Cengkraman Oligarki Langgengkan Dinasti Politik Kota Batu

0
415

Nusantara.news, Surabaya – Pilkada kota Batu akan memasuki babak akhir. Dari hasil hitung C1 pasangan Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso unggul dengan  51.746 suara. Dewanti yang merupakan istri mantan walikota Batu 2 periode Eddy rumpoko, diusung oleh Partai demokrasi perjuangan(PDIP). Meski proses pilkada kali ini terlihat adem ayem namun kesan pembanguanan dinasti politik dan oligarki sangat kuat.

Seperti yang dikatakan Jeffrey Winters dalam buku oligarchy bahwa demokrasi tidak melenyapkan oligarki namun malah bersatu dengan oligarki. Tumbuh kembangnya oligarki didukung oleh adanya sumber daya yang kuat baik itu politik maupun modal (kekayaan). Dan pada kasus Batu sosok Eddy rumpoko menjadi sumber daya yang kuat.

“Jatuhnya rekomendasi PDI-P ke Dewanti Rumpoko dalam Pilwali Batu merupakan bukti kuatnya pengaruh ER,” ungkap Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Malang Priyo Bogank Sudibyo beberapa waktu lalu.

Hal senada juga diungkapkan sekretaris GMN Abraham Toyib, Meski partai pengusung PDIP sedang menjadi perbincangan nasional dalam pilkada DKI. Namun itu tidak berpengaruh signifikan dalam pilkada batu. Ini membuktikan ada faktor lain yang menjadi kemenangan Dewanti rumpoko.

Toyib menggarisbawahi, meski pilkada batu kali ini secara procedural sudah dikatakan baik  tapi secara pendidikan politik masih kurang.

“Secara prosedural pilkada batu sudah baik, tapi pembelajaran belum mengena, adu visi misi yang disaksikan khalayak tidak berpengaruh signifikan dalam penentuan pilihan,”jelas Toyib kepada Nusantara.news.

Peran elit dalam kemenagan Dewanti juga mengindikasikan kuatnya oligarki mulai mencengkeram demokrasi kota Batu. Meski secara teoritis demokrasi memberi kesetaraan namun sumber daya yang kuat (harta, tahta dan pengaruh/kuas) di tangan minoritas kecil akan menciptakan kelebihan kekuasaan yang signifikan di ranah politik.

Hal tersebut juga terjadi dalam dinamika politik di lapangan. Kunjungan silaturahmi, bisik-bisik dan lobi menjadi faktor penentu terbesar dalam pilkada kota batu. Hal ini menjadi sorotan langsung oleh Toyib yang aktif dalam memantau demokratisasi Batu.

“Dinamika politik pada pilkada kali ini yang terjadi di lapangan lebih pada gerakan politik silobis (silaturahmi, lobi dan bisik-bisik),”tandasnya

Dengan hasil sementara yang memenangkan Dewanti. Toyib berharap pengguanaan hukum sebagai alat sandera menyendera lawan politik tidak digunakan untuk melanggengkan oligarki. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here