Cuitan Endorsement dari Israel untuk Trump

0
97
Pertemuan PM Israel Benjamin Netanyahu dan Donald Trump di New York, 25 September 2016. Trump saat itu menjadi kandidat Capres AS dari Partai Republik (AP)

Nusantara.news, Jakarta – Salah satu perintah eksekutif kontroversial yang ditandatangani Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam dua pekan terakhir ini adalah tentang pembangunan tembok batas Meksiko. Meski dikecam oleh rakyat dan Perdana Menteri Meksiko Trump bersikeras agar tembok itu harus dibangun.

Di tengah polemik yang memanas soal perintah pembangunan tembok sepanjang 1.345 kilometer itu, meluncurlah cuitan dari Israel. Adalah PM Israel Benjamin Netanyahu yang memuji rencana Presiden Donald Trump untuk membangun dinding perbatasan dengan Meksiko.

Dalam cuitan di Twiter-nya tertanggal 28 Januari 2017, Netanyahu mengatakan, Trump sudah mengambil langkah yang tepat untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko. PM Israel itu membandingkan dengan langkah Israel yang sudah membangun perbatasa Israel Selatan untuk mencegah masuknya imigran ilegal.

President Trump is right. I built a wall along Israel’s southern border. It stopped all illegal immigration. Great success. Great idea,” cuit Netanyahu.

Tweet PM Israel yang membuat Meksiko marah:

Kontan saja, pernyataan PM Israel itu membuat Meksiko yang sejak awal tidak setuju dengan rencana pembangunan tembok batas tersebut marah. Meski cuitan Netanyahu tidak menyebut secara eksplisit soal tembok Meksiko yang akan dibangun Trump, namun sudah bisa ditebak arahnya.

Menlu Meksiko Luis Videgaray menyatakan, cuitan Netanyahu itu jelas telah mengomentari hubungan AS-Meksiko. “Saya pikir permintaan maaf, akan tepat dalam kasus ini,” kata Videgaray, sambil mengingatkan bahwa Israel adalah ‘teman dekat’ Meksiko.

Namun demikian, PM Israel pada Selasa (31/1) menjelaskan kembali pihaknya enggan meminta maaf terkait cuitannya soal tembok pembatas negara. Menurut dia, cuitannya tidak secara eksplisit merujuk hubungan antara AS dan tetangga selatan negara itu.

“Saya menunjukkan keberhasilan yang luar biasa dari pagar keamanan Israel,” kata Netanyahu dalam sebuah konferensi cybersecurity di Tel Aviv, sebagaimana dilansir NBCNews.

“Tapi saya tidak berkomentar tentang hubungan AS-Meksiko. Kami (Israel-Meksiko) sudah, dan akan terus memiliki hubungan baik dengan Meksiko.”

Atas peristiwa ini, menurut seorang sumber, Presiden Israel Reuven Rivlin berencana menelepon Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto untuk menekankan pentingnya hubungan antara kedua negara (Israel-Meksiko).

Tembok perbatasan dengan negara yang dijuluki sebagai ‘halaman belakang’ AS direncanakan bakal dibangun oleh Trump, bersamaan dengan ancamannya untuk memberlakukan pajak perdagangan yang tinggi jika Meksiko menentang. Hal tersebut telah membuat hubungan antara kedua negara bertetangga itu memburuk.

Trump dan Israel/Yahudi

Sudah bukan rahasia, jika setiap presiden AS memiliki hubungan erat dengan Israel/Yahudi. Kepentingan AS akan selalu berkorelasi dengan kepentingan Yahudi. Terpilihnya Trump, boleh jadi juga tidak terlepas dari kepentingan Yahudi. Meskipun dengan sejumlah tokoh Yahudi semacam George Soros Trump berseberangan.

Tapi Donald Trump adalah donatur yang mendanai pemukiman Yahudi Beit El dekat Ramallah bersama rekan-rekannya, sebagaimana dikabarkan Washington Pos.

Pemukim Yahudi Beit El merasa senang dengan pelantikan Trump sebagai Presiden AS dan memulai proyek pembangunan pemukiman di Beit El, yang didirikan di tanah Palestina pada tahun 1977, sebagaimana dilansir The Palestinian Information Center, Senin (30/1).

Trump juga diyakini memiliki hubungan yang erat dengan tokoh-tokoh sayap kanan ekstremis ‘Israel’ termasuk David Friedman, yang dicalonkan oleh Trump sebagai duta besar AS untuk ‘Israel’. Friedman juga menempati posisi sebagai Kepala American Friends di Lembaga Beit El, sebuah lembaga Yahudi yang mengumpulkan sumbangan setiap tahun untuk pembangunan permukiman yang diperkirakan mencapai 2 juta dolar Amerika.

PM Israel Benjamin Netanyahu akan mengunjungi Gedung Putih untuk mempererat hubungan Israel dengan presiden AS. Ada berbagai hal atau isu yang akan dibicarakan oleh pemimpin kedua negara.

Soal pembangunan pemukiman Israel yang dalam hal ini Trump lebih mendukung ketimbang pemerintahan sebelumnya. Kemudian soal pemindahan kantor kedubes dari Tel Aviv ke Jerusalem yang didukung penuh Friedman, calon dubes AS untuk Israel, juga mungkin akan dibicarakan.

Menurut Dan Shapiro, masalah-masalah lain termasuk soal kebijakan Trump terkait imigran yang juga berpengaruh bagi warga Israel keturunan Timur Tengah tampaknya akan dibicarakan.

“Di satu sisi, PM Israel ingin dan harus membangun hubungan kerja sama yang erat dengan presiden baru, tapi di sisi lain, ada risiko yang nyata terkait dengan kebijakan tertentu,” kata Dan Shapiro, Dubes AS untuk Israel era Obama yang akan segera diganti, sebagaimana dilansir AP.

Namun secara umum, agaknya pemikiran Netanyahu yang cenderung konservatif  akan lebih cocok dengan pemikiran Trump ketimbang pendahulunya Barrack Obama. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here