Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Di Malang Mendekam di Lapas

0
106

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Diduga kuat selewengkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2016, Slamet, Kepala Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ditahan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen. Kini ia mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru.

Hal ini terungkap setelah beberapa kepala dusun dan warga setempat membicarakan masalah pembangunan, keuangan dan kejanggalan-kejanggalan yang juga dirasakan oleh beberapa kepala dusun di Desa Klepuh, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Hal itu kemudian berujung pada keputusan mereka untuk melaporkan dugaan penyelewengan tersebut ke Kantor (Kejari) Kepanjen pada Januari 2017 lalu

Kepala Dusun Sumbergentong, Desa Klepu, Tayib menggungkapkan bahwa Kades Klepu menggunakan modus pemalsuan tanda tangan dan surat pertanggungjawaban (SPJ), proyek drainase dan plensengan dengan besaran Rp457 juta. “SPJ proyek drainase dilaporkan dua kali, dengan manipulasi foto titik proyek,” ungkapnya kepada Nusantara.news, Jum’at (14/4/2017)

Namun, hingga hari ini pembangunan plengsengan dan drainase sepanjang 124 meter tersebut belum juga dilaksanakan oleh aparatur desa. Di lokasi rencana proyek juga belum tampak ada aktivitas pekerjaan apapun, termasuk pengadaan material dan tukang.

Melihat dengan modus pemalsuan tanda tangan Kades Klepu, Kepala Dusun Sumbergentong, Desa Klepu, Tayib mengaku sangat kaget, karena dalam dokumen terdapat tanda tangannya dan beberapa kepala dusun lain untuk pencairan dana desa.

Padahal selama ini Tayib tidak pernah merasa menandatangani dokumen tersebut.“Tiba-tiba kok ada tanda tangan saya dan ada pencairan. Padahal saya tidak pernah mendapatkan anggaran apapun. Tanda tangan saya dipalsu Kades,” imbuh Tayib.

Tidak hanya itu, Tayib menyebutkan bahwa pengelolaan dana retribusi pendapatan pasar desa juga tak karuan. “Laporan dan pengelolaannya sangat semrawut. Bukti pemasukan dan pengeluaran, stroke atau nota-nota pun tidak jelas. Padahal pendapatan setahun sebesar Rp25 juta, tapi tidak ada wujudnya sama sekali,” sebutnya

Ia menambahkan, pendapatan dari pasar desa sangat potensial besar bagi pendapatan desa. “Dapat kita lihat ada sekitar 20 unit bedak atau kios, setiap masing-masing dari mereka harus membayar retribusi sebulan Rp25 ribu,” ujar Pria berkulit sawo matang tersebut

Realisasi dana desa dalam pembangunan fisik yang dilakukan sangat di luar harapan, karena apa yang telah dibangun dengan jumlah besaran dana yang telah dikeluarkan tidak sesuai. “Dengan ketersediaan dana Rp900 juta untuk pembangunan fisik, namun faktanya jauh dari layak dan baik. Seakan-akan pembangunan dilakukan seadanya saja,” jelas Tayib

Sementara itu, merespon ditahannya Kades Klepu oleh Kejaksaan Negeri Kepanjen, Camat Sumbermanjing Wetan, Agus Harianto akan menyiapkan beberapa langkah kerja untuk pelayanan dan manajemen operasional pemerintahan desa agar tetap berjalan. “Mengenai keberlanjutan kinerja pemerintah desa nanti kami akan konsultasikan dulu dengan pihak Bupati, terkait Pelaksana Tugas (PLT) di Desa Klepu tersebut,” terang dia

Agus berharap operasional pelayanan pemerintah desa ke masyarakat tetap berjalan dan tidak mengalami gangguan akibat masalah ini. “Meskipun Kades sedang terjerat hukum, saya harap pelayanan desa kepada masyarakat tetap prima,” harapnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here