Calon Menkeu AS Jadi Sorotan Publik

0
92
Steven Mnuchin (sumber: AP)

Nusantara.news, Jakarta – Steven Mnuchin, calon Menteri Keuangan pada kabinet Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan publik. Mnuchin yang pada masa kampanye menduduki jabatan sebagai Ketua Bidang Keuangan, tak lain adalah mantan eksekutif senior di Goldman Sachs Group Inc. Dia bekerja di bank besar yang berada di bawah jaringan kekuasaan Yahudi itu selama 17 tahun.

Seperti diketahui, Goldman Sachs terlibat kredit macet sektor perumahan di AS yang kemudian memicu krisis ekonomi global tahun 2008.

Pada kampanye Trump tahun lalu, Mnuchin mengurusi keuangan tim kampanye secara nasional, dan dia secara terang-terangan meminta posisi Menteri Keuangan jika Trump menang. Kenyataannya permintaan itu dikabulkan Trump sekarang, meskipun dia belum mendapat konfirmasi dari Kongres AS untuk menduduki jabatan yang strategis itu.

Dalam sidang konfirmasi yang digelar Kamis (19/1), Mnuchin sempat mengklarifikasi tuduhan dari anggota kongres Partai Demokrat Ron Wyden soal perbuatannya mencurangi para peminjam dengan dokumen-dokumen ceroboh dan praktek-praktek yang perlu dipertanyakan. Bank tersebut (OneWest Bank) mengambil alih ribuan hipotek. Wyden menggambarkan bahwa bank dimana Mnuchin bekerja itu sebagai telah “membuat lebih banyak orang menjadi gelandangan daripada siapapun.”

Wyden juga mengkritisi Mnuchin karena memindahkan uang ke luar negeri untuk menghindari pajak, dan menyatakan keraguan bahwa ia akan bekerja atas nama seluruh rakyat AS. Hingga berita ini ditulis, nama Steven Mnuchin masih belum termasuk sebagai calon menteri yang mendapat konfirmasi dari Kongres AS.

Steven Mnuchin memperoleh kekayaannya dengan melakukan banyak investasi termasuk dalam dunia industri perfilman AS, dan bank pemberi pinjaman kredit rumah IndyMac. The Wall Street Journal mengatakan bank bermasalah itu memiliki portofolio terburuk dalam bisnis dengan lebih dari sembilan persen pinjamannya menunggak sedikitnya dua bulan.

“’Berat rasanya mempercayai kebijakan keuangan nasional dan urusan perpajakan pada orang seperti ini,” ungkap salah satu pendukung Trump, seperti dikutip BBC (21/1).

Setelah lulus dari Yale University pada tahun 1985, Mnuchin bekerja untuk bank investasi Goldman Sachs selama 17 tahun, akhirnya menjadi Chief Information Officer. Setelah ia meninggalkan Goldman Sachs pada tahun 2002, ia bekerja untuk mendirikan beberapa hedge fund.

Selama krisis keuangan 2007-2008, Mnuchin membeli IndyMac, bank pemberi pinjaman perumahan yang mengalami kredit macet. Dia mengubah namanya menjadi OneWest Bank dan membangunnya kembali lalu menjualnya kepada CIT Group pada tahun 2015. Mnuchin bergabung dalam kampanye presiden Trump pada 2016. Mnuchin diperkirakan memiliki kekayaan bersih sebesar 500 juta USD.

Penunjukkan Mnuchin dapat dinilai sebagai sesuatu yang kontradiktif dengan apa yang selalu disampaikan Trump dalam kampanye-kampanyenya.

Bukannya selama ini Trump selalu menyatakan bahwa dirinya selalu bersama rakyat kecil yang selama ini berada di bawah tekanan kaum elite, baik elite pemerintahan maupun elite Wall Street?

Dengan masuknya Mnuchin dalam jajaran kabinet, juga dipilihnya nama-nama lain yang merupakan kelompok konglomerat elite semisal Rex Tillerson, patut dipertanyakan apakah Trump benar-benar merupakan representasi suara rakyat kecil AS? []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here