Dari 96 BUMDes di Kabupaten Banyuwangi, 69 BUMDes Belum Berjalan

0
231

Nusantara.news, Banyuwangi –

Ternyata dari total 96 BUMDes di Kabupaten Banyuwangi, 69 BUMDes hanya titip nama tanpa melaksanakan kegiatan operasional. Kondisi tersebut terjadi lantaran pihak Pemerintah Desa belum memberikan penyertaan modal. Padahal, Tahun 2017 Pemkab Banyuwangi menargetkan seluruh BUMDes di wilayahnya harus terbentuk dan melaksanakan kegiatan usaha.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi mencatat, di antara BUMDes yang sudah beroperasi itu, 16 di antaranya masih belum berkembang. BUMDes tersebut berada di Kecamatan Songgon. Yakni BUMDes Sayu Suto di Desa Balak,  Bangkit Bersama di Desa Bangunsari, Durian Merah di Desa Songgon dan Basma Panca di Desa Sumberbulu.

Termasuk BUMDes Jenggirat Tangi di Desa Kelir (Kecamatan Kalipuro),  Arum Wangi di Desa Jambesari (Kecamatan Giri), Gangga Jaya di Desa Sumberagung (Kecamatan Pesanggaran), Tri Maret di Desa Sumbersari serta BUMDes Kian Langgeng di Desa Kepundungan (Kecamatan Srono). Ada juga di Kecamatan Sempu, yakni BUMDes Bumiasri di Desa Temuasri; Jambewangi Makmur di Desa Jambewangi; dan Karangsari di Desa Karangsari. BUMDes Sejahtera di Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore; Segobang di Desa Segobang, Kecamatan Licin; Sejahtera di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung; dan BUMDes Delima Mekar di Desa Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo.

“BUMDes yang mampu tumbuh dan berkembang hanya 11 BUMDes untuk seluruh Banyuwangi,” ungkap Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Pedesaan, DPMD Kabupaten Banyuwangi, Eko Wahyudi, Jum’at (17/3/2017).

Menurut Eko Wahyudi, pihaknya tengah mengupayakan untuk membangun komunikasi dengan kepala desa untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Menurutnya Pemkab selama ini telah melakukan sosialisasi berulang-kali untuk pelaksanaan program BUMDes tersebut, akan tetapi yang terjadi di lapangan masih jauh dari yang diharapkan.

“Dari total 189 Desa yang ada di Banyuwangi, baru 96 desa yang telah membentuk BUMDes. Komitmen kepala desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa dan mengurangi angka pengangguran patut dipertanyakan. Terlebih Bupati Abdullah Azwar Anas, dalam setiap momen sudah berulang kali mengingatkan para Kepala Desa” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here