Dianggap Menggangu Lalu Lintas dan Estetika, PKL Diusir

0
151
Pedagang Kaki Lima berjajar di Trotoar (Sumber: Arien)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Barisan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jl Panji, terutama di depan RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, dinilai sebagai biang kemacetan pasalanya menganggu lalu lintas kendaraan yang lewat namun terkendala banyak pembeli dan parkir sembarangan.

Pemkab Malang berencana akan melarang PKL tersebu berjualan di areal bahu jalan. Pasalnya juga mengurangi estetika suasana kabupaten, sebagai tempat Pusat Pemerintahan Kabupaten Malang.

Kepala Satpol PP Pemkab Malang, Bambang Istiawan mengungkapkan memang terkait kondisi PKL di Jl Panji “Memang peruntukkannya untuk trotoar, bagi pejalan kaki. Sudah seharusnya difungsikan sebagaimana mestinya bukan  menjadi tempat lain, kalo dibiarkan dan menyeba yang dirugikan pasti pengguna jalan dan pejalan kaki, karena lahan pejalan kaki dipakai untuk berjualan,” jelas dia kepada wartawan.

Dari pihak Pemkab ingin daerah di sekitaran Jl Panji bersih, indah dan tertata dengan baik, serta kembali pada fungsi asalnya yakni; badan hijau jalan, dan trotoar untuk para pejalan kaki.

“Rencanannya Jl Panji akan bersih dari PKL dan parkir liar mulai Senin (15/5/2017) besok, dan Satpol PP akan menindak tegas masih para PKL yang nekat jualan di trotoar,” imbuh Bambang

Mendengar berita tersebut, Anti salah satu pedagang kaki lima di Jl Panji menjelaskan bahwa pihaknya bersedia untuk pindah “Memang kami tahu itu bukan lahan kami, namun yang namanya sudah terhimpit terpaksa seadanya lahan kami pakai untuk mengais rezeki. Ini juga untuk kebutuhan hidup keluarga,” jelas dia kepada Nusantara.news, Jum’at (12/5/2017).

Namun, ia juga meminta agar diberikan arahan atau wadah tempat untuk berjualan. “Setidaknya apabila ingin dibersihkan, jangan asal dibongkar, dibersihkan terus selesai. Kami ingin ada arahan atau upaya usulan lahan baru bagi kami,” harap Anti

“Pemerintah sebagai pengayom masyarakat, kami berharap ada langkah untuk masih memikirkan nasib kami para PKL karena kami juga warga dan masyarakat Kabupaten Malang,” tambah dia.

Anti berharap pembersihan tersebut berjalan dengan baik tanpa ada kerusuhan dan pertentangan antar belah pihak, “banyak kan, terkadang pembersihan sering konflik dan Satpol PP seakan bertindak arogan terhadap rakyat kecil/pedagang. Kami berharap tidak terjadi hal seperti itu, jangan sampai lah mas,” tutup wanita paruh baya tersebut.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here