Dibayangi Golput, Elektabilitas Dewanti-Punjul Ungguli Tiga Pesaing

0
236

Nusantara.news, Kota Batu – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak jilid II di Jawa Timur akan diawali di Kota Batu. Empat pasangan calon sesuai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, akan menggantikan Eddy Rumpoko walikota yang sudah 2 periode bertahan memimpin kota wisata ikon Jawa Timur ini.

Keempat pasangan itu sesuai nomor urut adalah Rudi SB-Sujono Djonet (PAN, Hanura, Nasdem), Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso (PDIP, Golkar, Gerindra, PKS), Khairuddin-Hendra Angga Sonata (PKB-Demokrat) dan Abdul Madjid-Kasmuri Idris (independen). Mereka bakal bertarung memperebutkan 151.789 suara yang masuk daftar pemilih tetap (DPT).

Tak hanya bertarung dengan tiga rival, mesin partai maupun tim sukses keempat pasangan juga harus bersiap bertarung dengan fenomena golongan putih (golput). Prediksi ini dilontarkan Citra Komunikasi LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA. Hasil survei 17-23 Januari, banyak warga yang tidak tahu nomor pasangan calon (paslon) pada coblosan yang akan berlangsung 15 Februari nanti.

Dari 440 respoden, LSI menyebut 38,8 persen tidak menjawab ketika ditanya nomor urut paslon tertentu. Sedangkan 59,1 persen menjawab dengan benar dan hanya 2,1 persen yang salah. Prosentase ini berlaku untuk paslon Dewanti Rumpoko-Punjul Santoso. Sedangkan tiga paslon lain, rata-rata 30 persen respoden menjawab benar, lebih 10 persen menjawab salah dan 50 persen tidak menjawab. “Ini jadi pekerjaan rumah besar bagi KPU Kota Batu selaku penyelenggara,” sebut Direktur Citra Komunikasi LSI, Toto Izul Fatah kepada wartawan, Kamis (26/1/2017).

Tak hanya soal nomor urut paslon, responden juga banyak yang menjawab tidak tahu atau salah ketika ditanya waktu pemilihan. Indikasi ini menjadi kekhawatiran warga Batu tidak peduli dengan agenda lima tahunan ini. Padahal tingkat partisipasi pemilih besar bisa jadi jaminan bagi pemenang pilkada untuk menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.

Hingga hasil survei terakhir, elektabilitas Dewanti-Punjul jauh meninggalkan tiga pesaingnya dengan mencatat 47,5 persen, disusul Rudi-Sujono 15,9 persen (survei sebelumnya 5,4 persen), Gus Din-Angga 11,7 persen (sebelumnya 9,4 persen), dan elektabilitas Majid-Kasmuri turun dari 12,3 persen menjadi 10,1 persen. Survey ini menggunakan metode multistage random sampling dan angka margin eror 4,8 persen.

Berebut 2.525 Pemilih Pemula

Selain pekerjaan rumah gencarkan sosialisasi mengikis golput, Ketua KPU Kota Batu Rohani, juga harus bisa membawa 2.525 pemilih pemula bisa berpartisipasi dalam pilkada nanti. Jumlah pemilih pemula tersebut relevan jika dicocokan dengan jumlah SMA/SMK yang ada.

“Kami secara intensif terus melakukan sosialisasi Pilkada kepada para pemilih pemula tersebut dengan mendatangi SMA/SMK. Selain mendorong mereka untuk menggunakan hak pilihnya, juga untuk menekan angka golput pada Pilkada mendatang,” katanya.

Kalau pemilih pemula itu adalah warga yang akan berusia 17 tahun, kata Rohani, bisa dengan mudah dideteksi, tetapi yang belum berusia 17 tahun dan sudah menikah, akan sulit mendeteksinya. Untuk kategori ini, meski belum genap 17 tahun, mereka bisa memilih.

“Oleh karena itu, kami sekarang masih fokus yang sudah terdata dan jelas sasarannya dulu, sambil sosialisasi kepada masyarakat luas terkait tahapan Pilkada, mulai dari mekanisme kampanye pasangan calon hingga tahapan persiapan pemungutan suara,” urainya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here