Dalam Secangkir Kopi hanya Ada “Sejuta Janji”

0
751

Nusantara.news, Surabaya – Aroma semerbak kampanye Saifullah Yusuf sudah tercium sejak kopi bermerek “Gus Ipul” diluncurkan di kawasan foodcourt Jalan Urip Sumoharjo Surabaya pada Februari 2016 lalu. Sejak saat itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur yang kerap dipanggil Gus Ipul itu mulai rajin “blusukan” dengan menebar janji-janji ke masyarakat. Maka lumrah, jika hasil survei The Initiative Institute menempatkan popularitas Gus Ipul bertengger di posisi paling atas, meraih 82%. Terlebih, selain posisinya incumbent, upaya merebut simpatik itu hampir selalu diikuti pemberitaan media massa, baik cetak maupun elektronik.

Namun yang menarik diamati, dari hasil survei bertajuk “Partai Politik dan Politik Aliran” itu adalah tingkat popularitas Gus Ipul ditempel ketat oleh pesaingnya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya Tri Rismharini (Risma). Padahal, sampai saat ini, baik Khofifah maupun Risma masih enggan dan belum resmi menyatakan diri bakal ikut serta dalam kontestasi. Kondisi itu jelas berbeda dengan Gus Ipul yang sejak awal tahun lalu sudah gerilya mencari dukungan maju ke Pilgub Jatim 2018. Hasil survei menunjukkan, angka popularitas Khofifah mencapai 81,4%, selisih tipis hanya 1,4% dengan Gus Ipul. Sedangkan Risma meraih 75%, angka selisihnya cukup signifikan dengan Gus Ipul yakni sebesar 7,4%.

Jika merujuk kembali hasil survei, dari perbandingan tiga tokoh terpopuler, tampaknya Gus Ipul juga harus lebih “ngoyo” lagi untuk merebut posisi gubernur Jawa Timur, kendati elektabilitasnya 33% lebih tinggi dari Khofifah yang angkanya 28% dan Risma 26%. Itu karena 34,90% responden ternyata lebih menginginkan Gus Ipul hanya menduduki kursi wakil gubernur. Berbeda dengan Khofifah (posisi gubernur 28,31%, wagub 21,10%), sedangkan Risma (posisi gubernur 26,13%, wagub 21,50%). Artinya, masyarakat Jawa Timur lebih menginginkan Khofifah dan Risma sebagai gubernur, ketimbang Gus Ipul.

Bisa jadi, hal itu yang menjadi penyebab mengapa hingga kini belum ada partai politik (parpol) meminang Gus Ipul, meski wakil gubernur Jawa Timur dua periode itu menyatakan diri siap maju di Pilgub Jatim periode mendatang. Di sisi lain, masyarakat mungkin juga menilai bahwa janji-janji yang pernah diungkapkan Gus Ipul masih jauh dari panggang api. Dengan kata lain, tagline kampanye “dalam secangkir kopi ada sejuta solusi” Gus Ipul untuk mencitrakan dirinya hanya dianggap slogan karena menanggalkan implementasi tanpa bukti kongkrit. Simak beberapa janji diantara “sejuta janji” Gus Ipul ditebarkan ke masyarakat Jawa Timur sejak Februari 2016 berikut ini. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here