirman, di jantung Kota Surabaya, sangat disayangkan oleh beberapa pihak.

Pasalnya, lapangan tenis PORES telah ditetapkan sebagai salah satu situs bersejarah oleh mantan Walikota Surabaya Bambang DH pada 2005.

Menurut sebuah sumber, pemanfaatan tanah cagar budaya untuk pembangunan apartemen mewah Grand Shamaya di bawah naungan PT PP Properti , yang merupakan anak perusahaan kontraktor BUMN ini, diduga kuat adanya permainan mafia tanah sehingga lapangan tenis bersejarah yang dibangun Belanda pada 1897 — dan merupakan salah satu lapangan tertua di Indonesia itu, menjadi punah.

Sangat disayangkan, karena pengembang dari apartemen Grand Shamaya ini merupakan anak perusahaan kontraktor dari BUMN. Semestinya, BUMN ini ikut melestarikan dan melindungi situs-situs bersejarah di Indonesia bukan lantas mnghilangkannya begitu saja.

“Apalagi, pasca diakuisisi sebagai milik dari PT PP Properti, tidak ada niatan baik dari pengembang untuk mencari solusi yang baik, terutama mencari lokasi untuk dijadikan lapangan tenis baru sebagai ganti lapangan tenis PORES,” jelasnya kepada nusantara.news.

Seperti diketahui bahwa lapangan tenis PORES adalah yang tertua diIndonesia yang mempunyai tiga jenis lapangan yang berbeda. Bahkan beberapa pertandingan internasional berkali-kali digelar di lapangan PORES dan menuai sukses.

Sekretaris Umum PELTI (Persatuan Lapangan Tenis) Jawa Timur Didik Utomo saat dikonfirmasi memang menyayangkan kota Surabaya kehilangan cagar budaya sekaligus lapangan tenis tertua d Indonesia ini. Namun, dirinya tak bisa memungkiri bahwa saat ini di lahan bekas lapangan tenis PORES akan berdiri sebuah apartemen mewah.

“Sebagai warga yang taat dan patuh kepada hukum, saya pribadi sangat menghormati semua keputusan hukum di Indonesia. Namun, saya juga sangat menyayangkan kepada pemerintah kota Surabaya yang kali ini harus kembali kehilangan sebuah aset bersejarah berupa lapangan tenis tertua di Indonesia yang pernah menelorkan petenis unggulan demi mengharumkan nama bangsa,” ungkapnya, Jumat (19/5/2017).

Ditambahkan Didik, tak hanya merasa kehilangan saja. Namun, berharap pemerintah segera mencari win-win solution agar Surabaya khususnya kembali mempunyai lapangan tenis bertaraf internasional. Menurutnya, sangat membanggakan jika kota Pahlawan kembai menjadi jujukan para petenis luar negeri untuk bertanding di Surabaya mengulang kejayaan lapangan PORES.

“Saya sangat yakin dengan dana APBD kota Surabaya bisa kembali membangun lapangan yang kelasnya seperti lapangan tenis PORES. Maklum lapangan tenis PORES mempunyai tiga jenislapangan yang berbeda, yaitu lapangan bubuk bata merah, rumput dan hard court. Bahkan turnamen tenis wanita dunia pertama kali (WTA TOUR) pernah digelar di Surabaya,” tambahnya.

Seperti diketahui bahwa atas permintaan apartemen premium PT PP Poperti yang sebelumnya membangun Grand Sungkono Lagon, kembali membangun sebuah apartemen mewah Grand Shamaya. Total nila proyeknya mencapai Rp600 miliar.

Sementara itu Galih Saksono, Director Realty PP Property Tbk, dalam kegiatan launching Grand Shamaya, Senin (15/5/2017) di Surabaya mengungkapkan,  bahwa apartemen mewah yang berada di jantung kota ini terpaksa dibangun untuk memenuhi permintaan dari para konsumen akan kebutuhan rumah.

Apartemen premium Grand Shamaya dibangun di atas lahan seluas 1,6 hektar dan ditargetkan akan ada lima tower yang akan dibangun dalam waktu dekat. Total unit yang dijual mencapai 387 unit hunian dengan aneka tipe.

“Dalam harga perdana ini, Galih menyebutkan, pihaknya menjual dengan harga Rp31 juta per meter persegi. Dan kami optimis bahwa pasar akan mampu untuk membelinya karena akan kami lengkapi dengan sejumlah fasilitas yang menarik konsumen untuk end user maupun sekedar investasi,” jelasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here