Di Jatim, Presiden Jokowi Resmikan Tol Ngawi-Wilangan

0
32
"Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Soekarwo dan pejabat terkait meresmikan ruas Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya seksi Ngawi-Wilangan sepanjang 51.95 kilometer. Peresmian digelar di depan Gerbang Tol (GT) Madiun, di Desa Bagi, Kecamatan Sawahan, Madiun" (Foto: Humas Provinsi Jatim)

Nusantara.news, Surabaya – Presiden RI Joko Widodo tidak pernah lelah menjalankan tugasnya sebagai kepala negara. Semangat ‘Kerja, Kerja, Kerja’ memang selalu dikedepankan. Bagai tak kenal lelah blusukan ke berbagai wilayah di Indonesia terus dilakukan. Kali ini, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo itu masuk ke Jawa Timur, bersama Gubernur Soekarwo dan pejabat terkait meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya seksi Ngawi-Wilangan sepanjang 51.95 kilometer. Prosesi peresmian digelar di depan Gerbang Tol (GT) Madiun, tepatnya di Desa Bagi, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Kamis (29/3/2018).

Menandai peresmian dan operasional jalan tol tersebut, Jokowi melakukan penempelan Kartu Tol Elektronik (E-Tol). Disaksikan semua pejabat yang ikut mendampingi dalam prosesi itu di antaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Bupati Madiun Muhtarom, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani, Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk Nyoman Wirya Adnyana serta Direktur Utama PT Ngawi Kertosono, Jaya Iwan Moedyarno.

Tol Ngawi-Kertosono Bagian dari Trans Jawa

Pakde Karwo “Saya senang atas terselesaikannya pembangunan jalan tol ini. Saya tidak menyangka Madiun punya tol. Ini akan mempercepat dan memperlancar arus barang dan jasa”

Peresmian jalan bebas hambatan Ngawi-Wilangan yang terbagi dalam tiga seksi tersebut merupakan semangat merealisasikan terwujudnya pembangunan tol Trans Jawa, yang merupakan bagian dari proyek nasional pembangunan insfrastruktur di pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Tol Ngawi-Wilangan terbagi dalam tiga seksi. Seksi I meliputi Klitik, di batas Proyek-Simpang Susun (SS) Madiun sepanjang 20 kilometer. Seksi II, sambungan dari SS Madiun ke SS Caruban sepanjang 8.45 kilometer. Seksi III, terdiri dari SS Caruban-Nganjuk (Wilangan) sepanjang 19.5 kilometer, total panjang 47,95 kilometer. Tambahan sepanjang 4 kilometer, SS Ngawi-Klitik merupakan bagian dari ruas tol Solo-Ngawi. Sehingga luas peresmian tol Ngawi-Wilangan sepanjang 51,95 kilometer.

Kepada Presiden Jokowi, Gubernur Jatim Pakde Karwo mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat atas beroperasinya tol Ngawi-Wilangan. Dia menyebutkan, kehadiran tol di wilayah itu sudah sangat ditunggu oleh masyarakat Jatim, terutama di Madiun. Karena akan mengefisienkan barang dan jasa yang masuk maupun keluar Jatim.

“Saya senang atas terselesaikannya pembangunan jalan tol ini. Saya tidak menyangka Madiun punya tol. Ini akan mempercepat dan memperlancar arus barang dan jasa,” kata Pakde Karwo.

“Beroperasinya tol ini ikut membantu terciptanya iklim investasi di Jatim baik untuk PMA maupun PMDN”

Disebutkan, hingga saat ini progres pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah Jatim mencapai 85 persen. Seluruh akses tol telah terintegrasi atau tersambung dengan kawasan industri sehingga berdampak positif turunnya biaya pengangkutan barang dan jasa.

Pakde Karwo menambahkan, infrastruktur menjadi permasalahan serius dalam mengefisienkan distribusi arus barang dan jasa. Dan, dirinya meyakini, pada tahun 2019-2020 mendatang, Jatim akan menikmati konektivitas infrastruktur tersebut. Dipastikan, di tahun 2020, Jatim akan mengalami pertumbuhan ekonomi juga arus barang dan jasa secara cepat dengan pertumbuhan ekonomi mencapai angka 5.8 persen.

