CFR, Club of Rome, dan Populisme

0
291

Nusantara.news – Dalam rangka menguasai Amerika Serikat (AS), Yahudi mendirikan Council on Foreign Relations (CFR) untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri dan masalah internasional untuk melengkapi organisasi privat, seperti keuangan dengan the Fed. Organisasi ini didirikan pada tahun 1921 dengan fungsi utama mengontrol keamanan nasional. Nixon, Jimmy Carter, dan Henry Kissinger, serta Paul Wolfowitz, lahir dan dibina CFR untuk menjadi pemimpin di AS.

CFR (Council on Foreign Relations)

Anggota-anggota CFR diupayakan menjadi penasihat kebijakan Amerika Serikat (AS) selama 90 tahun dan sampai saat ini tetap mempengaruhi kebijakan politik AS. Saat ini ada 2.900 anggota dan 500 anggota sangat berkuasa, 500 lainnya sangat berpengaruh dan 1.900 orang lainnya berpengaruh di dunia ekonomi, akademis, media, bisnis, keuangan, serta militer. Tujuannya untuk membentuk sebuah sistem yang mendorong monopoli kapitalisme yang dapat membawa perbedaan mata uang, sistem perbankan, kredit, industri, dan monopoli bahan baku dalam satu supervisi organisasi. Contoh utama pengendalian energi di Timur Tengah dengan OPEC dan New York sebagai pengendali penjualan energi dunia termasuk penemuan shale gas oleh AS.

Pada tahun 1972 Richard Nixon menunjuk Henry Kissinger bersama 114 orang lainnya menguasai organisasi CFR sebagai underground protokol zion, dengan slogannya “The New World Order”. Keadaan saling tergantung (interdependence) dijadikan kata kunci, khususnya menguasai negara-negara berkembang yang diikat dalam perangkap utang (debt trap) melalui International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan ADB (Asian Development Bank) di bawah kendali PBB yang juga ciptaan Yahudi. Pada tahun 1976 ketika Jimmy Carter menjadi Presiden AS, ditandatangani Declaration of Interdependence, AS menjadi supra-pemerintahan dunia “one global government”. Hanya pimpinan teratas yang mengetahui misinya, yakni ingin menguasai dunia. CFR mendominasi soal kebijakan pertahanan dan keamanan, serta politik luar negeri AS dan berlangsung hingga saat ini

Club of Rome

Club of Rome didirikan oleh Morgenthau Group pada tahun 1968, kelompok yang terdiri dari industrialis, ilmuwan, ekologis, ekonom, bankir, humanis, dan fanatical cronies. Pendirian klub ini bertujuan merumuskan “The Limits of Growth” (1972), yang memprediksi kelaparan dan hancurnya sistem dunia, termasuk gagalnya kapitalisme global. Diprediksi dunia akan mengalami kelaparan akibat krisis pangan pada 2030. Di tahun yang sama juga terjadi krisis energi karena energi fosil langka. Sementara, AS mempunyai stok energi terbesar saat ini. Club of Rome fokus tentang energy & food security, dua sektor yang menjadi perhatian utama negara-negara dunia setelah Perang Dunia II.

Kunci sukses untuk mengontrol dunia adalah kemampuan menciptakan dan mengelola resesi ekonomi yang parah. Dan selanjutnya economic depression, seperti yang terjadi pada tahun 2008 dimana dengan hancurnya ekonomi AS kala itu berpengaruh pada ekonomi dunia, khususnya di Eropa. Depresi ekonomi diikuti langkah kekacauan sosial dengan terorisme di Timur Tengah dan publik opini skala global. Dibentuk paham bahwa Islam adalah teroris, padahal hanya untuk menguasai energi (migas) yang kaya di wilayah tersebut (Arab Springs).

Diprakarsai oleh Aurelio Peccei (Bos Fiat dan Ferrari), yang juga adalah kakek Berlusconi mantan Presiden Italia, dan pemilik Club AC Millan dan Ferrari, maka berdirilah Club of Rome. Beranggotakan 100 orang dari 25 negara; keputusan sangat strategis adalah “globalisasi”. Proposalnya adalah membagi dunia 10 regional, yang masing-masing dikepalai oleh “technocratic decision making”, pilihan Yahudi.

Tahun 1973 D. Rockefeller mengundang 200 top bankers, businessmen, politisi, dan pemimpin serikat pekerja, 35 orang diantaranya anggota CFR, termasuk Jimmy Carter. Kita tahu tiga tahun setelah itu, Jimmy Carter menjadi Presiden AS. Carter memperoleh short course tentang Foreign Affairs. Carter dikampanyenya sebagai “populist”, man of the people, outsider yang tidak terkait dengan establishment (kemapanan). Persis dengan posisi Trump saat ini, menjadi populis dengan American First untuk American Great Again, yang menumbangkan Hillary Clinton (Partai Demokrat).

Jimmy Carter adalah salah satu kader terbaik Yahudi dari Partai Demokrat, karena rakyat AS marah ketika tahun 1973 Nixon terlibat skandal Watergate yang menghebohkan dunia saat itu. Eksesnya rakyat AS memusuhi establishment, sehingga Jimmy Carter direkayasa sebagai tokoh populis, dan menjadi Presiden AS di tahun 1976.

Yahudi punya segudang cara untuk berkuasa di AS maupun dunia saat ini, diam-diam mereka mensponsori Brexit dan beberapa negara Eropa untuk keluar dari Uni Eropa, salah satu produk globalisasi. Tren populisme dunia saat ini yang mengarah pada deglobalisasi, malu diakui oleh mereka karena gagalnya sistem demokrasi dan kapitalisme global. Rockefeller saat itu (1970-an) melihat perlu AS menjaga perdamaian dunia, maka dibangunlah 7 armada AS sebagai polisi dunia. Mengatur ekonomi dengan membantu redevelopment economic, maka posisi AS sebagai stabilisator moneter dunia mulai di era 1980-an. Slogan mengurangi kemiskinan dunia, berikutnya akan menciptakan ketergantungan dunia pada AS dalam revolusi format globalisasi (debt trap).

Apakah bandulan Yahudi pada deglobalisasi seperti kampanye Trump merupakan bagian dari strategi Yahudi menguasai dunia? Apakah strategi menghadapi Cina dalam keseimbangan dunia baru, atau hanya trik dan akan muncul skema baru perubahan dunia? Hanya konspirator Yahudi yang bisa menjawabnya. Yang pasti, ketika the Fed menaikkan suku bunga, USD menguat, dan Cina terkuras devisanya. Apakah kedekatan Donald Trump dengan Vladimir Putin (Presiden Rusia) bagian dari strategi bersaing dengan Cina agar komunisme tidak bersatu? Putin diminta fokus mengurus ISIS di Suriah, sementara Trump mempertanyakan kebijakan satu Cina bagian yang sangat menarik kita monitor dalam rangka mengikuti perubahan global dengan berkuasanya populisme. Hanya sejarah yang bisa menjawab, apakah Yahudi juga di belakang tren populisme dunia, seperti Engels (kapitalis) yang mempengaruhi Karl Marx dalam komunisme? [ ]

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here