Elia Massa Manik Jadi Dirut Pertamina

Campur Tangan Siapa yang Mendudukkannya?

0
649

Nusantara.news, Jakarta –Setelah sekian lama penantian tentang siapa yang bakal mengisi jabatan Dirut PT Pertamina yang ditinggalkan Dwi Sucipto, akhirnya Menteri BUMN Rini Soewarno menunjuk Elia Massa Manik, Dirut Perkebunan PTPN III (Holding). Sebelumnya di PTPN, Elia adalah Dirut Elnusa (2011-2014), anak perusahaan PT Pertamina.

Keputusan pengangkatan Elia ini diputuskan pada RUPS tertanggal 16 Maret 2017 dan melalui Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor SK-52/MBU/02/2017.

Elia Massa  Manik dianggap sukses mengantarkan Elnusa kembali menjadi perusahaan yang sehat, setelah adanya kasus pembobolan dana perusahaan di Bank Mega. Gebrakan Elia di Elnusa tergolong cepat. Saat dia baru masuk, Elnusa memiliki operating cash flow yang negatif sebesar Rp 200 miliar. Elia melakukan refinancing. Pada tahun 2013, arus kas berubah menjadi Rp 753 miliar. Artinya, ada pergerakan positif sebesar Rp 953 Miliar. Keuntungan bersih perusahaan bergerak dari rugi Rp 43 miliar menjadi Rp 128 Miliar (Desember 2012) dan melonjak lagi menjadi Rp 242 Miliar pada Desember 2013. Selain itu, dia melakukan perbaikan sumber daya manusia di Elnusa yang dianggapnya tidak bernuansa demokratis.

Salah satu resep keberhasilan Elia ‘menyulap’ Elnusa dari rugi menjadi untung adalah melakukan pendekatan kemanusian. Dia berupaya mengubah mental, merombak budaya kerja di Elnusa yang dianggapnya selama ini kaku.

Pria yang jebolan ITB Bandung dan Asia Institute of Management di Filipina ini, sejak kecil dididik secara tegas oleh seorang ayah yang bekerja sebagai eksekutif pada perusahaan multinasional, yang juga seorang rohaniawan di gereja GBKP. Karir Elia bermula di  PT Indofood Sukses Makmur (INDF), dan kemudian bergabung dengan Suez Group yang dia tinggalkan pada 2001. Lalu, dia bergabung dengan PT Kiani Kertas dan kemudian dengan PT Jababeka. Elia juga pernah menjadi Chief Executive Officer PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia, sebelum akhirnya dia memimpin PT Elnusa sebagai Presiden Direktur.

Menurut sumber Nusantara.news, pengangkatan Elia Massa Manik karena campur tangan ‘orang dekatnya’ Presiden Jokowi yang selama ini selalu ada di sampingnya.  Ketika ditanya apakah orang dekat yang dimaksud itu adalah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, sumber tadi hanya tersenyum. Tapi, Juru bicara Persatuan Organisasi Purnakarya Pertamina (POPP) Teddy Syamsuri mengatakan, Elia Massa Manik memang merupakan orang titipan Luhut Panjaitan.

Sementara Ketua Umum Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe), Binsar Effendi Hutabarat, menambahkan Elia Massa menjadi Dirut Pertamina sebenarnya kurang mencerminkan harapan Presiden Joko Widodo. Binsar mengatakan, hendaknya jangan memasukkan calon dari eksternal dengan memanfaatkan ucapan Presiden Jokowi yang ingin ada prosesnya lebih terbuka. Apa yang dimaksudkan Jokowi adalah  agar seusai dengan asas prinsip keadilan dengan keseimbangan sehingga bisa didulang pemimpin yang benar-benar tepat. Tetapi asas itu dimanfaatkan oleh para pembantunya memilih ‘kucing dalam karung’ tanpa tahu siapa Elia Manik itu yang sesungguhnya.

“Jangan mengulang kembali  pengangkatan Dwi Sucipto yang diambil dari Dirut PT Semen Indonesia Tbk oleh Menteri Rini Sumarno, lalu dengan seenaknya diturunkan di tengah jalan  gara-gara disharmonis dengan Wadirut Pertamina Ahmad Bambang yang akhirnya ikut dieksekusi pula,” ujar Binsar.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here