Cari Korban Longsor Ponorogo, Tim Perluas Sektor Pencarian

0
131
Sejumlah relawan melakukan pencarian korban di lokasi longsor Desa Banaran, Ponorogo.

Nusantara.news, Surabaya – Untuk mempercepat pencarian korban longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, hari ini tanggal 6 April 2017, tim penanganan bencana menambah sektor pencarian bencana longsor di titik D, sebab unit K9 sudah menemukan perkiraan titik bau jasad korban. Di sektor D ini,  tim juga membuat akses aliran air dari sektor A, B, C yang tertutup karena pembukaan jalan baru agar tidak mengalir ke rumah warga.

“Itu perkembangan yang dilakukan hari ini,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jawa Timur Benny Sampir Wanto, kepada Nusantara.news, usai menerima laporan harian Pusdalops PB BPBD Provinsi Jawa Timur, Kamis (6/4/2017).

Ditambahkan, sementara, di sektor B, tim menyisir ke lokasi rumah penduduk bernama Bintomo serta ke arah atas di lokasi tumpukan tanah yang masih blank spot, antara sektor A dan B.  Sedangkan di sektor C, tim menyisir ke arah atas.

Tidak cukup dengan itu,  alat-alat berat juga dipindahkan.  Alat berat di sektor A dipindahkan di sektor B dan sektor C dipindahkan sektor D. Sedangkan alat berat sektor D dimanfaatkan untuk penguatan membendung aliran sungai sehinga tidak masuk ke rumah warga.

Pada pencarian di hari  Rabu kemarin (5/4), terjadi dua kali longsor kecil pada pukul 13.15 WIB dan 14.45 WIB. Longsoran kecil tersebut terjadi karena kondisi tanah di bukit yang retak. Untuk meminimalisasi longsor yang tidak diinginkan, petugas melakukan penyemprotan tanah mengendalikan jatuhnya tanah yang tidak terkendali atau longsor.

Proses pencarian korban selama ini belum optimal karena rata-rata pencarian hanya 6 jam. Alasannya cuaca yang tidak mendukung, termasuk hari ini s.d Sabtu, tanggal 6-8 April, cuaca diprediksi hujan sedang.

Karo Humas Pemprov Jawa Timur ini menjelaskan sebanyak 867 personel yang terlibat dalam penanganan longsor, yakni dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, dan relawan. Sebanyak 10 alat berat dipergunakan, dengan satu  unit mengalami kerusakan. Dari 28 orang yang dinyatakan hilang, baru tiga orang yang ditemukan.

Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melansir ke tiga orang korban meninggal dunia tersebut telah ditemukan yaitu, Katemi (70), Iwan Danang Suwandi (30) dan Sunadi (47). Korban telah dimakamkan. Ketiganya beralamat di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Berdasarkan pendataan dari BPBD Kabupaten Ponorogo ada 178 pengungsi yang tersebar di rumah-rumah penduduk yang lebih aman. Di rumah Lurah Banaran, ada 30 orang, di rumah Agus Suryono 9 orang, di rumah Endar 55 orang, dan di Dusun Gondangsari 12 orang. Sedangkan di Dukuh Tangkil antara lain yakni di rumah Kisut 12 orang, di rumah Sumanto 15 orang, di rumah Parwoto 25 orang, dan di rumah  Bibit 20 orang.

Bantuan juga terus berdatangan, dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi dipastikan mencukupi. Untuk pelayanan kesehatan dibantu oleh 31 puskesmas dengan cara bergiliran. Pos pelayanan kesehatan di 3 lokasi yaitu di Dusun Tangkil, posko utama dan rumah lurah. Termasuk, persediaan obat sampai saat ini masih cukup.

Sebanyak 25 orang masih hilang tertimbun longsor. Mereka adalah:

  1. Litkusnin, pria, 60 tahun.
  2. Bibit, wanita, 55 tahun.
  3. Fitasari, pria, 28 tahun.
  4. Arda, pria, 5 tahun.
  5. Janti, wanita, 50 tahun.
  6. Mujirah , wanita, 50 tahun.
  7. Purnomo, pria, 26 tahun.
  8. Suyati, wanita, 40 tahun.
  9. Poniran, pria, 45 tahun.
  10. Prapti, wanita, 35 tahun.
  11. Cikrak, wanita, 60 tahun.
  12. Misri, wanita, 27 tahun.
  13. Anak Misri, wanita, 3 tahun.
  14. Katemun, pria, 55 tahun.
  15. Pujianto, pria, 47 tahun.
  16. Siyam , wanita, 40 tahun.
  17. Nuryono, pria, 17 tahun.
  18. Menik, wanita, 45 tahun.
  19. Kateno, pria, 55 tahun.
  20. Muklas, pria, 48 tahun.
  21. Jadi, pria, 40 tahun.
  22. Suyono, pria, 35 tahun.
  23. Suroso, pria, 35 tahun.
  24. Tolu, pria, 47 tahun.
  25. Situn, wanita, 45 tahun. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here