Di Pamekasan Ditemukan Penderita HIV

0
167

Nusantara.news, Pamekasan – Di Pamekasan, Madura, didapati seorang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) baru. Kepastian itu diperoleh pihak yang berwenang setelah orang tersebut memeriksakan diri ke Puskesmas setempat.

Terkait itu, selain membenarkan temuan tersebut, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Benny Sampir Wanto menyebut, hal itu karena fasilitas kesehatan di Jawa Timur semakin lengkap. Hal ini juga disebutkan oleh Benny sebagai salah satu upaya jajaran kesehatan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan di Jawa Timur.

“Itu setelah penderita melakukan pengecekan kesehatan di salah satu Puskesmas, yang selanjutnya dirujuk ke RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan,” ujar Benny Sampir Wanto, Sabtu (19/3). Saat ini, jelas Benny, jumlah layanan HIV di seluruh Jawa Timur sebanyak 729 faskes, baik di puskesmas maupun di rumah sakit.

Selain faskes, keberhasilan peningkatan temuan penderita baru juga karena dukungan petugas kesehatan, kader, dan LSM yang aktif dalam menjangkau orang-orang yang dicurigai terinfeksi HIV.

Ditambahkan, sampai Desember 2016, di Jawa Timur tercatat sebanyak 39.034 orang yang mengidap HIV, dengan penderita HIV sebanyak 17.314 atau 44 persen dari kasus HIV. Kasus HIV AIDS ditemukan di semua kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dari jumlah itu, kelompok usia penderita HIV terbanyak adalah di usia produktif, yakni 15 hingga 24 tahun, dengan komposisi laki-laki 56 persen dan wanita 44 persen.

Tiga urutan kabupaten/kota di Jawa Timur dengan penemuan kasus baru HIV terbanyak di tahun 2016 adalah Kota Surabaya sebanyak 954 pengidap, di Kabupaten Jember 639 pengidap, dan di Tulungagung 410 pengidap.

Untuk Kabupaten Pamekasan jumlah kasus HIV pada tahun 2016 sebanyak 3 orang. Sejak 2012, terdapat 22 kasus HIV di kabupaten tersebut.

Dalam lima tahun terakhir, di Jawa Timur, lanjutnya, terjadi peningkatan temuan kasus HIV sekitar 2 hingga 3 persen. “Jumlah estimasi kasus HIV AID di Jatim sendiri diperkirakan sebanyak 57.321 kasus,” ujarnya.

Benny menambahkan, dengan diketahuinya penyakit ini secara dini, berarti sekaligus mengurangi penyebaran virus. “Selain itu, dengan pengobatan yang tepat, penyakit dapat terkontrol sehingga pengidap tetap produktif,” jelasnya.

Pemprov Jawa Timur lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peningkatan HIV. Diantaranya melalui sosialisasi program penanggulangan HIV AIDS pada beragam kelompok masyarakat terkait pengamanan darah, deteksi dini pada kelompok rentan, penggunaan alat pelindung, dan pencegahan penularan dari ibu ke anak.

“Pemprov Jatim juga memberikan fasilitasi inisiasi layanan HIV AIDS, melakukan bimbingan teknis, dan supervisi kepada kabupaten/kota dalam rangka menjaga mutu program,” jelasnya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan layanan komprehensif, advokasi kepada para stakeholder dan destigmaisasi bagi para pengidap.

Untuk diketahui HIV AIDS adalah virus yang menurunkan kekebalan tubuh pada manusia, bila masuk atau menginfeksi manusia. Butuh waktu antara 2 sampai 10 tahun munculnya gejala ini. Disebut AIDS jika gejala sudah muncul atau teridentifikasi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here