Data Penyandang Dana Makar Bisa Dibuka ke Publik, Asal …

0
53

Nusantara.news, Jakarta – Data siapa, berapa kapan dan bagaimana uang yang digelontorkan oleh penyandang dana kasus makar tidak bisa serta merta dibuka ke publik. Kenapa?

Hal itu diungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul. Toh demikian, Martinus menegaskan pihaknya memiliki bukti-bukti akurat, hanya saja, “tidak bisa kami buka di publik,” bebernya..

Sebab, paparnya, informasi itu termasuk dalam informasi proses penyelidikan dan penyidikan yang dikecualikan dibuka sesuai dengan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Berapa jumlah uang, dari siapa, siapa menerima, ada berapa kali pengiriman, menjadi materi penyidikan,” tandas Martin.

Namun Martinus menerangkan, informasi itu akan dibuka secara terbuka dan gamblang di proses persidangan. Di luar itu, aliran dana bisa disampaikan ke publik asal ada permintaan khusus. “Tapi sampai saat ini elum ada permintaan informasi itu dibuka.”

Sebelumnya, dalam keterangan pers, Martinus menyebutkan polisi sudah melacak ada bukti transfer pendanaan untuk demonstrasi yang diduga bertujuan menggulingkan pemerintah.

Terkait kasus Makar, polisi kini sudah menangkap 11 orang sebagai tersangka. Diantara tersangka ada yang dilepaskan untuk menjalani penahanan luar dan ada yang ditahan. Mereka antara lain : Mayjen (TNI Pur) Kivlan Zen, Bigjen (TNI Pur) Aditya Warman, Rachmawati Soekarno, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas dan Mohamad Hatta Taliwang.

Soal penyandang dana makar dibantah oleh Sri-Bintang Pamungkas. “Anak buah saya cuma 15, peralatan kami hanya spanduk, selebaran, dan bendera,” terang Bintang di Polda Metro Jaya, Selasa, (6/12). Namun dia mengakui memang ingin berdemonstrasi di depan DPR. Menurut dia, hal itu legal.

Sanggahan serupa datang dari Rachmawati Soekarno. “Tidak benar itu ada aliran dana ke rekeningnya sebesar Rp300 juta. Kalau ada transfer kemungkinan hanya untuk keperluan logistik unjuk rasa 2 Desember lalu,” sanggahnya.

Lagi pula, imbuh Rachmawati, demo kan perlu makan dan minum. Dan itu sudah dilaporkan dalam surat pemberitahuan yang dikirimkan ke Polda Metrojaya.

“Uang segitu nggak cukup buat makar, itu cuma cukup buat makan bakso dan air mineral buat orang demo,” tandas Rachmawati dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Rabu (7/12) lalu.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here