“Beroperasinya tol ini ikut membantu terciptanya iklim investasi di Jatim baik untuk PMA maupun PMDN,” tegasnya sambil senyum.

Genjot Infrastruktur, Kejar Ketertinggalan

Presiden Jokowi dalam sambutannya juga mengingatkan agar seluruh stakeholder bekerja keras memacu investasi di bidang infrastruktur. Itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga, utamanya di sektor infrastruktur dan berbagai sektor lain. Jokowi juga meminta agar pembangunan infrastruktur seperti jalan tol harus ditarget dan dikontrol dengan ketat.

Jokowi menyebut, semua negara menginginkan agar semua pembangunan bisa dilakukan serba cepat dan online. Jika tidak mengejar ketertinggalan yang telah terjadi lama. Ketertinggalan bangsa Indonesia ini akan semakin tertinggal dengan negara-negara lain, sekitar Indonesia.

“Ini yang ingin kita kejar, tidak hanya jalan juga airport, pembangkit listrik, pelabuhan, hingga ekspor kita kejar. Kita harus segera bangkit untuk mengejar ketertinggalan dengan negara di Asean,” terangnya.

Jokowi mencontohkan pada proses pembangunan infrstruktur bandara yang beberapa saat lalu sempat terlambat. Dampaknya, jumlah pertumbuhan penumpang banyak, tetapi terkendala dengan tidak terdukungnya jumlah runway yang seharusnya ikut ditingkatkan. Kondisi tersebut mengakibatkan penumpukan penumpang sampai kerap terjadi keterlambatan penerbangan.

“Saya ingin semuanya bisa bekerja dan fokus pada penyelesaian infrastruktur. Nantinya seluruh proyek infrastruktur harus bisa di cek, di kontrol dan awasi. Jika semua sudah terintegrasi dan terkoneksi antara ruas tol dengan pelabuhan, bandara dan kawasan industri, baru negara kita ini bisa mengejar ketertinggalan,” tegasnya.

Hutang dan Semangat Membangun

“Progres pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah Jatim mencapai 85 persen. Seluruh akses tol telah terintegrasi atau tersambung dengan kawasan industri sehingga berdampak positif turunnya biaya pengangkutan barang dan jasa”

Inilah semangat Jokowi, membangun dan membenahi semua infrastruktur di negeri ini yang jauh tertinggal dengan negara-negara tetangga. Harus segera dilakukan kerja, kerja dan kerja mengejar ketertinggalan. Konektifitas wilayah harus terwujud, membuka keterisolasian dan menekan biaya transportasi.

Mewujudkan itu, hutang ke pihak luar negeri pun dilakukan. Di antaranya, usulan pengajuan hutang luar negeri sebesar US$1,83 miliar atau Rp23,79 triliun (itu jika kurs Rp13.000 per dolar AS). Selanjutnya dipakai untuk pembangunan infrastruktur jalan tol yang merupakan target pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer, hingga tahun 2019.

Saat itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebut dana pinjaman dipakai membangun jalan tol yang mendapat dukungan konstruksi dari pemerintah. Jalan tol itu di antaranya, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi II, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung, dan ruas tol Solo-Ngawi-Kertosono.

Selain jalan tol, hutang juga di pakai untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur prioritas lainnya, yang harus mendapat persetujuan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Usulan utang luar negeri yang diajukan Kementerian PUPR untuk periode 2015-2019 sebesar US$23 miliar itu dipakai untuk membangun bendungan, sistem pengelolaan irigasi, jembatan, jalan nasional, sistem penyediaan air minum, perumahan rakyat, pengolahan limbah dan beberapa proyek lain di seluruh Indonesia. Pastinya, semua infrastruktur itu untuk menuju terwujudnya kesejahteraan. Dan, anak cucu kita juga tidak bisa abai karena punya kewajiban untuk mengembalikan hutang yang telah dinikmati.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here