Di Tengah Unjuk Keberhasilan Ada Juga Proyek Mangkrak, Ini Buktinya

0
1165
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai seksi III, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (3/6). Jalan tol tersebut direncanakan beroperasi pada H-10 Lebaran 2017 yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Medan-Aceh saat arus mudik. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/aww/17.

Nusantara.news, Jakarta – Sebagai warga negara Indonesia tentunya bangga saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyempatkan diri berpose di jalanan mulus Trans Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Foto Marlin Dinamikanto.

Sebagaimana tampak pada video blog (Vlog) yang dibuat Presiden Jokowi, jalanan mulus itu bagian dari jalur Putussibau-Nangabadau sepanjang 170 Kilometer. Namun dari 170 Km itu masih tersisa 27 Km lagi yang belum selesai dibangun. Di hadapan Presiden, Menteri Basuki berjanji ruas jalan itu selesai paling lambat awal 2018.

Jalur Putussibau-Nangabadau adalah bagian dari 1900 Km Jalan Trans Kalimantan yang sedang dibangun pemerintahan Jokowi-JK. Selain Trans- Kalimantan, Kementerian PUPR dan TNI juga sedang membangun Trans Papua sepanjang 4300 Km yang membelah pegunungan Papua.

Ruas jalan yang sudah berhasil dibuka oleh TNI mencapai 3.800 Km. Rencananya tahun 2019 seluruh ruas jalan  dapat dilintasi meskipun belum diaspal. “Memang yang sudah diaspal baru 37 Km, tetapi ini akan terus dikerjakan,” ungkap Jokowi.

Gambar terkait

Presiden Jokowi dengan didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono dan Menteri Basuki sempat mengendarai motor trail melintasi proyek pembangunan Trans Papua ruas Wamena Mamugu I.

“Jadi ini awalnya dikerjakan oleh TNI dulu. Saya tadi dengan Panglima lihat kesulitannya seperti apa. Kemudian setelah terbuka, baru Kementerian PU masuk untuk aspal, untuk mengikuti apa yang sudah dikerjakan TNI,” terang Presiden Jokowi.

Begitu juga dengan pembangunan sejumlah ruas tol dan Kereta Api Bandara Medan Kualanamu tampaknya juga sudah sesuai target. Ruas Tol yang bisa digunakan pemudik lebaran tahun ini sebagaimana dipublikasikan Kementerian PUPR meliputi Brebes-Pemalang di Jawa Tengah, ruang Medan-Binjai di Sumatera Utara dan ruas Pamulutan-Palembang untuk Tol Palembang-Indralaya (Palindra) di Sumatera Selatan.

Selain Tol Palindra yang akan menjadi sarana penunjang Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan juga mengejar target penyelesaian Jembatan Musi IV. Hingga kini baru tercapai 45 persen dari target. Padahal Musi IV harus selesai dibangun sebelum awal 2018.

Proyek Mangkrak

Namun sayang, di tengah keberhasilan pembangunan infrastruktur yang diberitakan sejumlah media umum dan viral di sejumlah media sosial, ada juga proyek infratruktur yang terkesan mangkrak. Contohnya sebut saja proyek pembangunan rel kereta api Medan – Langkat yang akan dilanjutkan ke Provinsi Aceh.

 

Proyek pembangunan rel kereta Medan – Besitang yang mangkrak.

Berdasarkan kesaksian warga Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, sudah setahun lebih proyek pengerjaan rel kereta api dari Medan ke Langkat terkesan dibiarkan mangkrak. “Tidak ada kelanjutannya,” cetus Bambang, seorang warga yang tinggal di dekat areal pembangunan jalur kereta-api trans Sumatera kepada Antara, Rabu (7/6) kemarin.

Padahal proyek infrastruktur itu digagas Presiden Jokowi. Bahkan di sejumlah ruas sudah dipasang rel. Tapi kesannya dibiarkan saja. Kondisi itu dapat dilihat dari pinggir jalan lintas Sumatera di Kecamatan Tanjungpura yang dilewati jalur Kereta Api dari Medan menuju Aceh.

Jalur ini nantinya digadang-gadang akan menghubungkan Provinsi Aceh di ujung utara Pulau Sumatera hingga Provinsi Lampung di ujung selatan Pulau Sumatera. Tapi ternyata baru mulai dibangun dengan target 80 Km, dari Medan hingga Besitang di perbatasan Provinsi Aceh, sudah mangkrak.

Mengutip keterangan Kementerian PUPR kini pemerintah sedang mengerjakan 225 proyek yang disebut proyek strategis nasional (PSN) di 22 Provinsi. Kini pemerintah sedang melakukan evaluasi agar tidak ada proyek yang mangkrak di tengah jalan.

“Karena sudah tahun ketiga kan, Jadi supaya tidak ada yang mangkrak, diminta dicek lagi, mana yang masih firm sebagai PSN dan mana yang perlu dikeluarkan,” beber Basuki usai rapat mengenai evaluasi PSN, di Kantor Presiden, awal April lalu.

Diantara 225 proyek yang sudah masuk dalam PSN diusulkan akan dicoret 15 proyek. Apakah proyek pembangunan rel kereta-api Medan hingga perbatasan Provinsi Aceh termasuk proyek yang dikeluarkan dari PSN?

Sangat disayangkan apabila proyek pembangunan rel kereta api yang sudah berjalan ternyata tidak diteruskan. Tentu saja ini akan memperpanjang daftar proyek mangkrak dari pemerintahan sebelumnya yang merugikan negara ratusan milyar hingga triliunan rupiah.

Memang, keberhasilan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur perlu diapresiasi. Namun proyek mangkrak seperti pembangunan rel kereta api di Medan dan sejumlah proyek lain yang berpotensi mangkrak tidak boleh dilupakan. Sebab kita tidak ingin proyek mangkrak itu menjadi nila setitik yang merusak susu sebelanga. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here