Curah Hujan Tinggi, Banjir dan Longsor Mengintai Malang Raya

0
119
Hujan di Kota Malang (Sumber: Siti Rutmawati/Merdeka)

Nusantara.news, Kota Malang – Akhir tahun, memasuki musim penghujan diantar bulan september hingga desember. Curah hujan yang tinggi pun melanda Kota Malang, selama beberapa hari ini.

Kondisi tersebut menimbulkan beberapa bencana yang terjadi di Kota Malang. Beberapa laporan tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Beberapa waktu lalu terjadi tanah longsor di daerah Joyogrand, dan pohon tumbang di beberapa titik wilayah Kota Malang.

Adapun jalanan kampung di Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen yang ambrol, akibat struktur tanah yang tak kuat menahan curah hujan yang tinggi hal serupa juga terjadi di Muharto yakni tanah longsor.

Selain itu juga angin kencang yang mengakibatkan atap rumah ambruk di Jalan Ikan Tombro Timur. Pagar SMKN 2 Kota Malang pun sampai roboh akibat diterpa hujan disertai angin kencang.

Berbagai peristiwa alam yang terjadi  di Kota Malang kini masuk dalam kategori sedang. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah sejumlah titik rawan berada di sepanjang aliran sungai.

Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, J. Hartono kawasan sepanjag aliran sungai adalah titik yang rawan banjir.

“Meskipun Kota Malang termasuk dataran tinggi, apabila sanitasi dan selokannya kurang optimal berfungsi maka akan terjadi banjir juga, seperti di Penanggungan, Tanjung, Jalan WR Supratman, Galunggung dan Supriyadi,” katanya kepada wartawan, Senin (20/11/2017).

Miniminya peralatan, sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala BPBD untuk menanggulangi bencana. Saat ini BPBD hanya memiliki satu alat penyedot air. Idealnya BPBD memiliki lebih dari satu alar penyedot air.

Rentetan bencana yang terjadi di Kota Malang sejak pertengahan November 2017 tersebut, memakan satu orang meninggal dunia. “Belasan bencana itu terdiri dari pohon tumbang, rumah ambrol, tanah longsor kebakaran, banjir dan lain-lain,” jelas Hartono.

Pihaknya menyampaikan, agar masyarakat waspada dan berhati-hati di cuaca yang kurang bersahabat akhir ini. “Intensitas hujan yang tinggi, masyarakat perlu berhati-hati dan saling menjaga lingkungannya,” ujar dia

Ia pun juga menghimbau untuk berhati-hati melihat potensi ancaman bencana mengintai di berbagai sisi. “Saya dan BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap potensi ancaman bencana yang ada disekitar tempat tinggalnya, apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi,” imbau Hartono.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here