Densus Tipikor Mesti Bersihkan Dulu Internal Polri

0
202
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Ketua KPK Agus Rahardjo, kompakkah berbagi peran?

Nusantara.news, Jakarta – Gagasan pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) diungkap Kapolri Jend. Pol. Tito Karnavian saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta. pada Selasa, 23 Mei 2017 lalu.

“Sekarang kami lagi menyusun bentuknya seperti apa. Intinya kami bukan ingin menyaingi KPK, tidak. KPK kan jumlahnya terbatas. Berapa kan seribu paling ya. Penyidiknya juga 150 mungkin. Penyelidiknya juga paling sekitar segitu. Jadi yang bisa ditangkap kasus-kasus besar,” terang Tito di hadapan wartawan ketika itu.

Sedangkan polisi dengan kekuatan ratusan ribu personil, lanjut Tito, akan lebih mampu menjangkau wilayah yang lebih luas. “Kalau hanya mengungkap kasus-kasus besar maka efeknya di masyarakat tak akan massif,”lanjutnya.

Selain mendapat tanggapan positif dari Komisi III Kapolri Tito Karnavian juga mengaku sudah menyampaikan rencananya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Prinsipnya mereka positif, jangan upaya ini dianggap sebagai competitor tapi bersinergi.” Ujarnya.

Secara kelembagaan, timpal Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri pada Rabu (18/7) kemarin lusa, Densus Tipikor nantinya akan menggeser Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri. “Kalau sudah ada Densus, Direktorat Tipikor tidak ada. Dihilangkan nantinya,” beber Setyo.

Sumber daya manusia (SDM) Densus Tipikor, lanjut Setyo, selain berasal dari Dittipikor Bareskrim ke depannya akan mendidik lebih banyak lagi personil Polri yang berkemampuan di bidang pemberantasan korupsi.

Densus Tipikor ini, papar Setyo, bukan hanya di tingkat pusat. Melainkan juga ada di setiap Polda seperti halnya penempatan Densus 99 Anti Teror. Namun lebih jauhnya, tandas Setyo, Polri masih mengkaji payung hukum untuk pembentukannya. “Ini sedang dikaji. Nanti kan kita kaji dulu, sama seperti dulu kita bentuk Densus 88,” kata dia.

Karena mengubah Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Polri, imbuh Setyo, jika nantinya jadi dibentuk pasti membutuhkan rekomendasi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras.

Tanggapan KPK

Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada prinsipnya setuju dengan pembentukan Densus Tipikor. Namun dia mengingatkan bahwa KPK dibentuk sebagai amanat dari reformasi pada saat itu. Ada dua TAP MPR, TAP MPR 98 dan TAP MPR 2001, yang cukup jelas mengamanatkan pembentukan KPK,”ujarnya, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (24/5/2017).

Dengan demikian, lanjut Febri, seandainya KPK digantikan dengan institusi lain, hal ini bisa dipahami sebagai upaya melemahkan atau membubarkan KPK. Padahal selama ini, lanjut Febri, hubungan KPK dengan institusi penegak hukum lainnya seperti Polri dan Kejaksaan Agung, berjalan baik. Untuk itu KPK akan memberi dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki jika rencana Polri membentuk Densus Tipikor terwujud.

Tentang kemungkinan tumpeng tindih kewenangan antara KPK dan lembaga penegak hukum lainnya, terang Febri, sudah ada aturan mainnya. Pasal 50 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK mengatur bahwa ketika penyelidikan pertama kali dilakukan oleh Kepolisian dan Kejaksaan, maka yang dilakukan KPK adalah berkoordinasi.

Kewenangan KPK, kata Febri, sebagaimana diatur Pasal 11 UU No.30/2002 tentang KPK juga berbeda dengan kewenangan Kepolisian dan Kejaksaan dalam mengusut kasus korupsi. Pasal ini jelas mengatur KPK hanya berwenang menangani kasus korupsi dengan indikasi kerugian keuangan negara di atas Rp 1 miliar.

“Kemudian korupsi itu dilakukan oleh penyelenggara negara atau penegak hukum atau menarik perhatian publik dan saya kira tafsirannya sudah sangat jelas di Pasal 11 tersebut. Jadi ada beda kewenangan antara KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan,” beber Febri.

Belajar dari ICAC

Sebenarnya, personil Polri yang begitu banyak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia akan menjadi kekuatan yang besar dalam upaya pemberantasan korupsi. Namun sayangnya, meskipun tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri berdasarkan hasil jajak pendapat Kompas mencapai 71,7 persen atau beranjak membaik, namun masih banyak permasalahan yang menjadi perhatian masyarakat.

Sebut saja kasus rekening gendut yang dimiliki enam perwira Polri yang diungkap oleh Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan (PPATK) sekitar 7 tahun yang lalu tidak ditindak-lanjuti secara memadahi. Bukan berarti pula setelahnya tidak ada lagi kasus rekening gendut, karena dengan besarnya kewenangan yang dimiliki Polri terbuka pula kemungkinan terjadinya penyalah-gunaan kewenangan.

Untuk itu Densus Tipikor perlu belajar bagaimana Komisi Independen Anti Korupsi (ICAC/Independent Commission Against Corruption) di Hongkong mampu membersihkan lembaga kepolisian di negara yang sejak 1997 masuk wilayah China itu. Polisi Hong Kong yang semula korup, kaya dari narkoba, perjudian dan pelacuran, kini menjadi lembaga yang disegani oleh dunia Internasional. Kini Indeks Persepsi Korupsi Hongkong mencapai angka 83. Sangat njomplang apabila dibandingkan dengan Indonesia yang hanya 36.

ICAC didirikan oleh Gubernur Hong Kong Sir Murray MacLehose pada 15 Februari 1974 saat Hong Kong masih berada di bawah kekuasaan Inggris. Tujuannya adalah membasmi korupsi di lingkungan aparat penegak hukum dan pelayanan publik yang sebelumnya begitu mewabah.

Sebagian besar staff ICAC di awal pembentukannya adalah sersan-sersan polisi yang dididik secara keras, baik dalam penyidikan, penindakan, penggunaan senjata maupun taktik dan metode penggerebekan serta perlindungan saksi. Pada awalnya memang sering terjadi bentrok antara ICAC dan polisi. Bahkan kantor ICAC pernah diserbu oleh polisi yang berujung amnesti khusus untuk pelaku korupsi ringan sebelum 1997.

Jadi, kalau Densus Tipikor mau dipercaya masyarakat sebagai lembaga yang kredibel dalam pemberantasan korupsi, mesti belajar dari ICAC di Hong Kong, uji dulu kemampuannya dalam membersihkan korupsi di lingkungan tubuh Polri. Perumpaannya, bagaimana mungkin membersihkan lantai dengan sapu yang kotor.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here