Demokrat Tak Khawatir Diacuhkan Calon Petahana

0
54
Partai Demokrat

Nusantara.news, Kota Malang – Himpunan koalisi yang digalang petahana sejauh ini yang terlihat kuat dan benar-benar dipastikan akan merapat adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sedangkan koalisinya dengan PDI Perjuangan seperti koalisi di tingkat Pilkada Gubernur Jatim masih terkatung-katung. Baik PKB maupun PDI Perjuangan belum ada kejelasan sikap tentang koalisi Bangjo yang sudah terwujud di tingkat provinsi.

Komunikasi yang terjalin dikabarkan deadlock alias tidak ada titik temu. Nasib koalisi ini masih menunggu keputusan DPC PDI Perjuangan Kota Malang yang tampaknya juga masih kesulitan menyodorkan nama ke DPP yang akan merekomendasikan pilihannya.

Di tengah ketidakpastian ini dikabarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjalin komunikasi dengan Partai Demokrat yang menyiapkan Gufron Marzuqi, kadernya, menjadi pendamping M Anton selaku petahana.

Kader terbaik Partai Demokrat Kota Malang itu juga mendaftar dalam penjaringan kandidat N2 yang diselenggarakan oleh PKB pada Agustus 2017 lalu.

Seiring dengan perkembangan peta politik yang dinamis, peluang bersandingnya Anton-Gufron tampaknya menipis. Dalam beberapa kesempatan, Anton justru terkesan mencari alternatif sosok di luar peserta penjaringan yang digeber PKB. Misalnya sosok Dokter Muda pendiri Malang Care, Dr. Canggih Sakina Hans SH MBA.

Pada Selasa (12/12) lalu, Gufron Marzuqi mangkir dari tahapan fit and proper test yang digelar DPP PKB di Jakarta. Ia mengaku sudah memberikan konfirmasi ketidakhadirannya. “Memang saya tidak hadir, tapi sudah izin kepada PKB,” ujarnya kepada wartawan,.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang itu, masih tetap mengikuti mekanisme penjaringan yang tengah berlangsung. “Sejauh ini masih kita tunggu, karena mereka belum menyatakan final,” imbuh Gufron.

Terkait terbitnya rekomendasi PKS terhadap Anton. Gufron menilai, hal ini cukup positif karena koalisi memang dibutuhkan, serta untuk memnuhi persyaratan kursi di legislatif daerah.

Pihaknya menjelaskan skenario lain dari Partai Demokrat dengan melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai lain juga cukup intens dilakukan. Bisa jadi, Partai Demokrat dengan poros baru akan maju dalam Pilkada Kota Malang 2018 sebagai penantang petahana.

“Ketua saya sudah berkomunikasi dengan hampir semua partai, hubungannya baik semua. Kalau memang saya tidak berjodoh dengan Abah Anton, saya serahkan ke partai. Saya hanya petugas partai, pelaksana tugas dan amanah partai,” tandasnya. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here