China dan Korsel Sama-sama Berkepentingan Denuklirisasi Korut

0
53
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melambaikan tangan saat ia meninggalkan Pemakaman Nasional setelah upacara pelantikan di Seoul, Korea Selatan, Rabu (10/5). ANTARA FOTO/Yonhap via REUTERS/cfo/17

Nusantara.news, Seoul – Presiden China Xi Jinping mengaku terganggu dengan pengerahan sistem anti peluru kendali Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) oleh Amerika Serikat di Korea Selatan (Korsel) yang potensial memata-matai negaranya.

Maka, begitu Presiden Korsel terpilih Moon Jae-in dilantik secara resmi pada Rabu (10/5) kemarin, Xi Jian Ping langsung menghubunginya lewat telepon. Pembicaraan berlangsung selama sekitar 40 menit.

Dalam pembicaraannya, Xi dan Moon sama-sama menyepakati, persoalan utamanya adalah rencana uji coba senjata nuklir ke-6 oleh pemerintah Korea Utara (Korut) yang memprovokasi Presiden AS Donald Trump mengirimkan perangkat anti rudalnya ke semenanjung Korea.

Untuk itu kedua pimpinan negara yang berseberangan secara politik karena China selama ini dianggap induk semang Korut, mencapai kesepakatan bahwa kedua negara itu sama-sama berkepentingan untuk denuklirisasi Korut.

China melihat pengerahan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) sebagai ancaman terhadap kemampuan militernya sendiri dan membalasnya dengan serangkaian tindakan terhadap bisnis Korea Selatan di negaranya.

Sebaliknya Korsel merasa terancam dengan program persenjataan nuklir oleh Korut, negara sebangsa beda pemerintahan yang sejak tahun 1953 menjadi seterunya itu. Di sisi lain Korsel juga menekankan ingin menggunakan pendekatan diplomasi dengan Korut yang dinilainya semakin brutal

Dalam percakapan telepon pertama mereka, Xi dan Moon “sepakat bahwa denuklirisasi semenanjung Korea adalah tujuan bersama kedua negara” demikian pernyataan Moon yang dikutip sejumlah media massa Internasional.

Moon, mendukung perjanjian dengan Korea Utara — yang pendukung utama diplomatiknya adalah China– agar membawa masalah ambisi nuklir dan rudalnya ke meja perundingan.

Moon juga memahami kekhawatiran China terhadap pengerahan sistem anti rudak THAAD untuk kepentingan nasionalnya. Oleh karenanya Moon menyerukan perundingan bilateral untuk mencapai kesepahaman diantara kedua negara.

Hasil pembicaraannya dengan Xi, Moon sepakat untuk mengirimkan delegasi khusus ke Beijing yang secara khusus membahas kehadiran THAAD dan masalah senjata nuklir Korea Utara.
Xi secara resmi juga mengundang Moon beranjangsana ke Beijing, tandas Moon. Dan ini aneh, sebab dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un saja Presiden Xi Jinping belum pernah bertemu secara kenegaraan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here