Cuaca Ekstrim dan Bencana Alam Intai Kabupaten Malang

0
90
Pohon Tumbang di Gondanglegi (Foto: MalangTIMES)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Cuaca yang ekstrim beberapa pekan ini mengintai Kabupaten Malang. Masyarakat dihimbau untuk waspada dan berhati-hati selama sepekan kedepan. Tercatat mulai Januari hingga pertengahan Februari mendatang, wilayah Malang Raya diprediksi masih dilanda cuaca ekstrim.

Diketahui, cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir ini dipengaruhi munculnya awan Cumulonimbus (CB) yang menyapu kawasan Malang Raya.

Beberapa rentetan bencana yang melanda Kabupaten Malang akan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bekerja ekstra. Tercatat dibeberapa titik kecamatan Kabupaten Malang banyak terjadi pohon tumbang. Di Kecamatan Wagir, Sabtu (6/1/2018) lalu pohon tumbang hingga memakan satu korban meninggal dunia.

Selain itu, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pun ditutup selama beberap pekan karena diprediksi cuaca ekstrim yang muncul akan membahayakan para wisatawan yang berkunjung.

Tanah dan tebing longsor pun juga terjadi di wilayah Poncokusumo Kabupaten Malang. Banjir juga terjadi di beberapa titik di Kabupaten Malang. BPBD Kabupaten Malang mencatat bahwa terjadi Tanah longsor terjadi 24 kali, setelah itu disusul angin kencang sebanyak 23 kali dan Puting beliung terjadi sebanyak 18 kali. Sedangkan banjir sebanyak delapan kali.

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan berdasar kuantitas bencana alam pada 2017 lalu melebihi 2016. “Selama januari 2018, sudah ada delapan bencana alam skala kecil. Bencana itu didominasi tanah longsor,” katanya kepada wartawan, Senin (22/1/2017).

Ia menjelaskan beberapa daerah yang rawan tanah longsor antara lain Donomulyo, Bantur, Poncokusumo, Tirtoyudo, Ampelgading, dan Sumbermanjing Wetan. “Daerah tersebut merupakan daerah dataran tinggi yang rawan longsor,” jelasnya

Kedepan BPBD akan meningkatkan pemantauan dan sosialisasi litigasi bencana di beberapa titik yang berpotensi terkena bencana alam, baik banjir tanah longsor, pohon tumbang dan lainnya.

“Tidak hanya kami yang terus ditekan namun saya berharap warga ikut mewaspadai kondisi lingkungan sekitar jika menjumpai situasi yang berpotensi bencana, segera lapor ke perangkat desa atau relawan,” tutur Bambang Istiawan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Joko Budi Utomo menjelaskan cuaca beberapa minggu terakhir ini memang tidak menentu. Intensitas hujan bersifat sedang hingga lebat kerab terjadi terutama di wilayah Malang Raya.

Fenomena munculnya awan Cumulonimbus (CB) ditandai dengan hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang yang membuat potensi ancaman bencana menjadi tinggi. “apalagi jika irigasi kota tidak lancar, pohon besar belum di pangkas, dan hutan gundul akan menyebabkan beberapa bencana terjadi,” ujarnya.

Ia menerangkan cuaca ekstrem atau puncak musim hujan 2017-2018 ini diprediksi selesai pada akhir Januari hingga pertengahan Februari mendatang.

“Sekarang ini masih terjadi adanya pertemuan pola angin dengan awan tebal di atas wilayah Jawa Timur yang menimbulkan penumpukan massa uap air yang menyebabkan hujan begitu lebat,” paparnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat tetap waspada di musim penghujan ini, karena bencana akan mengintai dimanapun berada. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here