China: Kebijakan Satu China Bukan untuk Dirundingkan

0
117

Nusantara.news, Jakarta – Setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, hubungan AS-China kian hari semakin memanas. China mengingatkan AS kembali bahwa kebijakan Satu China adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Reaksi keras ini disampaikan otoritas China setelah Donald Trump menyatakan bahwa dia tidak bisa mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi yang telah lama dipraktikkan Taiwan dan juga hubungan erat antara AS-Taiwan selama ini.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan kepada Wall Steet Journal (14/1). Dalam kesempatan itu Trump juga menyatakan bahwa pada dasarnya AS membuka kerja sama dengan China, namun dia mengharuskan China mengizinkan perusahaan AS untuk bersaing dengan kurs mengambang.

Trump berjanji tidak akan lagi menjuluki China sebagai manipulator mata uang setelah dia resmi dilantik nanti.

Namun demikian, pernyataan Trump yang masih menyinggung kerja sama dengan Taiwan itu membuat China marah.

“Kebijakan Satu China bukan hal untuk dirundingkan” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang sebagaimana dikutip AFP.

“Hanya ada satu China di dunia, Taiwan adalah wilayah China yang mengasingkan diri, dan pemerintah Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintahan yang sah mewakili China,” sambungnya lagi.

Trump dalam kampanye-kampanyenya sebelum terpilih menjadi presiden AS kerap melontarkan penyataan-pernyataan yang membuat kuping para pejabat China memerah. Misalnya Trump yang mengancam akan bersikap keras terhadap apa yang disebutnya praktik perdagangan tidak adil yang dijalankan China. Trump juga menyatakan kebijakan Satu China bisa menjadi alat tawar menawar.

“Segalanya ada di bawah negosiasi, termasuk (kebijakan) Satu China,”  kata Trump kepada Wall Street Journal, (14/1).

Trump sudah sejak awal membuat marah China ketika menerima panggilan telepon dari Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen setelah memenangi Pemilu AS.

“Kami mendesak pihak-pihak terkait di Amerika Serikat untuk menyadari kesangat-sensitifan masalah Taiwan dan menghormati komitmen yang telah dibuat pemerintah-pemerintah Amerika sebelumnya serta mencegah rusaknya perkembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil,” sambung Lu Kang.

Sebelumnya, China pernah mengingatkan Trump soal Satu China pada Desember tahun lalu, setelah Trump berkata bahwa dia tidak melihat alasan kenapa AS mesti terikat kebijakan Satu China, “Sampai kita membuat kesepakatan dengan China untuk melakukan hal-hal lain, termasuk dalam perdagangan,” kata pengusaha kaya itu.

China bahkan siap mengambil tindakan bermusuhan kepada AS jika Trump membuktikan ancamannya. Sebaliknya, Trump tidak melunak, dia justru membela keputusannya menerima telepon Presiden Taiwan bulan lalu.

“Kami menjual perangkat militer senilai 2 miliar USD kepada mereka (Taiwan) tahun lalu. Kami boleh menjual peralatan militer terbaru dan tercanggih senilai 2 miliar USD kepada mereka, tapi kita tidak diperboleh menerima telepon mereka (Taiwan),” kata Trump seperti dikutip AFP. (berbagai sumber)

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here