Cegah Politisasi Kesenjangan, NU Luncurkan Puskopssim untuk Perkuat Eknomi Rakyat

0
79

Nusantara.news, Surabaya –Isu kesenjangan ekonomi yang dilontarkan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla terus menggelinding selama dua hari terakhir di dua lokasi berbeda.

Sinyalemen yang dilontarkan Wapres itu juga sudah jadi perhatian elit Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sejak lama. Dampak buruk termasuk terancamnya keutuhan republik ini menjadi dasar bagi NU Jatim dengan diluncurkannya lembaga koperasi syariah beberapa waktu lalu.

Rawan Dipolitisir dan Ancaman Islam Transnasional

Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah dalam peluncuran Puskopssim (Pusat Koperasi Syariah Syirkah Mu’awanah), mengatakan prorgam ini bisa memangkas kesenjangan ekonomi yang isunya rawan dipolitisir untuk menggerakan massa.

“Dengan Puskopssim NU akan membawa isu kesenjangan ekonomi, kesejahteraan masyarakat antara yang kaya dengan yang miskin tidak dipolitisir yang kemudian dikembangkan memobilisasi masyarakat, memancing emosi masyarakat dan ujungnya membahayakan pilar-pilar kebangsaan, anti agama tertentu, anti keberagaman, dan ujungnya ingin mengubah Pancasila dengan iming-iming khilafah dan sebagainya,” katanya kepada wartawan, Senin (27/2/2017).

Puskopssim sendiri resmi dilaunching bertepatan dengan Sosialisasi Program Nasional Agraria (PRONA) 2017 di Kantor PWNU Jawa Timur (14/2/2017). Salah satu dasar pembentukan koperasi syariah ini, terang pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo tersebut, adalah kondisi bangsa Indonesia yang saat ini berada di tengah pusaran kompetisi global.

Solusi dengan Optimalisasi Kapasitas Kelembagaan

Tak hanya tantangan kapitalisme dan liberalisme, bangsa Indonesia dan khususnya nahdliyin terancam ideologi Islam transnasional yang melewati batas negara maupun benua. “Mengikuti amanah dari pendiri NU, kesenjangan dan kesejahteraan ekonomi harus dijawab dengan memaksimalkan potensi dan kapasitas ekonomi NU baik dari aspek pasar atau jaringan,” sebutnya.

KH Mutawakkil menceritakan jika tantangan dalam bentuk lain juga pernah dialami NU di masa lalu. “Kita tegas berjuang melawan kolonialisme. Sekarang kita hadapi penjajahan gaya baru yakni liberalisme dan neo libralisme,” terangnya.

Penguatan ekonomi umat Islam diharapkan menjadi dasar untuk ketahanan ekonomi. PWNU Jawa Timur disebutnya akan menggaet pemerintah atau pihak terkait. NU juga akan menjadi mediasi untuk mensosialisasikan program ekonomi kerakyatan yang sudah dicanangkan pemerintah. “Target dua bulan setelah pendirian, Puskopssim bisa menggaet 100 anggota. Target ini untuk menjadi jaringan kekuatan bangkitkan ekonomi dan sekaligus lebih memperkecil kesenjangan ekonomi khususnya di Jawa Timur,” pungkasnya.

Jawa Timur merupakan salah satu basis massa NU. Suka atau tidak, kesenjangan ekonomi yang kian besar saat ini juga menimpa warga NU. Terutama yang ada di pedesaan. Pendirian koperasi syariah yang diinisiasi ormas Islam terbesar di dunia ini tentu saja diharapkan bisa bisa meningkatkan kesejahteraan mereka di bidang ekonomi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here