Dicalonkan Maju Pilgub, Nyalla: Membangun Jatim Nggak Harus Jadi Pejabat

1
265
La Nyalla Mattalitti belum tertarik untuk maju di Pilgub Jatim 2018

Nusantara.news, Surabaya – Mempunyai kekuatan ril, bahkan dianggap sebagai The King Maker di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2008 dalam membesarkan nama Khofifah Indar Parawansa, aktor kesuksesasn pasangan KarSa (Soekarwo – Saifullah) Jilid II membuat La Nyalla Mattalitti dianggap sosok yang layak maju di Pilgub Jatim 2018. Bagaimana reaksi pria yang juga menjabat sebagai Ketua KADIN Jatim ini?

Seperti diketahui bahwa background La Nyalla adalah ketua organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) Jatim. Sejumlah media di Jatim menyebut bahwa sosoknya sudah layak disandingkan dengan beberapa leader opinion bursa Pilgub Jatim 2018 seperti nama besar Mensos Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Sejauh mana tanggapan La Nyalla terkait penyebutan dirinya yang dianggap sudah pantas menuju Grahadi 1. Berikut wawancara jarak jauh Nusantara.news dengan mantan Ketua Umum PSSI yang saat ini masih menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci:

Apa tanggapan Anda disebut sejumlah media di Jatim sebagai sosok yang nilai pas meneruskan tongkat estafet Gubernur Soekarwo?

Pertama, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas apresiasinya. Pilgub Jatim kali ini penting untuk masyarakat Jawa Timur, maklum provinsi ini merupakan barometer kemajuan bangsa Indonesia.

Kedua, jika saya ditanya tertarik atau tidak untuk ikut bertarung dalam Pilgub Jatim ini, saya berprinsip selalu berbuat yang terbaik untuk masyarakat Jawa Timur. Jika masyarakat menilai kontribusi saya penting untuk kemajuan Jatim, saya akan pikirkan dan istikharah.

Ketiga, memang sudah banyak kyai, ulama serta tokoh-tokoh di Jawa Timur mengirim pesan singkat lewat handphone bahkan datang langsung ke rumah meminta saya untuk maju di Pilgub Jatim 2018. Sekali lagi, saya katakan “terima kasih banyak untuk itu” saya akan pertimbangkan dengan matang, tentu dengan mohon petunjuk Allah SWT.

Anda seharusnya bangga atas kepercayaan publik karena dianggap sebagai sosok yang berpeluang menuju Grahadi 1, apa tanggapan Anda soal trust?

Agama dan orang tua saya mengajarkan untuk tidak takabur dan tidak sombong meski pujian datang silih-berganti. Kepercayaan publik tidak boleh serta-merta dimanfaatkan. Saya selalu yakin dengan apa yang saya lakukan. Kalau saya dianggap mampu, saya harus kembalikan kepada Allah SWT melalui istikharah untuk meminta petunjuk.

Saya hanya berprinsip melakukan yang terbaik pada hidup ini. Apa pun profesi kita, prinsip itu harus dipegang teguh. Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik kepada kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Pengabdian dan keikhlasan harus ditempatkan pada posisi teratas. Tentu tetap dengan kerja yang baik, profesional dan berdaya saing. Saya selalu berdoa, apapun tugas dan tanggung-jawab yang dibebankan, mudah-mudahan selalu berbuah baik bagi kehidupan masyarakat.

Mengapa Anda belum yakin, apa alasannya yang membuat langkah kaki Anda berat melangkah bertarung di Pilgub Jatim?

Siapa yang nggak yakin? Saya sangat yakin dengan apa yang akan saya lakukan, tapi kalau untuk maju Pilgub Jatim, maaf saya belum kepikiran sama sekali. Apalagi saya ini kan hanya ketua ormas Pemuda Pancasila Jatim lho, dan tidak punya partai.

Sekali lagi, saya belum berpikir ke arah sana, meski banyak teman-teman dari daerah yang meminta saya untuk maju menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah yang ada seperti halnya terkait pemerataan ekonomi di Jawa Timur.

Tapi secara pribadi saya tidak ngoyo (nafsu) untuk maju di Pilgub Jatim karena ladang pengabdian kan tidak hanya jadi pejabat. Selama ini saya dengan berbagai organisasi sosial sudah terjun ke masyarakat, dan itu juga merupakan suatu pengadian jadi nggak usah menunggu jadi pejabat. Kita lihat saja nanti Mas.

Jika Anda melihat potensi Jawa Timur itu seperti apa? Seperti diketahui bahwa banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya adalah soal kesenjangan sosial yang masih tinggi?

Pertama, Jawa Timur adalah provinsi yang sangat potensial untuk dikembangkan. Banyak kekayaan alam di Jawa Timur yang bisa dioptimalisasikan, seperti sektor pariwisata apabila kita bisa mengelola dengan baik dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jatim sendiri.

Ya, memang sudah cukup bagus ekonomi makro yang selama ini dibangun oleh Gubernur Soekarwo, ke depan sangat penting bagi Gubernur selanjutnya untuk meneruskan apa yang sudah dibangun oleh Pakde Karwo untuk mendefinisikan ekonomi mako tersebut menjadi langkah yang lebih kongkret.

Kedua, yang lebih penting ke depan adalah Jawa Timur memiliki pemimpin yang punya visi luas, memperhatikan UMKM dan entrepreneur muda yang bisa menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Ketiga, selama ini Pakde Karwo sudah cukup bagus dalam membangun Jawa Timur khsususnya sektor ekonomi. Nah, pekerjaan rumah selanjutnya adalah bagaimana yang sudah bagus ini diratakan agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi dan sosial di masyarakat Jatim, sekaligus bisa mengurangi arus urbanisasi dari desa ke kota.

Sebagai Ketua KADIN Jatim, saya sudah membawa Kadin ke arah sana, baik secara kelembagaan maupun keseimbangan penguatan ekonomi antar pengusaha di daerah. Dan atas dukungan Pemprov Jatim sudah banyak membuatkan akses serta jaringan antara pengusaha daerah (kabupaten/kota) dengan kekuatan pasar ekonomi-bisnis regional maupun internasional.

Untuk memeratakan sektor ekonomi, kedepan industri lebih banyak dibangun di daerah dengan infrastruktur dan trasnportasi diperkuat lagi. Penguatan pelabuhan di wilayah pantura mulai dari Tuban hingga Banyuwangi, maupun wilayah selatan harus terus dikejar. Harus didorong juga tumbuhnya industrial estate di sekitar pelabuhan daerah, dan secara terus-menerus dikawal perkembangannya.[]

 

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here