Demi Tingkatkan Anggaran Militer, Trump Potong Bantuan Dana Asing

0
200
Foto: Reuters

Nusantara.news, Wasington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan proposal anggaran negara kepada Kongres AS Kamis (16/3). Trump meminta pengurangan anggaran pada beberapa departemen, salah satunya anggaran bantuan untuk asing di departemen luar negeri, juga anggaran terkait pelestarian lingkungan. Pemotongan tersebut sebagai konsekuensi keinginan Trump untuk menambah anggaran di bidang pertahanan militer.

Badan Perlindungan Lingkungan dan Departemen Luar Negeri adalah yang paling banyak menjadi target pemotongan anggaran.

Dalam rancangan anggarannya, sebagaimana dikutip AFP Trump mengajukan pemangkasan anggaran Kementerian Luar Negeri sebesar 28 persen. Langkah ini artinya akan mengurangi secara drastis bantuan untuk negara-negara lain, serta sumbangan ke badan-badan PBB. Efeknya pasti bakal terasa di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang selama ini ikut merasakan bantuan dana Amerika, termasuk Indonesia.

Anggaran yang sama sekali dihilangkan adalah untuk 19 badan independen di AS yang selama ini mengandalkan dana negara untuk bidang penyiaran publik, seni dan isu-isu regional AS dari mulai Alaska hingga Appalachia.

Di sisi lain, Pentagon sebagai sokoguru kekuatan militer AS didorong untuk mendapatkan peningkatan anggaran sebesar 10 persen, artinya akan semakin besar saja anggaran militer AS di bawah kepemimpinan Presiden Trump. Saat ini saja, anggaran militer AS sudah lebih besar daripada gabungan alokasi anggaran militer 7 negara terbesar lain di dunia.

Selain itu, sekitar USD 4 miliar akan dialokasikan untuk mengawali pembangunan tembok perbatasan Meksiko yang dijanjikan Donald Trump sejak masa awal kampanye sebagai presiden AS.

Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Meksiko harus membayar pembangunan tembok perbatasan, tapi Meksiko menolak keras, dan membuat hubungan kedua negara bertetangga ini menjadi kurang harmonis.

Anggaran yang dibuat untuk tahun fiskal 2018, dan dimulai 1 Oktober 2017 ini diperkirakan akan mengundang banyak perdebatan di Kongres AS selama berbulan-bulan, meskipun anggota Kongres dari Partai Republik, partai pendukung Trump, mendominasi Kongres.

“Presiden ingin menghabiskan lebih banyak anggaran pada bidang pertahanan, untuk mengamankan perbatasan, untuk menegakkan hukum, untuk memperbanyak kesempatan sekolah, tanpa menambah defisit,” kata direktur anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney, Rabu (15/3).

Kata Mulvaney, Trump ingin menghabiskan USD 54 miliar lebih untuk militer atau pertahanan, menganggarkan dana awal untuk dinding perbatasan, serta memenuhi janji-janji kampanye yang lainnya.

Namun, Trump masih belum memasukkan janjinya untuk menganggarkan USD 1 triliun untuk jalan, jembatan, bandara serta proyek infrastruktur lainnya.

“Rencana infrastruktur masih untuk program berikutnya,” kata Mulvaney.

America First

Para pejabat Gedung Putih yang menyusun rancangan anggaran tersebut ingin mewujudkan janji-janji Trump tentang “America First” saat kampanye dan pidato ke dalam angka-angka. Misalnya, janji Trump tentang penambahan anggaran bagi peningkatan senjata nuklir AS, perawatan kesehatan para veteran, FBI dan Departemen Kehakiman untuk melawan pengedar narkoba serta kejahatan kekerasan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mendapat peningkatan 6,8 persen, dengan fokus untuk staf tambahan untuk menangkap, menahan dan mendeportasi imigran ilegal. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here