Diduga Pungli, Pedagang Merjosari Laporkan Dinas Perdagangan ke Kejari

0
39
Lokasi penampungan sementara di Pasar Merjosari

Nusantara.news, Kota Malang –  Puluhan pedagang pasar Dinoyo yang kini menempati pasar penampungan Merjosari, melurug Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang dengan tujuan mengadukan tindakan dugaan pungli yang dilakukan oknum Dinas Perdagangan, di Pasar Merjosari, Senin (3/4/2017).

Koordinator Pedagang, Sabil El Akhsan, menduga adanya prakti pungutan liar (pungli) yang dilakukan melalui retribusi yang ditarik di tiap-tiap pedagang di pasar. “Sebelumnya, padahal pencabutan SK pasar tradisional sejak 30 September 2016, otomatis ada perhentian retribusi. Tapi sampai sekarang masih dilakukan pungutan retribusi. Itu kan hal yang aneh, oleh karenannya kami berniat untuk mengadukan pungutan tersebut,” ungkapnya

Ia menambahkan bawa pemungutan retribusi itu bermacam-macam. Setiap pedagang berjumlah 750 orang ditambah 165 PKL ditarik dari Rp2.000 hingga Rp15.000 setiap hari. “Itu belum termasuk iuran kebersihan, mas” imbuhnya.

Sementara itu, konfirmasi dari pihak Kasubbag Pembinaan Kejari Kota Malang, Hadi Riyanto, ia menampung semua keluhan para pedangang di aula, “Sejauh ini, kami tampung dulu keluhan pedagang terkait dugaan pungli. Nanti akan dilakukan tindakan sesuai tahap dan prosedur lebih lanjut,” jelasnya.

Ditambahkan koordinator pedagang, Sabil El Achsan, pihaknya ingin ada kejelasan kemanakah uang retribusi itu. “Kalau ada pencabutan SK kan seharusnya tidak lagi ada pungutan, terus uangnya untuk apa,”

Sabil bersama puluhan pedagang berharap Kejari Kota Malang mau memeriksa kasus dugana pungli ini. “Kami ingin kejelasan, untuk apa retribusi itu, karena banyak pihak pedagang yang dirugikan permasalahan ini,” harap Sabil. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here