Dianggap tak Efektif, Trump Pecat Direktur FBI James Comey

0
31
Direktur FBI James Comey yang dipecat oleh Presiden Trump pada Selasa, 9 Mei 2017 kemarin/ Foto VOA

Nusantara.news, Washington DC – Karena dinilai tidak bisa lagi memimpin badan itu dengan efektif, Presiden Amerika Donald Trump memecat kepala Dinas Penyidikan Federal (FBI) James Comey pada Selasa (9/5) kemarin

“Adalah sangat penting kita mencari pemimpin baru untuk mengepalai FBI, sehingga kita bisa memulihkan kepercayaan publik akan fungsi FBI sebagai pelaksana hukum yang vital,” tulis Trump dalam surat yang ditujukan kepada Comey dan dirilis hari itu juga oleh Gedung Putih.

Bersamaan dengan pemecatan Comey, seperti diberitakan VOA, Gedung Putih juga menyebutkan pencarian pengganti Direktur FBI yang baru akan segera dimulai.

Dalam keterangannya, Juru Bicara Gedung Purtih Sean Spicer mengatakan pada wartawan bahwa “presiden telah menerima rekomendasi dari Jaksa Agung dan wakil Jaksa Agung tentang pemecatan kepala FBI.”  Direktur FBI biasanya ditunjuk untuk masa jabatan 10 tahun, tapi Comey, yang berusia 56 tahun, baru memegang jabatan itu empat tahun.

Hari Selasa, FBI memberi tahu Kongres bahwa Comey telah membesar-besarkan hasil penyelidikan tentang email-email calon presiden Hillary Clinton, ketika memberikan kesaksiannya minggu lalu.

Kata FBI, Comey secara keliru mengatakan pada komisi penyelidik Kongres bahwa pembantu Clinton, Huma Abedin telah mengirim “ratusan ribu” email yang dikirim Clinton antara tahun 2009 dan 2013 kepada suaminya, anggota Kongres Anthony Weiner. Tapi jumlah email yang sebenarnya jauh di bawah angka yang disebut Comey itu, kata para pejabat.

Comey memainkan peran penting dalam pemilihan presiden tahun lalu, di mana Clinton dikalahkan oleh Trump. Bulan Juli tahun lalu, Comey mengatakan Hillary Clinton “sangat ceroboh” dalam menangani email-emailnya yang menyangkut masalah keamanan nasional, ketika ia masih menjadi menteri luar negeri, tapi, tambah Comey, FBI tidak akan menuntut Clinton untuk itu.

Tapi tiga bulan kemudian, menjelang pemilihan presiden, Comey mengatakan ia membuka kembali penyelidikan tentang email-email Clinton itu setelah menemukan banyak email itu dalam komputer Weiner.

Hillary Clinton menyalahkan Comey atas kekalahannya dalam pemilihan presiden November lalu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here