Di Usianya ke-1257 Kabupaten Malang Tetap Bergotong-royong

0
65

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Tepat, pada hari Selasa, 18 November 2017 kemarin Kabupaten Malang tepat berusia ke-1257 tahun. Artinya, Kabupaten Malang jauh ketembang Republik Indonesia merdeka. Bahkan sudah ada sebelum VOC yang berubah menjadi Hindia Belanda menjajah kepulauan nusantara.

Udaranya yang sejuk membuat Kabupaten Malang menjadi tempat favorit bagi bangsa Eropa membangun tempat peristirahatan. Malang pun dijuluki sebagai Paris van East Java, Zwitserland van Java dan Kota Bunga di Provinsi Jawa Timur. Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah.

Umur 1257 tahun mengukir sejarah panjang yang melintas lintasan waktu sejumlah kerajaan, penjajahan, kemerdekaan hingga generasi milenial sekarang.

Peringatan hari jadi Kabupaten Malang kali ini juga digelar resepsi di Pendopo Agung Kabupaten Malang Jalan KH Agus Salim. Pagelaran wayang disiapkan khusus semalam suntuk serta penampilan lainnya.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan sudah dilakukan untuk menyambut HUT Kabupaten Malang, salah satunya Malang Beach Festival di daerah Malang Selatan yang berdekatang dengan pantai dan Jalur Lintas Selatan (JLS) Malang.

Bertempat di ruang paripurna Gedung DPRD Kabupaten Malang, perayaan seluruh pejabat publik Kabupaten Malang menggelar paripurna Hari jadi Kabupaten Malang, dengan mengenakan kaos adat jawa khas Kabupaten Malang prosesi agenda tersebut dilakukan dengan khidmat.

Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1257 (Sumber: Azizi Ramadhan)

Bupati Malanng, Rendra Kresna pun memberikan sekapur sirih kepada para pejabat publik dan khalayak masyarakat Kabupaten Malang, dalam momentum HUT Kabupaten Malang tersebut.

Dikatakannya bahwa penting untuk mengetahui dan memahami sejarah, “Sesuai pesan proklamator, jasmerah, jangan sekali kali melupakan sejarah. Kita harus tahu dan paham sejarah perjuangan leluhur,” ucap Bung Rendra, sapaan akrab Bupati Malang tersebut.

“Sejarah itu penting, barang siapa yang memahami sejarah, di menghargai perjuangan bangsanya. Lewat sejarah kita bisa tahu identitas kita sebagai orang Indonesia dan masyarakat Malang,” pekiknya

Gotong Royong, Jiwa Masyarakat Malang

Pada sambutan yang disampaikan Rendra Kresna, di saat Paripurna Istmewa, Hari Jadi ke-1257 Kabupaten Malang, ia menjelaskan sejarah karakteristik masyarakat malang di kenal kuat suka gotong royong dan sikap yang gigih dalam berjuang.

Rendra Kresna mengatakan, sejak tahun 760 berdirinya Kabupaten Malang, para pemimpin serta masyarakatnya terkenal sebagai masyarakat pejuang dan selalu melawan penjajahan, baik zaman kerajaan hingga penjajahan VOC, dan Hindia Belanda kala itu.

Ia menekankan pada semangat untuk membangun Kabupaten Malang dengan gotong-royong. “Pada momen hari jadi ini mari kita mantapkan tekad untuk bersama-sama membangun Kabupaten Malang. Dengan gotong royong, sesuai tema yang kita usung Gotong Royong Membangun Kabupaten Malang Madep Manteb Manetep, ” tandas Bung Rendra.

Usia Malang yang sangat tua, memiliki cerita perjalanan masarakat yang sangat panjang. “Hal tersebut terbukti seperti yang tertulis pada beberapa prasasti yang ditemukan menunjukkan daerah ini telah ada sejak abad VIII dalam bentuk Kerajaan Singhasari dan beberapa kerajaan kecil lainnya seperti Kerajaan Kanjuruhan seperti yang tertulis dalam Prasasti Dinoyo,” ucap Rendra.

Dalam prasasti itu, disebutkan peresmian tempat suci pada hari Jum`at Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka. Jika dihitung berdasarkan kalender kabisat, maka jatuh pada tanggal 28 November 760 Masehi.

Mulai dari hal tersebut, kemudian pada tanggal 28 November yang dijadikan dasar hari jadi Kabupaten Malang, dan diperingati tiap tahunnya, dan setiap 5 ahunnya akan diadakan agenda besar pastinya.

Momentum seperti ini, Bupati mengajak seluruh peserta paripurna istimewa menggali dan memahami sejarah. Mempelajari bersama tentang Kabuapten Malang. “Karena dengan mengenal sejarah diharapkan bisa menjadikan kita berjiwa nasionalis dan mencintai Kabupaten Malang tercinta,” tutupnya.

Semangat gotong royong masyarakat malang sudah ada sejak dahulu kala, sejak zaman kerajaan. Sejahrawan Kota Malang, Baidlowi Yusuf menjelaskan keterkaitan sejarah masayarakat dan semangat gotong royong yang telah ada dahulu kala.

“Masyarakat Malang jiwa perjuangan dan semangat gotong-royongnya tinggi, sejak zaman kerajaan kanjuruhan. Kala itu yang mendapat beberapa perlawanan ekspansi kerajaan lain, hingga wialayh ini dinamakan Malang yang berarti ‘menghalang-halangi’ atau ‘melintang’ seluruh penjajah yang akan datang di bumi bahtera malangkucecwara ini,” jelasnya.

Semangat gotong royong perlu dbangkitan kembali, seperti Ide dan gagasan Bung Karno, salah satu Bapak Pendiri Bangsa Indonesia, menyumbangkan nilai gotong-royong dalam bermasyarakat.

“Sesuai gagasan Bung Karno, yang dimasukan pada kabinet pemerintahannya yakni kabinet gotong-royong, yang artinya kerjasama, bahu membahu bersatu padu tanpa pandang bulu masayarakat, itu harus dimunculkan kembali,” harap Alumnus Universitas Negri Malang tersebut.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here