Dari Pinggir Arena, Kini Masuk ke Pusat Persaingan

0
821
Balmerol hadir untuk mempertebal pangsa pasar di Indonesia. Menjadi kompetitor baru produk gemuk dan pelumas. Kanan-Kiri: Abhijit Roy, Takwa Fuadi Samad, Andrew Baskoro.

Nusantara.news, Jakarta – Tak puas hanya menjadi suplier pelumas brand-brand besar, tampaknya membuat PT Balmer Lawrie Indonesia (BLI) melihat peluang besar. Lewat produk Balmerol, perusahaan joint venture itu pun mencoba peruntungan dengan memasuki pasar-pasar industri di Indonesia yang sangat luas.

Indonesia memang surga yang empuk buat aneka produk dan jasa, tanpa kecuali produk  pelumas, khususnya gemuk (grease). Itu sebabanya Indonesia kerap menjadi sasaran pemasaran produk global mengingat kebutuhan industri yang besar terhadap pelumas, sementara ketersediaan produk masih sangat terbatas.

Di sinilah kejelian PT Balmer Lawrie Indonesia, perusahaan patungan antara PT Imani Wicaksana dan Balmer Lawrie & Co. Ltd. India yang didirikan sejak 1867. Balmer Lawrie & Co. Ltd. India merupakan induk perusahaan Balmer Lawrie (UK) Ltd.

Andrew Baskoro, Preskom BLI, mengungkapkan perusahaan patungan ini memiliki komposisi yang unik. Dimana PT Imani Wicaksana dan Balmer Lawrie & Co. Ltd. India masing-masing mengusai saham 50%. Artinya akan ada peluang deadlock dalam pengambilan keputusan.

Namun BLI selama ini memiliki hubungan yang sangat baik, sehingga selalu seiring sejalan, nyaris tidak ada perbedaan pendapat yang mengganggu dalam pengambilan keputusan perusahaan. Mungkin ini komposisi pertama yang ada di Indonesia, antara lokal dan asing sama-sama memiliki saham 50%, sama kuat.

BLI selama ini diketahui sebagai suplier bahan baku pelumas papan atas, brand-brand besar yang sudah malang melintang di tanah air. Sambil terus mempertahankan pangsa pasar yang ada, BLI berusaha masuk dengan produk baru menyiasati keterbatasan suplai produk pelumas jenis gemuk.

Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, industri pelumas di Indonesia diperkirakan bisa mencapai kapasitas produksi ideal hingga 2,04 juta kilo liter per tahun. Namun sampai saat ini produksi yang mampu dihasilkan hanya sekitar 858.360 kilo liter per tahun.

Sementara itu, data Grand View Research tahun 2017 menyebutkan kawasan Asia Pasifik merupakan pasar terbesar untuk produk gemuk, mencapai sekitar 40% dari global market share.

Sementara, pertumbuhan bisnis armada truk (kendaraan golongan III) di ASEAN mewakili 63% dari 4,8 juta kendaraan yang terus bertumbuh. Data tersebut berasal dari IPSOS Business Consulting tahun 2015.

Angka-angka indikator tersebut diyakini ikut mendorong pertumbuhan pasar industri pelumas lokal secara positif, khususnya grease, baik untuk penggunaan di dalam negeri maupun kebutuhan ekspor.

“Di sini kami hadir dengan produk Balmerol guna memelihara pangsa pasar yang ada, sekaligus mempertebal pangsa pasar baru lewat aneka varian produk pelumas,” ungkap Presdir PT BLI, Abhijit Roy.

Volume produksi pabrik BLI di Cikande, Banten, untuk gemuk mencapai 6.000 MT per tahun, oli pelumas 3.000 kilo liter per tahun, dan Bituminous Compound 3.000 MT per tahun dalam satu shift produksi.

Selain menghadirkan varian produk Balmerol, keseriusan BLI ditunjukkan dengan perombakan susunan direksi, yakni masuknya Takwa Fuadi Samad, menggantikan pejabat KD Jamsandekar. Ini menunjukkan bahwa BLI benar-benar ingin fokus dan tajam memaksimalkan pangsa pasar Indonesia yang begitu luas dan dalam.

Roy menyatakan tahun depan BLI akan fokus pada pemasaran langsung produk gemuk dan pelumas dengan mencari distributor baru yang lebih kuat jaringannya ke pasar.

Upaya ini akan didukung dengan produk comprehensive lubricating solution. Sedikitnya, ada empat fokus utama di penetuan arah bisnis BLI tahun depan, yakni menjadi produsen pelumas kelas dunia dengan harga terjangkau, menyediakan solusi produk pelumas yang komprehensif, menjadi market leader di produk gemuk dan khusunsya pelumas, serta serta menghasilkan produk pelumas yang ramah lingkungan.

Penetapan arah dan strategi baru perusahaan ini, menurut Takwa Fuadi, termasuk di dalamnya juga memperkuat jaringan pemasaran. Saat ini BLI mengevaluasi distributor yang ada, sekaligus mencari distributor yang lebih andal.

“Kami ingin memastikan kedepannya penetrasi pasar kami bisa jauh lebih baik, serta ketersediaan produk kami bisa menjangkau target pasar yang dibutuhkan,” demikian ungkap Takwa.

Balmerol merupakan produk yang teruji selama puluhan tahun di negara asalnya, pihaknya sangat percaya diri untuk melakukan penetrasi pasar di dalam negeri melalui produk dengan brand Balmerol.

BLI memiliki banyak rangkaian produk spesifik untuk semua sektor industri dan otomotif. BLI tidak hanya menjual pelumas tapi menawarkan solusi pelumas yang komprehensif. Mulai dari kebutuhan industri migas, pertambangan, otomotif, hingga industri manufaktur.

Kompetitor terdahulu sebelum BLI hadir lewat brand Balmerol, adalah produk gemuk dan pelumas buatan Shell, Pertamina, Total, dan lainnya. Kehadiran Balmerol akan menjadi magnet baru pangsa pasar gemuk dan pelumas.

Sebab itu kedepannya, BLI sangat percaya diri untuk melakukan penetrasi pasar melalui produk dengan brand Balmerol. Sebelumnya di pasar oli khusus untuk industri BLI sudah mensuplai ke perusahaan semen dan tambang.

Kedepannya fokus utama akan menyasar ke oli otomotif dan targetnya pada kuartal I-2019 oli khusus otomotif baik roda dua, roda empat dan kendaraan komersial mulai disuplai. “Dalam 10 tahun ke depan kami menargetkan bisa memiliki sekitar 10% sampai 15% pangsa pasar oli keseluruhan,” kata Roy.

Saat ini Pertamina Lubricants masih menguasai 65% pasar pelumas Indonesia, disusul oleh Shell yang menguasi 9%.

BLI ingin memastikan kedepannya penetrasi pasar kami bisa jauh lebih baik, serta ketersediaan produk bisa menjangkau target pasar yang dibutuhkan. Saat ini ada 7-8 kota yang sudah terdistribusi. Tahun depan bisa ke 30 kota.

Tampaknya kejelian Balmerol melihat kekosongan pasar gemuk dan pelumas di tanah akan dimanfaatkan dengan menggelontorkan aneka varian produk. Ini tentu memberikan sinyal untuk bengkitnya produsen gemuk dan pelumas di dalam negeri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here