Deutsche Bank AS Gagal dalam Stress Test

0
65
Kantor Pusat The Fed

Nusantara.news, Jakarta – Bank sentral Amerika Serikat (AS) – Federal Reserve – sejak krisis keuangan 2008 memberlakukan Stress Test untuk menguji kesehatan lembaga keuangan di negaranya. Stress Test berasal dari istilah medis yang berarti “tes kapasitas kardiovaskular yang dibuat dengan memantau denyut jantung selama periode latihan yang semakin berat”.

Sedangkan dalam pengertian ekonomi finansial – sebagaimana dikutip dari Cambridge Dictionary – adalah suatu proses yang dimaksudkan untuk menguji apakah bank atau organisasi serupa dapat menangani dengan sukses dalam mengatasi krisis keuangan. Nah, dari 35 bank atau lembaga keuangan yang diuji, Deutsche Bank perwakilan AS dinyatakan gagal dalam mengatasi risiko keuangan dalam dirinya.

Pukulan Telak

Stress test yang berlangsung setiap tahun dibagi dalam dua putaran. Dalam putaran pertama, tercatat 35 lembaga keuangan – termasuk Deutsche Bank lolos. Namun dalam putaran kedua bank yang bermarkas di Jerman itu dinyatakan failed oleh Federal Reserve, selaku regulator yang setiap tahun melakukan penilaian terhadap bank-bank dan lembaga keuangan lainnya yang beroperasi di AS.

Dalam keputusannya, the Fed menilai Bank yang bermarkas di Jerman itu menderita “defisiensi las dan kritis” di beberapa bagian bisnisnya. Sedangkan dua lembaga keuangan lainnya, Goldman Sachs dan Morgan Stanley, hanya diberikan penikaian “pass conditional”. Atau boleh melakukan operasi corporate dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.

Lainnya, tercatat 31 di antara 35 bank yang lolos pengujian “stress test” babak pertama dinyatakan clear – tidak bermasalah. Stress Test memang diperkenalkan oleh The Fed setelah krisis keuangan 2008 yang berlaku setiap tahun untuk menguji kelaikan bank-bank negara, termasuk anak perusahaan asing yang beroperasi di AS.

Dalam stress test, The Fed mengukur apakah bank-bank yang beriperasi di negaranya memiliki modal yang cukup untuk mengatasi resesi dan di bagian kedua dari proses itu berfokus pada “rencana modal” bank – seperti misal seberapa banyak uang tunai yang ingin mereka kembalikan kepada pemegang saham.

Meskipun stress test sudah berlangsung 9 tahun, namun ini baru pertama kalinya hasil stress test untuk bank asing di AS diumumkan kepada publik.  Semua bank dan lembaga keuangan, termasuk 35 yang terbesar, harus tunduk kepada ketentuan ini.

Terhadap Deutsche Bank, the Fed menemukan kinerja bank itu memiliki “kelemahan material dalam kemampuan pendataan perusahaan dan kontrol yang mendukung proses perencanaan modal, serta kelemahan dalam pendekatan dan asumsi yang digunakan untuk memprediksi pendapatan dan kerugian di bawah tekanan”.

Putusan itu merupakan pukulan telak bagi pemberi pinjaman Jerman yang bermasalah dan kesehatan keuangannya telah di bawah sorotan baru-baru ini. Dan itu akan membutuhkan bank untuk membuat perubahan agar tetap beroperasi di AS.

Adapun Goldman Sachs dan Morgan Stanley hanya diberikan pass, tetapi tidak akan diizinkan untuk meningkatkan jumlah yang mereka kembalikan kepada pemegang saham di luar level yang sejalan dengan beberapa tahun terakhir, untuk memperkuat pondasi permodalannya.

Selain itu The Fed juga mengatakan telah memberikan izin bersyarat kepada bank “State Street” yang berbasis di Boston, yang akan diminta untuk mengambil langkah-langkah tambahan untuk mengelola dan menganalisis eksposurnya terhadap kerugian.

Tahun lalu adalah pertama kalinya semua bank melewati putaran kedua tes. Bagian kedua dari tes ini diawasi dengan ketat karena menentukan berapa banyak perusahaan dapat kembali kepada pemegang saham dalam bentuk barang seperti pembelian kembali saham dan dividen.

Tak Boleh Distribusi ke Pusat

The Fed mengatakan telah memberikan pass bersyarat kepada Goldman dan Morgan Stanley setelah adanya reformasi pajak yang disahkan tahun lalu. Revisi pajak menurunkan pajak perusahaan dari 35% menjadi 21%, tetapi menyebabkan tagihan pajak satu kali lebih besar dari biasanya untuk banyak bank, sebagai akibat dari perubahan lain terhadap bagaimana kerugian dan laba luar negeri dikenai pajak.

“Pengurangan satu kali ini tidak mencerminkan kinerja perusahaan di bawah tekanan dan perusahaan dapat mengharapkan laba pasca pajak yang lebih tinggi ke depan,” kata The Fed.

Meskipun ada pembatasan, Goldman masih diizinkan menghabiskan hingga US$ 6,3 miliar pada pembelian kembali saham dan dividen tahun ini. Morgan Stanley mengatakan berencana mengembalikan US$ 6,8 milyar kepada pemegang saham.

Keputusan itu merupakan pukulan terbaru bagi Deutsche Bank yang bermasalah. Bulan lalu perusahaan mengumumkan lebih dari 7.000 PHK dan peringkat kreditnya dipotong oleh Standard & Poor’s. Dalam laporan tahunan perusahaan itu melaporkan rugi 500 juta Euro pada akhir Februari lalu.

Deutsche mengatakan, perwakilannya di AS telah “melakukan investasi signifikan untuk meningkatkan kapabilitas perencanaan modal serta kontrol dan infrastruktur.”

“Deutsche Bank USA terus membuat kemajuan di berbagai program dan akan terus membangun upaya ini dan untuk terlibat secara konstruktif dengan regulator untuk memenuhi harapan baik internal maupun peraturan,” ujar pejabat bank perwakilan AS.

Dalam regulasinya kepada Deutsche Bank, the Fed minta bank itu meningkatkan operasinya, manajemen risiko dan tata kelola sebagai akibat dari kegagalan tes. The Fed juga menegaskan, Deutsche Bank tidak bisa mendistribusikan aliran danaya ke perusahaan induknya di Jerman tanpa persetujuan Fed. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here