Di Tengah Kekeringan Muncul Sumber Air Baru di Kabupaten Malang

0
108
Sumber Air (Ilustrasi)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Musim kemarau segera berakhir antara bulan September dan Oktober. Namun, kekeringan beberapa bulan terakhir memunculkan persoalan air bersih di sejumlah desa di Kabupaten Malang. Seiring datangnya musim hujan kini warga menggunakan bak tadah hujan sebagai penyimpanan air.

Berkenaan dengan situasi musim penghujan yang datang dan juga fenomena kekeringan yang sempat melanda, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menemukan titik sumber mata air baru, Minggu (8/10/2017) lalu.

Sumber air tersebut dinamakan sumber air Taman Metro, yang terletak di kawasan obyek wisata pemandian Metro, Kepanjen, Kabupaten Malang.

PDAM Kabupaten Malang menjadikan sumber air Taman Metro untuk memperkuat distribusi air bersih setelah permintaan air bersih dari pelanggan PDAM terus mengalami kenaikan, dan fenomena kekeringan di beberapa titik desa di Kabupaten Malang.

Sumber Mata Air Metro (Sumber: MalangToday)

Diketahui bahwa sumber air yang baru ditemukan di kawasan obyek wisata pemandian Metro Kepanjen yang dikelola BUMD Jasa Yasa tersebut memiliki debit air sekitar 15 – 20 liter perdetik. Sehingga, debit air sumber tersebut cukup besar potensinya untuk menambah ketersediaan pasokan air bersih bagi pelanggan PDAM.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang, Syamsul Hadi menjelaskan, dengan temuan sumber air baru tersebut merupakan berkah untuk Kabupaten Malang yang mana dapat menunjang distribusi ketersediaan air bersih untuk beberapa daerah yang sulit air bersi di Kabupaten Malang nanti.

“Saat ini, sumber air Metro tersebut masih diupayakan untuk diperbesar debitnya. Dan kami juga bangun tandon penampungan sebelum disalurkan ke pelanggan. Selain itu, untuk didistribusikan di beberapa titik daerah Kabupaten Malang yang sulit air bersih, khususnya pesisir selatan,” kata Syamsul Hadi.

Ia menambahkan penjelasannya, dari data yang ada disebutkan kalau jumlah sumber mata air yang ada di wilayah Kabupaten Malang sekarang mencapai 800 sumber air. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 51 sumber air yang ada di 25 kecamatan yang telah dilakukan pengelolaan.

Khusus untuk sumber air Metro yang baru ditemukan, direncanakan untuk menyediakan stok air bersih untuk pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Kepanjen yang juga sebagai Pusat Ibukota Kabupaten Malang, namun tidak menutuo juga untuk distribusi ke beberapa kawasan Kabupaten Malang yang kesulitan air bersih.

“Saat ini, pelanggan PDAM di Kepanjen beserta Ngajum dan Pakisaji disuplai dari sumber air Ubalan di Desa Maguan Kecamatan Ngajum mencapai 100 liter per detik. Dengan demikian sumber air Metro nanti diharapkan bisa memperkuat stok air bersih di Kepanjen,” tandas Syamsul Hadi.

Beberapa bulan sebelumnya, diketahui beberapa titik di Kabupaten Malang mengalami krisis air bersih dan kekeringan.

Wilayah Potensi Kekeringan di Kabupaten Malang

Dengan ditemukannya sumber air baru tersebut diharapkan mampu menanggulangi masalah kekeringan di beberapa titik wilayah Kabupaten Malang yang mengalami bencana kekeringan dan krisis air bersih.

Memang, diakui Syamsul, dalam upaya memenuhi target usaha bidang air bersih pihaknya terus melakukan pengembangan dan peningkatan pelayanan agar dapat terjangkau untuk semua khalayak masyarakkat, dan menghindari adanya krisis air.

Pengembangan dan peningkatan pelayanan tersebut salah satunya dengan berupaya mengembangkan kantor unit pelayanan. Di mana saat ini PDAM Kabupaten Malang masih memiliki 26 kantor unit pelayanan yang tersebar di 25 kecamatan.

Nantinya, bertahap kantor layanan PDAM akan dibuka di 33 kecamatan di seluruh Kabupaten Malang. “Dengan begitu, PDAM akan bisa melayani dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Malang,” tutur Syamsul Hadi.

Selain itu juga peningkatan pengelolaan sumber air yang belum tercover pengelolaan dari data 800 sumber air, hanya terkelola 51 saja. Data sumber air nantinya akan dilakuka pengembangan pengelolaan agar menunjang ketersediaan air untuk masyarakat.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here