Di Pilgub Jatim, PKB tak Akan Jalan Sendiri

0
92

Nusantara.news, Surabaya – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar yang juga Ketua DPRD Jawa Timur mengatakan, PKB tidak ingin melangkah sendiri dalam proses Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, mendatang. PKB akan mengajak semua elemen partai politik untuk bersama-sama membangun dan memajukan Provinsi Jawa Timur, pasca kepemimpinan Gubernur Soekarwo yang telah memimpin dua periode.

“Dengan semangat Holopis Kuntul Baris, kita ingin mengajak semua elemen dan partai politik untuk bersama-sama membangun Jawa Timur,” kata Abdul Halim Iskandar usia Buka Puasa Bersama Forkopimda di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (30/5).

Sementara, meski namanya yang sejak lama dengan slogan “Holopis Kuntul Baris” disiapkan sebagai bakal calon di Pilgub Jawa Timur, dan ternyata digantikan Saifullah Yusuf, dia mengaku tidak ada masalah.

“Karena itu tergantung takdir, kan Allah yang menentukan itu, jadi sampai hari ini sikap PKB mengusung Gus Ipul sebagai bakal calon,” terangnya.

Lanjut Halim, hingga saat ini Gus Ipul seperti yang ditegaskan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar beberapa waktu sebelumnya, sesuai dengan surat para kiai, Gus Ipul dipastikan maju sebagai bakal calon gubernur.

Sebagai kader partai dirinya patuh terhadap keputusan DPP PKB, termasuk perintah para ulama atau kiai. “PKB itu lahir dari NU dari kiai, dan kita sebagai santri selalu tawadlu kepada kiai,” tegasnya.

Dan, hingga saat ini PKB hanya fokus mengantar Gus Ipul sebagai bakal calon gubernur, sementara posisi wakil belum dibicarakan. Dan, untuk menguatkan posisi Gus Ipul, PKB akan melakukan road show ke semua pimpinan partai politik untuk menggalang dukungan.

“Kita akan melangkah, semua partai yang tidak keberatan pasti akan kita datangi, tidak ada pemilahan,” tambahnya.

Kemudian di sisi lain, meski belum resmi memproklamirkan namanya untuk maju di Pilgub Jawa Timur, nama Khofifah juga masih diperhitungkan untuk posisi Gubernur Jawa Timur. Jika dilihat dari pemetaan wilayah dengan basis masing-masing individu, atau kultur NU, Khofifah masih kuat di sejumlah wilayah. Misalnya di daerah Tapal Kuda, Mataraman, Pantura dan Madura.

Gus Ipul pun demikian. Kedua nama itu selain memahami karakter pemilih dan demografi juga punya modal jalinan politik yang telah mengakar di masyarakat.

Nama kedua tokoh tersebut dipastikan butuh kerja keras untuk merangkul masyarakat calon pemilih. Dan, dengan rentang waktu pelaksanaan pemilihan yang masih satu tahun lagi, kedua nama itu diprediksi mampu mewujudkan perjuangannya. Bekerja keras, membangun kembali popularitas yang sejak lama diukir. Siapa di antara para kandidat yang mampu merangkul masyarakat, tampil sebagai sosok pengganti Soekarwo, yang disebur sebagai tokoh sukses dengan semangat dan popularitasnya memajukan Jawa Timur?. Kembali semua itu jatuh ke tangan pemilih.

“Kedua tokoh tersebut, Khofifah dan Saifullah Yusuf sama-sama kuat, karena keduanya sudah pernah ikut Pilkada Jatim sebelumnya,” kata Ketua Departemen Pemenangan Pemilu untuk Jawa III, dari DPP Golkar, Ridwan Hisyam dalam sebuah diskusi di Surabaya.

Kemunculan Khofifah, sesuai diskusi itu, ada di saku pimpinan tempat Khofifah mengabdi sekarang di kabinet, yaitu Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo. Tetapi, semua itu juga bisa berubah, tergantung dinamika politik nasional khususnya hingga menjelang Pilgub Jawa Timur, 2018.

Kepastian siapa yang akan memimpin Jawa Timur untuk lima tahun kedepan tergantung suara pemilih. Dan, yang jelas pemimpin pro rakyat atau populis yang hingga saat ini didambakan oleh masyarakat Jawa Timur. Itu, minimal seperti yang telah dilakukan oleh Pakde Karwo, misalnya seperti yang disebutkan oleh Mas’ud Adnan, Direktur Utama Bios Televisi dalam sebuah acara Temu Tokoh Jawa Timur di Kampus ITS beberapa waktu lalu.

“Pakde Karwo saat itu mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar tarif Jembatan Suramadu digratiskan. Hasilnya, tarif mobil turun 50 persen dan sepeda motor gratis, itu luar biasa sangat populis,” ujar Mas’ud Adnan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here