Dengan Brand “Republik Kopi”, Bondowoso Menggeliat

1
132

 

Nusantara.news-Bondowoso – Istilah “Bondowoso Republik Kopi” (BRK) sudah tidak asing lagi bagi pebisnis dan penggemar kopi di Indonesia. Sejak di-launching oleh Bupati Bondowoso Amin Said Husni beberapa tahun lalu, brand tersebut sudah dikenal banyak orang. Lahirnya sebutan republik kopi itu juga memunculkan dampak positif bagi industri kopi di Bondowoso. Dari hari ke hari, permintaan kopi produksi wilayah Bondowoso terus bertambah.

Menurut Sumarhum, Ketua Asosiasi Pedagang Kopi (APEKI) Bondowoso mengakui bahwa permintaan dari pembeli di Jakarta setiap bulannya bisa mencapai 1 ton green beans. Melihat kondisi tersebut, tentunya kata Sumarhum, perlu dibarengi dengan penguatan produksi, organisasi petani dan jajaring dalam rangka meningkatkan daya saing kopi dari Republik Kopi.

“Usaha pemerintah Bondowoso untuk menguatkan rantai perdagangan kopi membuahkan hasil. Setelah APEKI sudah resmi menjadi anggota SCOPI. Sementara itu, buah dari menjadi anggota SCOPI, APEKI Bondowoso, telah diapresiasi oleh Badan Pengabangan SDM dan Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian menjadi anggota tim pengarah Penyusunan Nasional Kurikulum Kopi Arabica Berkelanjutan-National Sustainable Curriculum Arabica Coffee- NSC Arabica,” ungkap Sumarhum, Minggu (2/4/2017).

Peran APEKI dengan dukungan Republik Kopi telah bercokol di level nasional. “Sehingga diharapkan APEKI dan Republik Kopi pada tahun ini bisa menjadi suplayer kopi terbaik dunia,” harap Imam.

Akan tetapi, menjalankan industri kopi memang tidak gampang, petani dan pemangku kepentingan perkopian Bondowoso diharapkan saling bahu-membahu untuk memperkuat basis produksi dan membangun sistem perdagangan yang baik.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here