Di Tengah Ketegangan Uni Eropa, PM Israel Kunjungi Inggris

0
66
Foto: The Guardian

Nusantara.news, London – Pernyataan PM Israel Benjamin Netanyahu yang mendorong PM Inggris agar bertindak keras terhadap Iran serta mendukung pemukiman Tepi Barat, sebelum kunjungannya ke negara itu, diperkirakan memicu ketegangan baru hubungan Inggris-Uni Eropa.

Netanyahu dijadwalkan berkunjung ke Downing Street pada Senin (6/2). Sejumlah kalangan di Inggris menyayangkan jika pertemuan pemimpin kedua negara itu membuat ketegangan baru dengan UE. Sementara, saat ini Inggris tengah memulai proses negosiasi Brexit dengan UE. Inggris membutuhkan suasana yang kondusif dengan UE sebelum Brexit.

Dalam kunjungan tersebut PM Netanyahu berharap dapat mendorong Inggris untuk memperkuat dukungan internasional dalam menekan Teheran pasca-uji coba rudal balistik, sebelum nanti dia bertemu dengan Donald Trump, presiden baru AS.

Iran, Ancaman bagi Israel

Khawatir dengan uji coba rudal balistik oleh Iran, Netanyahu akan mendorong PM Inggris Theresa May untuk menyerukan sikap yang lebih keras terhadap Iran.

Pada Minggu (5/2) Netanyahu mengatakan kepada kabinetnya bahwa dia akan mengangkat isu Iran sebagai prioritas diplomatik. Setelah sebelumnya pemerintahan AS di bawah Presiden Trump mulai menentang keras kesepakan nuklir Iran, bahkan AS sudah menjatuhkan sanksi terhadap Iran setelah negera itu melakukan uji coba rudal.

Netanyahu juga akan meminta PM May untuk mendukung pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat.

Netanyahu akan bertemu dengan PM Theresa May dan menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, dimana ia juga akan melakukan kunjungan ke Australia, untuk bertemu PM Malcolm Turnbull, dan Washington untuk bertemu Presiden AS Donald Trump.

“Kami berada di awal periode diplomatik yang signifikan untuk Negara Israel ,” kata Netanyahu pada Minggu (5/2) sebagaimana dilansir The Guardian.

Pemimpin Israel itu juga bermaksud mengangkat isu kerja sama soal cybersecurity ketika ia bertemu May dan Trump.

Sementara itu, pada sebuah konferensi baru-baru ini di London, David Bitan, seorang anggota parlemen Israel dan ketua Partai Likud sayap kanan Netanyahu menyatakan bahwa PM Israel akan mengambil momentum situasi Eropa saat ini.

“Netanyahu akan mencoba untuk mengambil keuntungan dari situasi Eropa dalam rangka menciptakan dukungan bagi Israel yang akan bersandar pada negara terbesar di benua itu, termasuk Inggris, Perancis, Italia dan Jerman,” kata Bitan kepada para pemimpin Yahudi di London.

Setelah delapan tahun pemerintahan Obama, yang tidak mendukung Netanyahu soal Iran, kini PM Israel percaya memiliki kolega yang akan mendukung upayanya dalam bentuk konvergensi antara May, Trump dan Turnbull.

Para pejabat Israel juga melihat peluang hubungan yang lebih dekat dengan Inggris karena negara itu bertekad meninggalkan UE dan harus merestrukturisasi hubungan internasionalnya.

Sebelumnya, para pemimpin Eropa pada KTT Malta Jumat (3/2) menyuarakan kekhawatiran mereka soal kemungkinan Donald Trump yang akan membuat persekutuan dengan Inggris dan Israel. Terutama terkait masalah pemukiman Tepi Barat dan kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani Juli 2015 silam. UE yang jelas-jelas menentang dua poin tersebut khawatir Inggris akan didorong untuk pro-Washington mendukung Israel. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here