Debut Kedua Koperasi SBS, Segera Hadirkan 212 Mart

0
745
212 Mart Bojong Kulur segera hadir sebagai sister outlet Kita Mart Bojong Kulur yang telah hadir lebih awal.

Nusantara.news, Jakarta – Setelah berhasil menghadirkan Kita Mart Bojong Kulur, Koperasi Sejahtera Bersama Syariah (SBS) kembali akan menghadirkan 212 Mart Bojong Kulur, sebuah bisnis ritel dengan konsep toko modern bernuansa Islami.

Aris Ahmad Risadi, Sekretaris Koperasi SBS, mengungkapkan di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ada sekitar 65.000 warga. Sekitar 95% dari warga tersebut beragama Islam, sehingga keberadaan Kita Mart maupun 212 Mart benar-benar menjadi solusi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-sehari.

“Karena itu kami segera menghadirkan 212 Mart, sebagai sister outlet Kita Mart yang telah sukses lebih dulu,” kata Aris kepada Nusantara.News kemarin.

Saat ini, kata dia, 212 Mart sedang dalam tahap renovasi dua toko yang disatukan di pintu gerbang Vila Nusa Indah 2. Diperkirakan toko ini selesai direnovasi dua pekan pasca lebaran.

Sementara pengumpulan dana investasi yang dibutuhkan, kata Aris, sekitar Rp570 juta, persis seperti Kita Mart Bojong Kulur. Saat ini dana yang terkumpul sudah separuhnya, diharapkan setelah lebaran sudah genap dikumpulkan jumlah tersebut oleh 570 anggota baru.

Puarman Kahar, Manager Toko Kita Mart, mengatakan 212 Mart Bojong Kulur ini ada di tempat strategis, sehingga diharapkan mampu membuat omzet yang besar. Karena lokasinya persis di depan perlintasan keluar masuk warga Vila Nusa Indah, berbatasan dengan Kota Wisata, Vila Mahkota, Sakura Regency, dan tembus ke pintu tol Jati Asih.

“Tempatnya memang sangat strategis, diharapkan 212 Mart Bojong Kulur bisa mendulang omzet yang bagus,” jelasnya.

Sebenarnya Kita Mart dan 212 Mart merupakan dua brand yang berbeda. Kita Mart adalah brand dari Majelis Taklim Wirausaha (MTW) yang dikelola oleh Ustad Velentino Dinsi. Sementara 212 Mart merupakan brand dari Koperasi Syariah 212 yang dibentuk oleh GNPF MUI.

“Koperasi SBS sengaja menghadirkan toko modern ini dengan dua brand, sehingga diharapkan bisa saling mengisi,” jelas Aris Ahmad Risadi.

Rencana Koperasi SBS ke depan, lanjut Aris akan membuka hingga 10 gerai Kita Mart dan 212 Mart di Bojong Kulur. Mengingat ada 65.000 warga sekitar yang perlu dilayani kebutuhan sehari-harinya.

Sementara saat ini ada sekitar 22 gerai Indomart dan Alfamart. Bedanya, kalau warga berbelanja di Kita Mart dan 212 Mart adalah milik sendiri, dimana keuntungannya akan dikembalikan kepada warga dalam Rapat Akhir Tahun.

Aris mengungkapkan, setelah sukses mendirikan Kita Mart dan 212 Mart, rencana berikutnya adalah bagaimana Koperasi SBS akan mendirikan 212 Matrial. Yakni segmen bisnis penjualan alat-alat bangunan, selama ini kebutuhan warga muslim Bojong Kulur untuk membangun atau merenovasi rumah dipenuhi oleh toko-toko milik warga keturunan.

“Ke depan warga bisa membeli dan berbelanja di toko miliknya sendiri. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan perputaran ekonomi umat Islam,” ujarnya.

Ketika ditanya, apakah Koperasi SBS ingin merebut kue bisnis yang dikelola oleh warga keturunan, Aris menjawab secara diplomatis. Menurutnya Koperasi SBS tidak hendak mengambil kue bisnis warga keturunan, tapi ingin mengembalikan kue bisnis ritel, matrial, elektronika, dan bahkan ke depan rantai distribusi pangan kepada umat Islam sendiri.

“Jadi spiritnya adalah bagaimana umat Islam berbelanja di tokonya sendiri, sehingga keuntungannya kembali kepada umat. Selama ini kan kita berbelanja keuntungannya dinikmati mereka. Jadi umat Islam sudah cerdas,” katanya.

Diakui Aris, bisnis ritel, bisnis distribusi, bahan bangunan dan elektronika adalah bisnis yang mengandung multiplier effect yang luas. Selama ini rantai bisnis ini dikuasai warga keturunan. Ke depan, dengan kesadaran penuh, umat Islam akan mengembangkan kebutuhannya lewat Koperasi SBS dan keuntungannya dikembalikan kepada mereka.

“Jadi ke depan, iklim persaingan akan jauh lebih sehat dengan ummat Islam sebagai penentu kesejahteraannya sendiri. Bukan ditentukan orang lain,” tegasnya.

Kepemilikan bersama

Kita Mart Bojong Kulur dimiliki oleh Koperasi SBS, dimana pemegang saham Koperasi SBS adalah 570 warga Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dengan hadirnya 212 Mart Bojong Kulur, maka akan mengundang investor baru, dimana investor Kita Mart tak boleh lagi ikut serta.

Tujuannya, agar terjadi pemerataan kepemilikan di Desa Bojong Kulur. Selain itu, investor baru 212 Mart Bojong Kulur nantinya secara otomatis akan menjadi pemilik Kita Mart Bojong Kulur, dimana mereka bisa menikmati Sisa Hasil Usaha (SHU) di kedua toko tersebut. Sebaliknya investor Kita Mart juga otomatis akan menjadi pemilik dari 212 Mart Bojong Kulur.

Yang membedakan antara investor Kita Mart dan 212 Mart di Bojong Kulur adalah jumlah tahun mereka bergabung dalam Koperasi SBS. Makin lama mereka bergabung maka faktor bagi hasilnya lebih besar dibandingkan mereka yang baru bergabung.

“Jadi rumus SHU nantinya dikompensasi dari jumlah modal disetor, jumlah aktivitas transaksi, dan berapa lama mereka bergabung dalam Koperasi Sejahtera Bersama Syariah,” jelasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here