Demi Stabilitas, Jokowi Harus Jaga Silaturahmi dengan Ulama

0
639
Presiden Joko Widodo (tengah) sedang berdiskusi dengan Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU) Maruf Amin (kedua kiri) (Sumber: Yudi Mahatma)

Nusantara.news, Kota Malang – Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang, Rabu (24/5/2017). Dalam agendanya Presiden melakukan penyerahan sertifikat hak atas tanah program strategis nasional di Blimbing, Kota Malang dan juga akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Dinas Pendidikan Kota Malang.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menghadiri pengukuhan Prof Dr (HC) KH Ma’ruf Amin sebagai Guru Besar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sosok KH Ma’ruf Amin yang merupakan ulama sepuh dan Rais Aam Nadhlatul Ulama (NU) pastinya memiliki pengaruh yang kuat dalam kancah nasional.

Agenda Presiden mengunjungi tokoh besar NU tersebut merupakan suatu bentuk usaha atau langkah dari pemimpin negara untuk menjaga stabilitas politik nasional. Melihat kondisi politik nasional dewasa ini sedikit memanas terkait isu perbedaan agama.

Perbedaan pandangan dan pendapat dari beberapa ulama atau tokoh agama dalam kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang terjadi beberapa waktu lalu, membuat wajah islam di Indonesia menjadi terpecah. Ada yang menyebut sebagai Islam intoleran dan Islam toleran yang kebablasan.

“Bisa juga hal tersebut dilakukan untuk dijadikan sebagai ajang menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh besar Islam Nusantara yang notabene memiliki pengaruh yang sangat besar di Indonesia” ujar Rizal Kuncoro, pengamat politik dari Universitas Brawijaya.

Rizal menambahkan penjelasannya “Dapat dibenarkan juga, apalagi beberapa waktu lalu Jokowi mendapat gelar tokoh islam berpengaruh di dunia. Padahal track record pengalamannya belum nampak aktivitasnya dalam gerakan Islam,” ujarnya kepada Nusantara.news, Rabu (24/5/2017).

Budaya muslim Indonesia sejak zaman dahulu dikenal sebagai muslim moderat, toleran dan akomodatif. Karena kultur masyarakat indonesia yang sangata multikultur esktri dalam artian berbagai macam budaya dan agama ada di Indonesia. Hal tersebut yang membuat Islam Indonesia berpadu dan berakulturasi dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dalam berkehidupan bersama.

Kondisi politik nasional yang belum stabil akibat beberapa gejolak yang terjadi di masyarakat. terutama pada beberapa pekan lalu terjadi gerakan besar-besaran massa mengecam Ahok yang dinilai menistakan agama dan melecehkan ulama. Hal tersebut memiliki efek domino yang berantai hingga hari ini dan melebar pada isu perbedaan agama.

Keadaan tersebut yang membuat stabilitas politik nasional sempat terguncang, apalagi ditambah dengan beberapa tuduhan dugaan makar pada beberapa oknum-oknum tokoh nasional dan beberapa pejabat publik.

Presiden Jokowi, sebagai kepala negara yang secara tidak langsung memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum, harus bisa meredakan gejolak permasalahan yang menganggu stabilitas politik nasional. “Kondisi stabilitas politik nasional harus terus dijaga karena pembangunan membutuhkan stabilitas yang baik, apabila situasi kondisi tidak stabil akan menghambat pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Pemerintah menginginkan stabilitas politik dalam negeri terjaga. Situasi tenang diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Stabilitas yang mampu mendorong ekonomi, terpeliharanya kebhinekaan serta terwujudnya partisipasi masyarakat di berbagai bidang,” kata Jokowi.

Di tempat lain, Rizal memperingatkan untuk mewaspadai agenda stabilitas tersebut “Memang stabilitas, juga diperlukan untuk keberhasilan pembangunan, namun perlu telaah kritis dan jeli jangan sampai dengan agenda stabilitas ini menjadi suatu bentuk pembungkaman dan pendisiplinan perlawanan masyarakat terhadap ketidakadilan,” tandas

“Karena marak akhir ini, perselingkuhan antar birokrat dan investor untuk menindas, menggusur masyarakat kecil. Hal tersebut adalah bentuk kapitalisme negara, dan itu wajib hukumnya untuk di lawan” tutupnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here