Demo Mahasiswa Papua Tuntut Freeport Ditutup

0
51
Jpeg

Nusantara.news, Kota Malang –  Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Kota Malang, untuk kesekian kalinya menggelar aksi memprotes keberadaan PT Freeport Indonesia. Hari ini, Jumat (7/4), mereka kembali melakukan aksi yang sama di depan Balai Kota Malang.

Mereka menyuarakan terkait keberadaan PT Freeport Indonesia (PTFI), yang semakin hari semakin meresahkan dan cenderung merugikan masyarakat Papua. Salah satu tuntutan mereka adalah penutupan perusahaan tersebut.

Johanes Raffael Giyai, koordinator aksi mengungkapkan, kontrak yang disepakati pada 7 April 1967 tersebut, dinilai sebagai kesepakatan illegal, karena pasalnya tidak melibatkan masyarakat masyarakat adat Papua. “Juga pada Februari lalu pemerintah dan Freeport memperbaharui kesepakatan tanpa melibatkan masyarakat adat,” ungkapnya kepada Nusantara.news.

Apalagi soal kesepakatan yang telah dibuat mengenai divestasi saham, sebesar 51 persen. “Mengenai divestasi saham tersebut masyarakat adat Papua Barat tidak pernah dilibatkan dalam kesepakatan itu,” tegas pria yang akrab disapa Jhon itu.

Ia menambahkan, keberadaan Freeport telah merampas lebih dari 1 juta hektar tanah masyarakat adat. “Terlebih sejak dieksplorasi berjalan, dua miliar ton limbah tailing dibuang ke Sungai Aghawagon, Otomona, Ajkwa, Minarjawi,  dan Aimone, yang menyebabkan pencemaran lingkungan,” imbuh Jhon.

“Berdasar fakta di atas, semakin jelas dan tidak ada alasan untuk mempertahankan  eksplorasi dan mengeksploitasi Gunung Newangkawi,” tegasnya.

Oleh karena itu mereka menuntut  pengusiran dan  penutupan perusahaan tersebut, kemudian dilakukan audit kekayaan Freeport untuk berikan pesangon untuk buruh, termasuk melakukan audit pencemaran lingkungan yang telah dilakukan Freeport.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here