Cegah Penyusutan Lahan Produktif, Sumenep Buka 115 Hektar Lahan Pertanian Baru

0
53

Nusantara.news, Sumenep – Surabaya – Wakil Bupati Sumenep, Madura Achmad Fauzi menyebut lahan pertanian produktif di wilayahnya terus menyempit. Kondisi itu terjadi seiring dengan perkembangan wilayah dan kebutuhan lahan untuk pembangunan sarana dan prasarana. Selama tiga tahun terakhir lahan produktif terus beralih fungsi, termasuk menjadi wilayah perumahan.

“Lahan produktif belakangan ini semakin menyempit. Tapi, kami juga terus merencanakan lahan-lahan yang tidak produktif diubah menjadi lahan produktif,” terang Wakil Bupati Sumenep, Ach Fauzi.

Ia menyebut, lahan yang tidak produktif akan dikelola dengan serius untuk menggantikan lahan produktif yang dialihfungsikan menjadi lahan pemukiman oleh warga, seperti di wilayah jalan Lingkar Barat dan Lingkar Timur Sumenep.

“Tujuannya untuk melebarkan kawasan perkotaan. Sebab, dari tahun ke tahun wilayah Kota Sumenep perlu untuk dilebarkan dan pembangunan pemukiman juga terus bertambah,” jelasnya.

Salah satu lahan produktif yang kini mulai berubah fungsi berlokasi di sebelah Barat Terminal Arya Wiraraja. Lahan yang sebelumnya produktif semakin menyempit dan berakibat pada turunnya produktifitas hasil gabah.

“Di lahan persawahan itu sebelumnya mampu menghasilkan gabah dengan kualitas yang baik,” imbuhnya.

Menyikapi persoalan itu, upaya untuk kembali memperbanyak lahan pertanian dan untuk memaksimalkan produksi panen gabah, Wakil Bupati Sumenep yang berjuluk Bumi Sumekar, Achmad Fauzi mencanangkan memaksimalkan lahan kering.

Sepanjang tahun 2017, Kabupaten Sumenep menargetkan seluas 115 hektar lahan kering yang akan disulap menjadi lahan pertanian padi. “Itu guna mendongkrak produktifitas pertanian dan gabah di Sumenep,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto menambahkan alih fungsi lahan kering targetkan seluas 115 hektar. Proses dari lahan kering menjadi persawahan akan dilakukan secara bertahap. Selain agar bisa maksimal, juga akan dilakukan pemberian pemahaman kepada para petani untuk merubah pola tanam.

Kabupaten Sumenep memiliki lahan kering yang mencapai sekitar 171 ribu hektar dan tersebar di sejumlah wilayah. Diharapkan secara bertahap jumlah tersebut terus berkurang dan berubah menjadi lahan persawahan padi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here