Masalah ADD dan DD di Kabupaten Malang

Diduga Ada Praktik Penyalahgunaan ADD dan DD, Warga Desak Inspektorat Turun Tangan

0
154

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Sekumpulan masyarakat desa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Desa Kasri Kecamatan Bululawang Malang, melurug kantor Iinspektorat Kabupaten Malang untuk menanyakan laporan mereka beberapa bulan lalu tentang adanya dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa yang dilakukan Pemerintah desa (Pemdes), Rabu (22/3/2017)

Salah satu koordinator aksi warga, Basuki menjelaskan, kedatangan warga untuk meminta ketegasan dan mendorong agar pihak inspektorat segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan yang dilakukan kades setempat.

“Untuk hari ini kami ingin mendorong pihak inspektorat bersikap tegas dan tanggap  terhadap masalah ini, karena penyelewengan dana masyarakat ini masalah yang serius,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (22/3/2017)

Warga Desa Kasri mengungkapkan bahwa dalam menjalankan pemerintahan, Kepala Desa Kasri tidak transparan. Terlebih, mengenai penggunaan ADD dan DD yang menurut pendemo tidak pernah ada informasi dan pembicaran. “Mulai tahun 2015 sampai sekarang, tidak pernah ada transparansi dari desa,” ungkapnya.

Bahkan, masih penjelasan Basuki, anggaran untuk Karang Taruna tidak dimasukkan dalam APBDes selama beberapa tahun terakhir. “Padahal, di desa lain anggaran karang Taruna dialokasikan. Pihaknya mendesak pemerintah daerah segera mengusut dugaan penyimpangan penggunaan ADD dan DD di desanya,” imbuh Basuki selaku koordinator warga.

Selain itu, Dasim salah satu peserta aksi menekankan, pihak inspektorat segera bertindak dan mengambil langkah. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut dan tidak ada kejelasan. Penyimpangan yang dilakukan Kades harus segera diusut dan diproses.

“Kami inginkan Kades segara diproses secara hukum. Warga sudah bosan dibodohi terus,” tegasnya.

Menanggapi kedatangan dan maksud kedatangan warga, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Malang, Wahyu Lusiandra menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan tindakan terkait laporan mengenai dugaan penyimpangan yang dilakukan Kades Kasri, Kecamatan Bululawang.

“Inspektorat sudah mengambil tindakan, yakni menurunkan tim untuk memproses masalah ini. Memang hingga hari ini masalah laporan tersebut masih dalam proses pemeriksaan,” ungkap Wahyu.

Ia menjelaskan bahwa pihak inspektorat hanya bisa melakukan audit  penggunaan DD/ADD, karena tindak lanjut masalah ini masuk ke ranah Aparat Penegak Hukum (APH). “Inspektorat hanya melakukan pemeriksaan dan audit saja, nantinya akan ditindak lanjuti ke APH, termasuk melalui Pengadilan Negeri setempat sesuai dengan porsi kasusnya,” tutup Sekretaris Inspektorat tersebut. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here