Dakwaan Jaksa tak Lengkap, Sidang Siti Aisyah Diundur 30 Mei

0
107
Warga negara Indonesia, Siti Aisyah (tengah), digiring petugas kepolisian Malaysia saat meninggalkan gedung pengadilan seusai menjalani persidangan kedua di Mahkamah Sepang, Malaysia, Kamis (14/3). Persidangan Siti Aisyah yang didakwa membunuh Kim Jong-nam digelar di Mahkamah Sepang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./kye/17.

Nusantara.news, Kuala Lumpur – Kendati hanya berlangsung sekitar 35 menit, namun penjagaan pada persidangan kedua kasus pembunuhan Kim Jong-nam yang melibatkan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong di Mahkamah Sepang, Selangor, Malaysia, pada Kamis (13/4) dijaga super ketat oleh polisi berseragam hitam-hitam dan bertutup kepala seperti Ninja.

Dari ratusan wartawan yang berjubel di luar pagar gedung Mahkamah Sepang, hanya 40 saja yang dibolehkan masuk. Diantara 40 wartawan itu hanya ada 17 wartawan Internasional termasuk dari Indonesia.

Ruang pendaftaran wartawan berada di luar garis polisi berwarna kuning yang berada di depan pagar gedung Mahkamah. Tampak polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga, baik di luar maupun di dalam gedung Mahkamah (kalau di Indonesia istilahnya Pengadilan).

Persidangan berlangsung sejak pukul 9.15 (10.15 WIB) dan berakhir 9.50 waktu setempat. Karena dakwaan Jaksa Penuntut Umum dianggap tidak lengkap, Majelis Hakim memutuskan untuk menunda persidangan dan melanjutkannya pada 30 Mei 2017 mendatang.

“Sidang Sebutan (pembacaan surat dakwaan) akan dilanjutkan pada 30 Mei 2017 di Mahkamah Sepang, Selangor,” ujar Hakim Harith Sham Mohammad Yasin sekaligus menutup persidangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Siti Aisyah berkewarganegaraan Indonesia dan Duon Thi Huong berkewarganegaraan Vietnam, bersama empat warga Korea Utara yang hingga berita ditulis berstatus buron, didakwa membunuh Kim Jong-nam, saudara tiri Sang Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Bandara Internasional Kuala Lumpur II pada 13 Februari 2017.

Sejauh ini polisi Malaysia hanya berhasil membekuk dua makhluk tak berdaya, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong yang terekam kamera CCTV sedang mencipratkan cairan ke wajah Kim Jong-nam. Sedangkan ke-4 warga Korea Utara langsung pulang ke negaranya di hari pembunuhan.

Kepada Tim Pendamping yang dibentuk Kementerian Luar Negeri Indonesia, Aisyah menangis. Dia tidak tahu kenapa orang yang diciprati cairan bisa meninggal dunia. Sebab dia hanya berperan dalam program reality show “Prank” yang sifatnya lucu-lucuan dan akan ditayangkan televisi.

Sejauh ini Siti sudah berperan sebanyak 12 kali dalam program reality show itu. Areal shootingnya di sekitar Bandara dan Hotel Mandarin, Kuala Lumpur. Jadi dia tidak mengira kalau program itu diduga semacam akal-akalan intelejen Korea Utara untuk membunuh Kim Jong-nam.

Selama ini Kim Jong-nam, mengutip laporan intelejen Korea Selatan, sejak Kim Jong-un diangkat sebagai Sang Pemimpin memang dijadikan target pembunuhan oleh  pemerintah Korea Utara. Korban bersama keluarganya selama ini tinggal di Makao, kota judi yang semula dikelola Portugis dan sudah kembali ke pangkuan Tiongkok.

Mudah-mudahan latar belakang itu bisa membebaskan Siti Aisyah. Sebab dalam versi dakwaan Jaksa Malaysia, pembunuhan itu sudah direncanakan selama tiga bulan. Para eksekutornya, termasuk Siti Aisyah dan Doan Thi Huong dituding sebelumnya telah dilatih di Kamboja. Sejauh ini dakwaan itu masih dianggap sumir dan oleh karenanya Majelis Hakim menunda persidangan.

Sebab ancaman hukuman yang didakwakan kepada Siti Aisyah dan Doan Thi Huong bukan main-main. Keduanya dianggap melanggar Seksyen 302 Kanun Keseksaan alias pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya adalah hukuman mati.

Maka pemerintah Indonesia wajib hadir sebagai perwujudan perlindungan segenap tumpah darah dan warga negara Indonesia yang sudah menjadi perintah konstitusi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here