Di Jatim Segera Dibangun Café Film

0
113

Nusantara.news, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengapresiasi rencana Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Jawa Timur yang akan mendirikan Cafe Film sebagai wadah kreatifitas insan perfilman Jawa Timur.

“Saat ini dunia perfilman mempunyai tantangan besar yaitu, kemajuan teknologi. Itu digambarkan dengan maraknya media sosial, internet, facebook dan lainnya yang membuka peluang masyarakat mendapatkan informasi. Dan, itu perlu diantisipasi oleh para insan perfilman,” ujar Saifullah Yusuf saat membuka Rakerda DPD Parfi Jawa Timur di Taman Budaya di Surabaya, Minggu (12/2/2017).

Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jawa Timur ini menyebut, dulu film layar lebar pernah berkibar, tapi saat ini seiring kemajuan jaman dan teknologi penggemar layar lebar mulai susut.

“Padahal karya seni perfilman merupakan salah satu sarana mengkampanyekan kearifan budaya lokal. Dengan didirikannya cafe film diharapkan para insan perfilman dapat berembug menuangkan kreafitas, menciptakan film kearifan budaya lokal yang bermanfaat sebagai sarana sosialisasi atau pembelajaran bagi masyarakat,” urai Gus Ipul.

Ditambahkan, gagasan sederhana bila diramu dengan kreatifitas tinggi dan diolah dengan baik bisa mengalahkan kemajuan teknologi.

Terpenting lanjutnya, semua harus mulai mengubah paradigma bahwa banyak film karya pegiat film daerah juga bisa berkualitas baik, dengan cara menggunakan teknologi maju. “Yang terpenting para insan perfilman harus terus belajar,” pintanya.

Gus Ipul menitipkan tiga hal untuk insan perfilman Jawa Timur. Pertama, berkeinginan kuat menjadi pemenang, dengan cara menanamkan mental juara pada diri sendiri, dan menjadi orang tangguh. Kedua, mempunyai gairah pada pekerjaan yang digeluti. Ketiga, mempunyai tekad yang kuat untuk mewujudkan menjadi pemenang.

Kemudian, Ketua DPD Parfi Jawa Timur Wira Lina mengatakan rapat kerja daerah merupakan ajang konsolidasi insan perfilman. “Mempunyai tujuan mengangkat kearifan lokal budaya di 38 kabupaten/kota se Jawa Timur,” kata Wira.

Dia berharap insan perfilman Jawa Timur harus bekerja secara profesional sesuai dengan kemajuan teknologi.  Itu, guna mewujudkan insan film yang profesional, dan Parfi Jatim juga terus meningkatkan etos kerja, berdedikasi dan disiplin.

Sementara, Deny Tri Aryanti, Dosen Jurusan Teater Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya mendukung rencana itu. Diharapkan, Café Parfi diskusi yang dilakukan seputar perfilman Indonesia dan Jawa Timur.  “Lebih bagus lagi kalau cafe nya nanti multi fungsi, yang bisa juga untuk syuting film-film indie yang butuh set café,” kata Tri Aryanti dihubungi Nusantara.news, Senin (13/2/2017).

Wanita berkulit kuning itu berharap keberadaan Café Parfi membantu pasar film di Jawa Timur. Bukan hanya sekedar cafe tongkrongan. Tetapi tampil menjadi ajang kreatifitas sineas muda Jawa Timur. Asal tidak dipakai untuk transaksi semacam narkoba atau miras.

“Kalau soal politik, buat saya, mengabaikan itu dulu. Apapun tujuannya, asal tindakan itu bermanfaat buat masyarakat, harus di tanggapi positif. Saya rasa, Pakde Karwo dan Gus Ipul memang orang-orang yang mencintai seni. Semoga jika nanti terpilih akan tetap peduli dengan seni, kayak Pakde Karwo,” ujarnya.

Kemudian, pegiat Seni asal Surabaya, Rakhmad Giryadi mengaku juga sepakat dengan rencana tersebut. Menurutnya, di banding komunitas lain, film di Surabaya atau di Jawa Timur, kurang banyak kegiatan.

“Komunitas teater, sastra, seni rupa, musik, sudah banyak, dan kegiatannya menggeliat. Sementara film masih jauh, karena mungkin wadahnya belum ada. Meski, sebenarnya di kampus-kampus ada cinea club, tapi kurang terpublis. Padahal, karya karya film indie anak Jatim atau Surabaya sudah bicara dilevel nasional,” katanya.

Dia menyebut, Jawa Timur punya banyak pegiat seni. Misalnya untuk film animasi, ada namanya Cak Ikin, yang menjadi ikon film animasi di Surabaya. Juga ada film animasi trio hantu karya Yudis dan Pak Wo.

“Bahkan karyanya pernah meraih penghargaan di ajang FFI. Begitu juga karya Mas Igak penggagas independen film Surabaya, juga pernah meraih penghargaan. Dulu ketika masih ada Festival Seni Surabaya, masih ada program festival film Indie. Sekarang tidak ada lagi, kita harapkan munculnya Cafe Parfi membuat pegiat seni semakin berprestasi. Termasuk karya para siswa, yang sering menjuarai festival dan lomba seni nasional,” urai Giryadi.

Sementara, ditanya apakah ada kaitanya dengan politik, jelang Pilgub 2018? Lelaki berambut gondrong ini, memahami itu bisa saja terjadi, dan ada muatan politiknya. Tetapi kalau niatnya untuk memajukan perfiman di Jawa Timur, harus diabaikan pikiran itu (politik jelang Pilgub Jatim 2018-red).

“Kalau niatnya memajukan perfilman, ya dijalankan dulu. Saya kira kawan-kawan film pintar dan dewasa. Dan, calon-calon pemimpin jangan hanya tebar pesona diawal saja, kalau sudah memimpin lupa. Saya kira program kebudayaan perlu digalakan, karena ekonomi kreatif adalah penyumbang pendapatan yang lumayan besar,” pungkas pemilik panggilan Cak Gir ini. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here