Brexit

Di Sekolah Prancis, Inggris Telah Dihapus dari Peta Uni Eropa

0
171

Nusantara.news, Paris – Inggris masih menyelesaikan proses negosiasi untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit) yang bakal berlangsung paling cepat dua tahun, tapi sekolah-sekolah di Prancis, salah satu negara Uni Eropa, mulai mengajarkan di sekolah-sekolah bahwa Inggris sudah bukan lagi bagian dari Uni Eropa. Hal itu seperti terlihat dalam peta yang menjadi pegangan bagi anak-anak sekolah di Prancis, dimana ditampilkan bendera negara-negara Uni Eropa kecuali Inggris.

Anak-anak sekolah di Prancis telah diajari bahwa Uni Eropa kini hanya memiliki 27 negara anggota, sebelumnya terdiri dari 28 negara, termasuk Inggris. Ini artinya, Prancis telah memulai pengakuan bahwa Inggris bukan lagi bagian dari dari blok tersebut.

Panduan peta Uni Eropa yang ditujukan untuk anak-anak sekolah itu, pertama kali diterbitkan pada bulan Januari 2007 namun diperbaharui lagi pada bulan Mei 2017, merevisi bahwa Inggris telah keluar dari Uni Eropa.

Sebagaimana dilansir Independent Sabtu (1/7), dalam panduan dinyatakan, “Uni Eropa mempertemukan 27 negara Eropa dalam hal ekonomi dan politik, untuk menghindari peperangan dan mempertahankan demokrasi, hak asasi manusia, kemakmuran dan perdamaian secara lebih efektif.”

Panduan itu juga mengklaim bahwa “banyak negara lain di Eropa ingin bergabung” dengan Uni Eropa, sehingga institusi tersebut harus menyesuaikan diri.

“Setiap hari, Uni Eropa mengizinkan semua warga negaranya untuk belajar, bepergian, tinggal dan bekerja di negara pilihan mereka di antara negara-negara anggota, semua ini tanpa memerlukan paspor,” demikian salah satu keterangan dalam panduan terbaru tersebut.

Panduan baru dikeluarkan di saat sejumlah politisi dan pejabat Prancis menginginkan negara itu mengambil keuntungan dari Brexit, yaitu dengan meluncurkan “pesona” Prancis untuk menarik bank dan bisnis dari Inggris serta mendorong pekerja Prancis yang sebelumnya pindah ke London untuk kembali ke Paris.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menjelaskan bahwa awal pekan ini Prancis akan membentuk sebuah pengadilan khusus untuk menangani kasus-kasus hukum dengan Inggris terkait kontrak keuangan dan lain-lain, setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa, hal ini dalam upaya menarik perbankan.

Sementara itu, Valérie Pécresse, ketua dewan regional Paris, mengatakan kepada The Times, “Boris Johnson dan David Cameron (dua politisi Inggris) pernah mengatakan, mereka menggelar karpet merah untuk orang Prancis.

“Sekarang kita menggelar karpet tricolor (tiga warna bendera Prancis). Tujuan pertama kami adalah mengembalikan orang-orang Prancis yang pindah ke London,” kata Pécresse.

Pemerintah Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan mereka ingin meyakinkan bank-bank Wall Street untuk melimpahkan London ke Paris, dengan harapan dapat mengatasi kekhawatiran tentang undang-undang ketenagakerjaan yang kaku dan pajak yang tinggi dengan rencana mendorong reformasi agar lebih mudah bagi mereka melakukan bisnis. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here