Di Jatim Bayar Pajak Kendaraan Bisa Melalui Android

0
425

Nusantara.news, Surabaya – Kabar gembira bagi pemilik ponsel android di Jawa Timur. Berkat kerjasama Pemprov dan Polda, anda tak perlu antri lagi di kantor Samsat untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kabarnya pembayaran PKB system online dengan nama e-Smart Samsat itu akan dimulai pada pertengahan Maret 2017 ini.

“Kami sekarang sudah mulai sosialisasikan program e-Smart Samsat tersebut,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur Kombes Pol Ibnu Isticha usai Rapat Evaluasi dan Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2017 di Hotel Singgasana Surabaya, Rabu (22/2/2017).

Kombes Pol Ibnu menambahkan, aplikasi yang nantinya bisa didownload lewat playstore tersebut diharapkan memudahkan masyarakat atau wajib pajak untuk membayar pajak kendaraan bermotor miliknya.

“Tidak usah repot, cukup pakai ponsel masyarakat sudah bisa bayar pajak. Untuk pembayaran uangnya tidak perlu ke Samsat, bisa di transfer melalui lima bank pemerintah yang di tunjuk,” tambahnya.

Ke lima bank yang siap melakukan kerjasama pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut, empat bank BUMN dan satu bank daerah.

Caranya, setelah daftar melalui aplikasi e-Smart Samsat, wajib pajak bisa langsung transfer uangnya ke BTN, Mandiri, BRI, BNI, atau melalui Bank Jatim.

Setelah melakukan transfer pembayaran, wajib pajak mendapat resi atau nomer seri pembayaran. Bukti pembayaran tersebut kemudian dipakai untuk mengambil dokumen atau notice STNK serta plat nomor kendaraan, di Samsat terdekat di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Jadi, meskipun dari Surabaya bisa mengambil dokumennya di daerah lain,” jelasnya.
Untuk pembayaran melalui aplikasi ini juga bisa dilakukan oleh wajib pajak yang terkena denda. Namun dengan pengecualian bagi kendaraan yang datanya masuk daftar terblokir.

“Kalau blokiran tidak bisa membayar. Ini termasuk karena kendaraan terlibat tindak kriminal atau kendaraan masih bermasalah dengan pihak leasing,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Achmad Sukardi mengapresiasi inovasi prima pelayanan baru yang dimunculkan kedua instansi, Bapenda dan Ditlantas Polda Jawa Timur itu. Sukardi menyebut, sebelumnya, telah ada inovasi Samsat Drive Thru, Samsat Mobile, e-Samsat, Samsat Corner, Samsat Payment Point, Samsat Pembantu dan ATM Samsat.

“Ini untuk memberikan kemudahan layanan bagi para wajib pajak di Jawa Timur, tidak perlu susah antri, dan pembayaran pajak bisa cepat,” ujar Sukardi.

Kedepannya, diharapkan bisa dikembangkan inovasi untuk cek fisik secara elektronik dan pengesahan STNK tahunan secara elektronik.

Untuk diketahui, di Jawa Timur target PAD tahun ini yang bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kurang lebih sama dengan tahun 2016, sebesar Rp12,8 triliun, naik 107 persen dibanding tahun 2015.

“Tahun ini kondisi ekonomi masih belum bagus, jadi target masih tetap sama atau naik sedikitlah,” jelasnya.

Untuk realisasi PKB tahun 2016 mencapai Rp5,3 triliun. Pendapatan itu melebihi target Rp5 triliun atau realisasinya mencapai 106,2 persen. Realisasi dari BBNKB sebesar Rp3,71 triliun, lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,3 triliun.

Sementara, diminta tanggapannya soal rencana pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui aplikasi Android, sejumlah orang mengaku setuju. Mereka menyambut baik terobosan yang digadang Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Ditlantas tersebut.

“Itu bagus, karena wajib pajak akan terhindar dari pengeluaran tak terduga melalui calo. Karena setiap bentuk pelayanan setahu saya tidak terlepas dari aksi calo,” ujar Lita pekerja sebuah bank swasta di Surabaya.

Selebihnya, layanan berbasis Android juga akan menghemat waktu. “Seperti para pekerja yang tidak punya banyak waktu, aplikasi itu sangat membantu sekali,” ucapnya sambil senyum.

Benar yang disampaikan Lita, setiap bentuk layanan yang berkaitan dengan masyarakat pasti melahirkan calo, imbasnya jasa calo memunculkan tarif dalam bentuk rupiah. Dan, terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Ditlantas Polda Jawa Timur ini semoga terwujud dengan baik. Selanjutnya, bisa di contoh dan dikembangkan di provinsi lain di Indonesia.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here