Di Tengah Kecaman Trump Berkata, “Perang Dagang itu Bagus.”

0
82
Trump mengatakan Perang Dagang itu bagus yang memicu tanggapan dari sejumlah kalangan - baik dari dalam maupun luar negeri

Nusantara.news, Washington – Saat China – dan sejumlah negara lainnya yang produknya dikenai tarif impor oleh pemerintah Amerika Serikat – uring-uringan, Trump justru berkata perang dagang itu bagus. Kamis pekan depan, Trump akan menanda-tangani pengumuman tentang pemberlakuan tarif baru untuk baja dan alumunium.

Apa yang dilakukan Trump sebenarnya pernah gagal dilakukan oleh Presiden George W Bush. Karena tujuan sanksi dari Presiden AS sebelumnya – seperti Bush – adalah semata-mata ancaman untuk menekan pesaing atau bahkan sekutu AS sendiri dalam kebijakan perdagangan. Tujuannya menaikkan posisi tawar AS – dan tidak akan pernah benar-benar diwujudkan. Karena kalau diwujudkan AS akan mendapatkan balasan yang merusak perekonomiannya.

Meskipun baru rencana, tapi pernyataan Trump sudah meresahkan pasar saham. Sejumlah politisi – termasuk dari kalangan Republikan itu sendiri – mengecam keras pernyataan Trump. Ketua Parlemen Paul Ryan dan Senator dari Demokrat Sherrod Brown asal daerah Ohio termasuk dalam barisan pengecam. Mundurnya penasehat ekonomi utama, Garry Cohn, tidak terlepas dari rencana kenaikan tarif impor baja dan alumunium ini,

Kebijakan Trump

Memang besaran tarif biaya impor baja dan alumunium belum diumumkan secara resmi. Namun Trump sudah mengabarkan ke khalayak akan memberlakukan tarif impor 25% untuk baja dan 10% untuk alumunium.

Trump mengunggah hasil pertemuan sore di Gedung Putih lewat Twitter pribadinya. Membahas tentang sumpahnya melindungi industri baja dan alumunium dalam negeri – namun di waktu bersamaan juga membuka sikap yang fleksibel kepada “teman sejati” AS.

“bertemu hari ini di Gedung Putih. Kami harus melindungi dan membangun industri baja dan alumunium kami, sementara pada saat yang sama menunjukkan fleksibilitas dan kerjasama yang besar terhadap mereka yang merupakan teman sejati dan memperlakukan kami dengan adil – baik dalam perdagangan maupun militer”

Donald J. Trump (@realDonaldTrump) 8 Maret 2018

Gagasan menaikkan tarif itu atas usulan Departemen Perdagangan AS yang dipimpin oleh Wilbur Ross. Dalam pernyataannya, Ross menyebut “tingkat impor baja dan alumunium saat ini mengancam keamanan nasional. Oleh karenanya Departemen Perdagangan memberikan rekomendasi kepada presiden tentang pemberlakuan tarif dan kuota impor untuk melindungi industri dalam negeri.

Berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962 – kutip Wilbur Ross – Gedung Putih dapat mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman itu seperti saat terjadi krisis minyak dunia pada 1970-an dan 1980-an.

Siapa Untung Siapa Rugi

Perusahaan baja dan alumunium AS menyambut dengan gembira kebijakan protectionist ini. Dengan pemberlakuan tarif impor mereka bisa bersaing masalah harga dengan produk-produk baja dan alumunium luar negeri – seperti China. Sebuah perusahaan pabrik baja “US Steal” sudah ancang-ancang membuka lowongan bagi 500 pekerja untuk ditempatkan di pabriknya yang berlokasi di Illinois.

Industri baja dalam negeri AS memang sudah lama mengeluh dengan pasokan berlebih produk baja asal China. Departemen Perdagangan AS menyebut China merupakan kontributor terbesar atas kelebihan kapasitas baja dunia yang mencapai 700 juta ton.

Namun sejumlah ekonom menyebut China hanya mewakili sebagian kecil dari impor baja ke AS, sedangkan negara-negara lain mendistorsi pasar global dengan subsidi baja murah untuk membangun industri mereka di dalam negeri dan mengusir pasar pesaing dengan pemberlakuan tarif impor.

