Di Duga Korupsi pada Pemotongan Gaji, Da Silva Laporkan Walikota Malang ke KPK

0
276

Nusantara.news, Kota Malang – Ada dugaan indikasi korupsi terkait pemotongan gaji ke-14 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Malang yang terjadi pada pertengahan 2016 lalu.  Terkait soal ini Direktur Lembaga Research and Consultant Pemantauan dan Evaluasi Otonomi Daerah, George da Silva akan melaporkan Wali Kota Malang, H. M. Anton, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Goerge da Silva mengungkapkan bahwa kejadian ini terlihat dengan adanya pemotongan gaji PNS Pemerintah Kota Malang pada golongan 3 dan 4.

“Hal ini terjadi sekitar Juli 2016. Adanya pemotongan yang dilakukan kepada semua pegawai di lingkungan Pemkot Malang. PNS golongan 3 sebanyak 5%. Kalau golongan 4 dipotong 15%,” ungkapnya kepada Nusantara.news, Rabu (8/2/2017).

Ia menyatakan bahwa pihaknya memiliki bukti pemotongan itu. Saat itu, Pemkot memotong gaji untuk pembayaran pajak.

“Ada sekitar 10.000 PNS yang gajinya dipotong, dan total pemotongan sampai Rp 5 miliar. Dikemanakan uangnya?” ujarnya. Atas kenyataan itu, dia ingin memperkarakan hal ini kepada KPK. “Saya punya bukti dan ini tidak dikarang-karang. Ada tanda tangan saat pemotongan itu,” pungkasnya.

M. Anton mengklarifikasi tindakan Da Silva, bahwa dirinya tidak membenarkan laporan tersebut. Sebab, yang dimaksudkan pemerintah saat itu bukanlah pemotongan, melainkan penahanan sementara untuk digunakan memenuhi tunjangan hari raya (THR).

Namun, di tempat terpisah da Silva menguatkan pendapatnya. Menurutnya, berdasarkan PP No 20 tahun 2016, segala bentuk pajak dan pemotongan apapun ditanggung negara.

“Padahal aturannya jelas, yakni tidak boleh ada pemotongan, karena berdasarkan Undang-Undang telah ditanggung oleh pemerintah,” katanya pada awak media.

Pihaknya mengaku sebelumnya sudah melaporkan kasus ini kepada Polres Malang Kota. Namun laporan utu belum mendapat jawaban, dan tidak ada tindak lanjut. karena itu,  kali ini ia memutuskan untuk melaporkannya langsung kepada pihak KPK. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here