Cagub Jatim Tidak Cukup Bermodal Popularitas

0
356
Walikota Batu Eddy Rumpoko siap jadi Timses jika ada figur baru Cagub Jatim

Nusantara.news, Surabaya – Siapa pun Gubernur Jawa Timur nanti diharapkan bisa meneruskan pendahulunya, Gubernur Soekarwo, yang akan habis masa kepemimpinannya dan dipastikan tak bisa bertarung di Pilgub Jatim 2018. Siapa sosok yang dianggap pantas dan punya kepemimpinan sebagai orang nomor satu di Jatim?

Politisi senior sekaligus Walikota Batu Eddy Rumpoko saat dikonfirmasi Nusantara.news di ruang kerjanya di Kota Batu, Malang, berpendapat bahwa sosok penerus tongkat estafet Soekarwo (Pakde Karwo) harus punya jiwa kepemimpinan yang patut diteladani. Diharapkan bisa menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi nomor satu di Indonesia, khususnya pembangunan ekonomi yang sudah baik dan lebih baik lagi.

“Siapapun gubernurnya nanti harus punya konsep pembangunan yang jelas, tidak cengengesan kata orang jawa. Punya leadership yang patut diteladani dan tentunya mengutamakan kepentingan masyarakat Jatim demi mencapai kemakmuran baik dari segi sosial, budaya, ekonomi, dan tentunya mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Jatim,” ungkapnya.

Menurut pria yang sudah dua kali memimpin Kota Batu ini, sosok calon gubernur (cagub) nantinya bisa datang dari mana saja, dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Namun yang terpenting, sosok tersebut harus membangun Jatim lebih baik lagi sepeninggal Soekarwo yang sudah mewariskan roda ekonomi Jatim yang kini dinilai sudah baik.

Ketika disinggung dengan figur yang ada, Eddy menuturkan bahwa berdasarkan leader opinion, sosok cagub Jatim saat ini sudah baik. Namun demikian, diharapkan semua partai pengusung harus membuka lebar-lebar kacamata politiknya, kalau sosok kader internal dianggap mampu tidak ada masalah. Tapi apabila ada figur lain di luar kader partai jauh lebih baik, mengapa tidak didorong saja untuk jadi Cagub Jatim?

“Partai pengusung sudah seharusnya sadar, bahwa tidak semua kader partai dianggap mampu. Belajar dari hiruk pikuknya Pilkada DKI Jakarta, sudah waktunya di Jatim nanti ada figur yang lebih baik semisal Menteri Sosial Khofifah Indar parawansa, mantan Menteri Pendidikan M Nuh, atau mantan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto yang dinilai sukses membawa Semen Gresik lebih baik lagi. Toh, semua figur tersebut adalah putra-putri terbaik Jatim, kalau ada yang lebih baik kenapa tidak? Daripada ambil yang populer tapi tidak jelas kerjanya,” ungkapnya.

Ditambahkan, bahwa figur-figur yang disebutkan di atas dinilai lebih pas kalau saat ini memimpin Jatim. Sebut saja Khofifah, siapa yang nggak tahu Mensos satu ini, menurutnya, figur seorang perempuan yang kini menjabat sebagai menteri di kabinet kerja Jokowi sudah sangat teruji. Begitu juga dengan Dwi Soetjipto yang dianggap sudah membawa perusahan negara sekelas Semen Indonesia dan Pertamina lebih baik lagi. Bahkan M Nuh, mantan menteri pendidikan juga tak kalah menterengnya, sosoknya dinilai pas untuk Jatim 1.

Bagaimana dengan Pertahana Saifullah Yusuf yang kini duet dengan Halim Iskandar maju di Pilgub Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)? Menurut Eddy, sosok Gus Ipul sudah barang tentu sangat terkenal dan populer di Jatim. Tapi Gus Ipul harus belajar banyak dengan Pakde Karwo yang dianggap sebagai bapak ekonomi Jatim dan sudah menerima banyak penghargaan.

“Semua sosok yang saya sebutkan di atas berpeluang besar untuk menduduki Grahadi 1. Gus Ipul adalah teman saya, model kepopulerannya cukup untuk bertarung di Pilgub Jatim. Namun saya kok mengharapkan ada figur baru yang nantinya bisa muncul sebagai pemimpin di Jatim. Jika pemikiran saya selarasa dengan partai pengusung cagub Jatim bahwa harus ada figur baru, saya siap menjad tim suksesnya,” cetusnya.

Tidak hanya itu, Eddy juga urun rembuk bahwa figur nanti tidak hanya populer di mata masyarakat Jatim, tapi juga harus bisa jadi suri tauladan dalam membawa Jatim lebih baik lagi. Partai jangan hanya memikirkan kepopulerannya, namun  harus ditekankan apakah figur cagub Jatim nantinya bisa diharapkan lebih banyak lagi dalam pembangunan segala bidang. Parpol jangan memikirkan untung dan menangnya saja dalam pesta demokrasi Pilgub Jatim, tapi tanggung jawab moral kepada masyarakat Jatim itu sendiri.

“Kalau boleh usul, saya lebih condong ke figur yang sudah punya konsep jelas, tidak hanya modal populer,  juga bisa bekerja demi mewujudkan Jatim lebih baik lagi. Masyarakat Jatim saya nilai sudah pinter dalam memilih seorang pemimpin yang cerdas, berkonsep, dan mau bekerja untuk kepentingan Jatim. Percuma pilih pemimpin yang namanya sudah populer dan dikenal, namun, kinerjanya nol, apakah ini yang diharapkan warga Jatim?” Pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here