“Kami menempatkan tugas-tugas itu di tempat dan kami dapat membantu industri pulih,” ujar Robert Scott – seorang ekonom di Economic Policy Institute yang dikenal luas sebagai pendukung tarif impor. Kepada NBC News ekonom itu meyakinkan, “ini mengarah pada investasi lebih banyak, ini akan meningkatkan lapangan kerja.”

Tapi tidak sedikit pula pelaku usaha di dalam negeri AS yang dibuat pusing oleh kebijakan Trump. Perusahaan yang mengandalkan baja dan alumunium tidak akan menikmati lagi buah persaingan global yang membuat harga murah.

Harga baja dan alumunium di AS akan naik yang membuat usaha lesu dan ribuan buruh kehilangan pekerjaan. Perusahaan bir yang sebagian besar omsetnya mengandalkan alumunium untuk kemasan kaleng jelas marah.

“Seperti kebanyakan pabrik bir, kami menjual sebagian besar produk kami dalam kemasan kaleng aluminum. Kebijakan Trump akan membuat harga alumunium naik. Itu artinya cenderung menyebabkan hilangnya pekerjaan di industri bir,” ujar seorang manajer perusahaan bisa kepada NBC News, Jumat (2/3) pekan lalu.

perusahaan minuman yang mengandalkan kemasan kaleng alumunium akan sangat dirugikan

Pelaku usaha – Miller Coors – lewat akun Twitter @MillerCoors pada 1 Maret 2018 mengunggah postingan “Karena ada lebih banyak bisnis yang menggunakan baja dan alumunium daripada memproduksinya (American Iron and Steel Institute memperkirakan ada 140 ribu lapangan kerja di industri ini) sebagian besar ekonom memperkirakan tarif impor baja danalumunium justru akan “melukai” pertumbuhan.

Tapi ketakutan sesungguhnya dari pelaku usaha bukan semata-mata persoalan tarif, melainkan bagaimana kalau negara lain melakukan hal yang sama. Bir dan produk-produk asal AS lainnya tidak bisa didagangkan di luar negeri karena ada aksi balasan dari “perang dagang” yang diumumkan oleh Presiden Trump.

Perang Dagang

Hakekat perdagangan internasional itu didasarkan pada hukum timbal balik. Ketika hampir semua negara setuju atas pembatasan tarif, dan tiba-tiba AS membuat penghalang baru, para mitra dagang pun punya pilihan untuk membalas. Itu berarti AS sendiri rentan terhadap pembalasan. Sebut saja Uni Eropa sudah ancang-ancang akan mengenakan tarif 25 persen atas produk ikonik asal AS senilai US$ 3,5 miliar yang sensitif secara politis.

“Kami akan mengenakan tarif pada Harley-Davidson, bourbon dan blue jeans Levi’s,” ujar Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dalam sebuah wawancara di TV Jerman saat menanggapi tantangan Perang Dagang Presiden Donald Trump.

Namun pernyataan Trump itu didukung oleh Gedung Putih. Berarti setiap pembalasan dari negara lain akan dianggap tidak sah dan AS akan membalas dengan tarif lebih kejam lagi. Degan kata lain pernyataan Trump “Perang Dagang itu bagus” bukan saja mengancam Uni Eropa, China, Jepang, Meksiko, Korea Selatan, melankan juga industri dalam negerinya sendiri.

“Jika tidak terkendali dan melibatkan musuh Amerika yang lebih banyak lagi, ini akan berdampak buruk pada ekonomi,” terang Claude Barfield – pakar kebijakan perdagangan di American Enterprise Institute.

Selain berpengaruh terhadap barang yang terkena tarif, ketidakpastian yang diciptakan oleh perang dagang bisa membuat investor cemas – khawatir bangkrut. Sebuah perusahaan mungkin berpikir dua kali lipat untuk meluncurkan produk baru untuk pasar Eropa apabila mereka dikenai hambatan tarif di pasar Eropa.

Terus, perang dagang itu bagusnya di mana? [] Sumber NBC News dan NYT

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here