Sweeping dan Sita Permen Diduga Narkoba

Dewan Nilai Pemkot Surabaya Gegabah dan Rugikan Pedagang Kecil

0
87

Nusantara.news, Surabaya – Dewan Kota Surabaya menilai kasus sweeping dan penyitaan jajanan berbagai jenis permen yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diduga mengandung zat berhaya, bisa berbuntut panjang.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Anugrah Hariyadi menganggap apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota sudah sangat gegabah, dan mengecam keras sweeping jajanan yang merugikan para pedagang kecil. Pemkot Surabaya dianggap berlebihan.

“Kita lihat dasarnya dulu, kalau memang itu laporan dari masyarakat, seharusnya dilakukan pengujian laboratorium dulu, jangan langsung disita, kasihan para pedagang kecil kan,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya.

Anugrah Hariyadi, yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum ini juga menyatakan,  pedagang yang merasa dirugikan dengan ulah sweeping dan penyitaan ini bisa melaporkan secara hukum kepada pihak yang berwenang, agar di kemudian hari menjadi pelajaran yang berharga supaya tidak ada tindakan main hakim sendiri dari petugas dan semuanya harus sesuai dengan prosedur.

Itu (tindakan sweeping, red.)bisa dilaporkan lho, karena dasar hukum untuk penindakan tidak ada. Untung saja pedagang tidak menggugat. Kalau memang tindakan pencegahan, seharusnya lebih fleksibel,” tegas Anugrah.

Dalam hal ini, Anugrah juga mengapresiasi langkah cepat pencegahan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Namun menurut Anugrah, cara yang dilakukan, yakni sweeping dan penyitaan, terlalu berlebihan. “Kalau respon cepat melindungi masyarakat, bolehlah. Tapi tindakanya tidak harus seperti itu,” keluhnya.

Merujuk pada hasil uji laboraturium yang ternyata menunjukkan hasil negatif kali ini, Anugrah menyarankan agar Pemerintah Kota Surabaya melakukan rehabilitasi atau minimal konferensi pers untuk membeberkan kondisi sebenarnya. “Kasihan pedagang dan produsennya. Bisa bangkrut itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui bahwa Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya telah mengeluarkan laporan hasil uji laboratorium permen dot yang diduga mengandung narkoba. sebelumnya, permen dot itu disita oleh Satuan Polisi Pamong Praja saat operasi gabungan, yang kemudian diserahkan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk diteliti BBPOM.

Ternyata, hasil tes laboratorium menyatakan permen dot adalah negatif. “Hasil ujinya negatif terhadap parameter yang kami uji,” ujar pelaksana tugas Kepala BBPOM Surabaya, Retno Kurpaningsih kepada wartawan di Surabaya, Kamis (9/3/2017).

Retno mengatakan, sampel permen asal Cina produksi Xiamen Yang Wan Foodstuff itu lolos dari empat parameter narkoba. Salah satu contoh parameter yang diuji adalah zat psikoaktif, seperti amphetamine, yang menyebabkan ketagihan. Zat ini tidak ditemukan dalam uji laboratorium BBPOM Surabaya.

“Negatif, tidak mengandung amphetamine. Permen-permen yang diimpor PT Petrona Inti Chermindo di Jakarta Barat itu juga tak mengandung rhodamin. Bahkan, resmi terdaftar sebagai makanan luar dan memiliki label BPOM RI ML 224409003077,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here